Kenapa Malu Bilang Recall?

Honda-CB150R-2RiderAlam.com – Beberapa waktu lalu blog iwb dan tmc mengabarkan tentang kemungkinan adanya recall produk sport sayap tunggal, Honda CB150R terkait dugaan kerusakan swing arm. Jagad blogsphere heboh! Hingga akhirnya kedua blog papan atas tersebut per-hari ini, Sabtu (8/2) kembali mengabarkan lanjutan kabar di atas. Hasilnya adalah AHM TIDAK MELAKUKAN RECALL HANYA PEMERIKSAAN!

Blog iwb menulis seperti berikut:

Tidak benar ada recall!!!. Kita hanya melakukan pemeriksaan sebagai langkah preventif”

Sedangkan, tmcblog menyebutkannya dengan bahasa:

Adalah Benar Astra Honda motor sedang melakukan kampanye pengecekan gratis terhadap Part dari CB150R

Heemm…. tolong koreksi RA jika salah. Bukannya pemeriksaan seperti yang dimaksud (monggo nyebrang ke kedua blog tadi untuk kabar lebih lengkap) merupakan istilah lain dari recall ya? Recall terbatas alias selektif hanya beberapa produk CB150R yang telah didata oleh AHM.

Pemeriksaan atau pengecekan yang dimaksud berdasarkan laporan dari konsumen.

Berdasarkan laporan yang masuk dari konsumen adanya pemasangan swing arm  yang nggak bener…..kita segera tanggap untuk selidiki”

Pemasangan swing arm yang nggak bener itu jika memang berasal dari produksi (pabrik) memang sudah selayaknya dilakukan recall alias pengecekan (tolong dikoreksi jika kalimat ini salah). Apapun hasilnya, entah memang benar ada kesalahan pemasangan swing arm atau tidak, tetap saja pemanggilan unit-unit motor (walaupun tidak semua) untuk dilakukan periksa gratis di dealer resmi bisa disebut recall.

Lalu, kenapa AHM masih malu atau takut pelayanan yang mereka berikan itu disebut recall? Kenapa menyebutnya hanya sebagai pemeriksaan atau pengecekan?

Sudahlah, kita semua paham bahwa recall itu adalah bagian dari sebuah produksi barang. Toh tujuan dilakukan recall merupakan bagian dari pelayanan oleh produsen dalam melindungi konsumennya. Kenapa harus takut untuk bilang recall? Apalagi AHM (baca Honda) sudah besar, dominan dan RA yakin dengan recall tidak akan berpengaruh signifikan terhadap penilaian konsumen, bahkan bisa jadi tindakan gentle ini semakin diapresiasi konsumen.

Baca Juga:

[display-posts tag=ahm]

Advertisements

19 Comments

  1. cuma beda bahasa bro. kok heboh gitu. yg penting kan ada action. as u know jika disebut recall ahm bisa rugi image, dan butuh biaya bla bla bla yg lebih besar buat memperbaikinya. bisnis is bisnis. mana bahasa paling halus dan meminimalisir efek negatif.

  2. toh jika ente jd bos ahm akan melakukan hal yg sama. ingat bro garansi bukan berarti ganti unit baru. kalo ada yg dapet baru berarti tu customer beruntung krn pabrikan males ribut. dan efeknya ke media juga diperhitungkan.

  3. Masalahnya AHM dan YIMM sama-sama “ambil halusnya”.
    Coba diingat tahun lawas. Saat Vario 110 mendapat masalah, bagaimana penanganannya, saat CB150 saat ini terkena masalah bagaimana penanganannya. Dan saat Vixion gen 1 kena masalah fuel pump, gimana penanganannya.

    Mas Haji Taufik kebetulan punya motor Vario 110 gen 1 dan Vixion gen 1. Tidak semua memang kena masalah…tapi menjadi hiruk pikuk yang dimanfaatkan 😀 😆
    You know lahhh…

    Akhirnya mas Taufik sendiri tau kan mana yang merespon dan mana yang tidak… 😀

    • Di sini ahm bilang ga ada recall hanya pemeriksaan, bukannya pemeriksaan adalah pemanggilan unit motor ke dealer untuk dicek benar tdk ada masalah, dan itu adalah recall. Sebab recall tidak harus penggantian part atau bahkan unit bukan? Pengecekan berupa panggilan kepada konsumen bisa disebut recall, hanya kenapa tidak diakui bahwa itu recall. Apakah mereka tidak mau ada imbas “politik” jika menggunakan kalimat recall? Padahal yg mereka lakukan saat ini ya masuk kategori recall

      • Betulll…
        Sebagian dari kita akan paham dengan bahasa² seperti itu. Bahkan termasuk silent recall yang diadakan oleh ATPM. Ada lho itu silent recall…tanya yang sudah pernah ngalami saja kalau pas mengalami… 😀

        Tapiiii…yang saya tegaskan…
        Semua ATPM motor di Indonesia belum pernah paké kata recall untuk pengecékan atau pemanggilan produk yang sudah terjual ke konsumén. Cari di mbah Google atau siapapun. Gak bakalan ketemu (untuk kasus di Indonesia)

        Sementara “kita” mengharapkan semua ATPM mau bilang recall. Itu intinya…makanya dari yang sudah-sudah, semua adanya silent recall :mrgreen:

  4. saya pikir ini ada hubungannya dengan pendewasaan publik . .. recal = produk cacad
    oleh karena itu setelag anchor pin vario 110 CW gak ada lagi pabrikan bilang itu recal . .. mau itu soal Fuel punm Vixion awal sampai terakhir swing arm cb150 . . . karena mungkin ereka sudah riset . . .kata kata sepetinya tersebut punya impact cukup serius

  5. Bagi pengguna CB150R coba lebih berhati-hati dengan motor yang tiba-tiba mati, karena saya baru mengalaminya. Usut punya usut ternyata Fuel Pump mati total, yang sebelumnya saya pikir adalah businya yang mati karena waktu service ke 16.000 oleh AHASS tidak diganti dengan alasan masih bagus n malahan yang disarankan ganti oleh mereka adalah gearset yang harusnya diganti pada kilometer 24.000 serta saringan udara memang benar di 16.000 dan anehnya mereka yang menyarankan eh malah barangnya gak ready, so..akhirnya tuk gear set saya pake punya new mega pro karena di AHASS tersebut adanya itu dan untuk saringan udara saya beli sendiri di AHASS Dewi Sartika dan pasang sendiri. Jadi apabila ada gejala susah distater, kadang mati mendadak ketika sedang jalan walaupun masih bisa distater kembali dan brebet ketika digas maka waspadalah bisa jadi itu karena Fuel Pump sudah mau mati total seperti punya saya sekarang. Dan satu lagi, perhatikan list item dibuku service apakah setiap point tersebut telah dilaksanakan atau belum karena di AHASS tempat saya service banyak yang dilompati alias tidak dikerjakan. Sebagai contoh masalah busi, karena selain fuel pump motor saya mati n busi pun juga memang mati ketika di cek oleh bengkel pinggir jalan.

1 Trackback / Pingback

  1. Ewuh Pakewuh Penggunaan Kata Recall di ATPM Motor Indonesia | WIRO NyöbaMôtö

Comments are closed.