About these ads

Workshop Peningkatan Kinerja Guru, Domain Kompetensi Guru Pembelajaran!

Hari ini, Kamis (20/6) kantor RA mengadakan workshop yang melibatkan semua warga sekolah, kecuali siswa. Workshop ini boleh dibilang pertama kali diadakan, setidaknya sejak tahun 2009 pertama kali RA bergabung, sehingga jujur ini pengalaman pertama bagi RA dan lumayan excited dalam menghadapinya. Memang beberapa workshop lain pernah RA ikuti, tapi yang diadakan kantor ya baru ini ikut, dan ternyata kantor juga baru pertama kali menyelenggarakan, klop dah! Padahal di sekolah-sekolah lain di bawah naungan dinas pendidikan sudah sering diadakan kegiatan semacam ini (penuturan pak wakil kepala), yang di bawah kemenag baru pertama ini diadakan, pantes…di daerah RA, sekolah-sekolah di bawah kemenag kalah prestasinya dibanding yang di bawah diknas.

Oke, workshop kali ini mengambil tema bahasan Penilaian Kinerja Guru (PKG), Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan Penyusunan Rencana Kerja (PRK). PKG membahas tentang kompetensi guru secara umum, termasuk diantaranya penilaian untuk kenaikan pangkat, sertifikasi dan sejenisnya, RA kurang tertarik bahas itu. Yang menarik perhatian RA adalah tentang Domain Kompetensi Guru. Ada 14 kompetensi Guru Pembelajaran yang terbagi dalam 4 kategori, Pedagogi, Kepribadian, Sosial dan Profesional.

Kompetensi Pedagogi lebih mengarah ke hubungan dengan peserta didik, bagaimana mengenal karakteristik tiap siswa, menguasai teori belajar, mengembangkan kurikulum hingga memberi penilaian dan evaluasi belajar siswa. Kompetensi kepribadian menyorot etos kerja, tanggung jawab dan kebanggaan sebagai guru. Juga sikap sebagai seorang guru yang harus sesuai norma agama, hukum, sosial dan budaya Indonesia. Intinya adalah guru harus mampu menjadi teladan! I will do it, bismillah!

Kompetensi sosial mengutamakan tentang komunikasi yang luwes antara guru dengan guru yang lain, karyawan tata usaha, orang tua peserta didik dan masyarakat. Selain itu seorang guru harus bersikap inklusif, obyektif dan tidak diskriminatif terhadap siapapun terutama peserta didik.

Kompetensi Profesional menuntut seorang guru untuk menguasai materi struktur konsep dan pola pikir keilmuwan yang mendukung mata pelajaran yang diampu serta mengembangkan keprofesian melalui tindakan reflektif atau tindakan ketauladanan.

Workshop pertama ini jelas mendapat respon yang sangat beragam, maklum sifat orang Indonesia setiap memperoleh hal yang baru pasti akan ada pro dan kontra. Tidak semua guru antusias mengikuti kegiatan ini, sangat disayangkan sebenarnya karena toh kegiatan ini juga untuk pengembangan skill mereka juga. Mungkin mereka sudah merasa jago menjadi guru, sudah establish dengan pencapaiannya, tidak punya keinginan untuk do better padahal namanya belajar sampai nafas terakhir dihembuskan.

RA bukan sok-sok an merasa paling benar, jujur masih banyak kekurangan dalam hal mendidik siswa, masih suka malas ketika ngajar terutama jika menghadapi siswa radikal, masih suka korupsi waktu ngajar, tetapi justru karena itu RA ingin belajar seperti apa sih menjadi guru yang ideal, setidaknya tidak sampai merugikan peserta didik. Tertib waktu, tertib administrasi, tertib konsep, tertib ngajar dan tertib-tertib lainnya. Makanya, ketika kantor mengadakan workshop, RA sangat antusias!

Sampai tulisan ini dibuat, acara masih berlangsung…semangat!!

Silahkan dikoreksi dan didiskusikan, semoga bermanfaat!

e-mail: karis.nsz@gmail.com

About these ads

About Rideralam

Suka Yang Simpel

Posted on June 20, 2013, in Part of My Life and tagged , , , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: