ABS Akan Menjadi Fitur Wajib Motor Di Eropa, Indonesia Kapan…?

Sistem ABS Pada Honda CBR 250
Sistem ABS Pada Honda CBR 250

Lagi iseng-iseng baca tentang sepeda motor di Eropa sono, ternyata eh nyatater….di benua biru itu sudah ada standar keamanan untuk sepeda motor (oalaahhh…telat atau oon nih :D). Memang ya orang yang berpendidikan tinggi, tingkat perekonomian sudah di atas level cukup, memiliki visi jauh  ke depan nyaris selalu selangkah lebih maju dibanding negara-negara berkembang seperti Indonesia. Ketika kita di sini masih disibukkan dengan perang urat syaraf tentang motor ini yang kencang, motor ini yang lemot, motor ini jelek, motor ini irit, motor ini itu, mereka sudah memikirkan bagaimana caranya menjaga agar tetap safety selama berkendara.

Salah satu yang menjadi sebuah keharusan ke depannya adalah fitur ABS (Antilock Brake System). Sebuah fitur yang akan menjadi fitur wajib di motor 125 cc ke atas mulai 2016 nanti. Bahkan BMW Motorrad sudah mewajibkan piranti keselamatan ini di setiap produksi motornya mulai 2013. ABS merupakan jawaban atas sebuah kepanikan dalam melakukan pengereman, sebuah sistem yang memungkinkan motor masih bisa terkendali ketika dilakukan rem mendadak yang biasanya akibat panic brake.

ABS Pasti Ada di Motor BMW Mulai 2013
ABS Pasti Ada di Motor BMW Mulai 2013

ABS membuat kebiasaan salah yaitu mengerem dengan dominan rem belakang menjadi lebih “aman”, ban belakang tidak akan terkunci akibat penekanan tuas rem belakang sehingga motor tidak akan ngepot dan ngesot serta ndlozooorrr… Padahal boleh jadi masyarakat Eropa sana sudah paham akan teori pengereman yang mengharuskan rem depan lebih dominan dibanding rem belakang (70:30), tetapi parlemen mereka masih peduli dengan hal berbau teknis tersebut. Coba kita tengok di negeri kita tercinta ini….

Saya yakin teori pengereman itu tidak familier di kalangan masyarakat luas, mungkin hanya segelintir orang saja yang mengerti dan menerapkan itu. Saya termasuk yang mengerti tapi jarang menerapkan dalam kondisi panic brake :D, kalau kondisi normal sih biasanya memang lebih dominan rem depan. Lantas apa yang sudah dilakukan badan keselamatan transportasi tanah air (eh emang ada ya badan ini?). Boro-boro ngurus yang berbau teknis begini, mereka hanya mengejar pemasukan pajak dari produsen-produsen roda dua saja, jarang sekali mau menekan si produsen untuk melakukan ini dan itu terkait keselamatan warganya. Jadi, keselamatan rakyatnya menjadi prioritas nomor sekian setelah pemasukan, pemasukan, korupsi, korupsi dll.

Perlu Campur Tangan Pemerintah Untuk Menjamin Keselamatan Di Jalan Raya
Perlu Campur Tangan Pemerintah Untuk Menjamin Keselamatan Di Jalan Raya

Andaikan pemerintah mau lebih care terhadap keselamatan rakyatnya di jalan, ada baiknya mereka mewajibkan penyematan fitur ABS ini di setiap motor yang hendak ngaspal di sini. Jika di Eropa untuk 125 cc ke atas, di sini mulai saja dari 150 cc ke atas untuk kemudian bertahap ke cc di bawahnya. Sekaligus pemerintah juga menekan produsen untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya fitur ini ketika terjadi pengereman di jalan raya, jadi tidak hanya melulu memikirkan dagangan agar laku. Bisa melalui selebaran, seminar, papan informasi di dealer-dealer hingga education in the road ke sekolah-sekolah. Maklum, di jenjang usia sekolah inilah mayoritas pemakai sepeda motor yang sayangnya lebih banyak yang asal naik motor, keselamatan bukan prioritas yang penting naik motor dan bisa gaya, gaul meeennn….!!!

Memang, jika aturan ini diterapkan, harga sepeda motor akan menjadi lebih mahal tapi apalah arti penambahan 4,6 – 7,6 juta (harga standar sistem rem ABS) jika keselamatan nyawa kita lebih terjamin. Lagipula berapapun harga motor jika memang hanya itu pilihannya pasti tidka akan tidak laku, Indonesia gitu loh….katanya rakyatnya banyak kerenya tapi nyaris semua motor mewah bahkan mobil mewah apa saja ada di jalanan tanah air, “sakit” bukan?!.

Ayolah pemerintah, perhatikan keselamatan kami di jalan raya. Ikhtiar kami harus juga di back up oleh ikhtiar pemangku kebijakan di negeri ini. Tekan produsen motor untuk lebih memperhatikan keselamatan konsumennya, jangan hanya laba…laba…laba terus yang dikejar.

Silahkan dikoreksi dan dikomentari, semoga bermanfaat!

Advertisements

10 Comments

Comments are closed.