Masih Ada 3 Tahap Yang Harus Dilalui Sebelum MotoGP Indonesia Benar-Benar Hadir

image

Masih Ada 3 Tahap Yang Harus Dilalui Sebelum MotoGP Indonesia Benar-Benar Hadir. Mimpi Indonesia untuk menggelar kembali MotoGP seperti tahun 1997 silam mendekati kenyataan. Dorna Sports selaku otoritas MotoGP telah memberikan lampu hijau buat Indonesia menjadi salah satu tuan rumah MotoGP tahun 2017 hingga 2019. Namun, semakin dekat mimpi itu semakin keras udaha yang hatus dilakukan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga. Usai ditandatangani Letter of Intention (LOI) antara Menpora dan CEO Dorna beberapa waktu lalu, Indonesia sudah ditunggu 3 pekerjaan rumah besar yang harus segera dilakukan.

Pertama, Indonesia harus membuat masterplan MotoGP 2017. Melalui google diketahui bahwa Masterplan atau induk perencanaan sangat penting dibuat agar Dorna tahu dan yakin akan dibawa ke arah mana MotoGP Indonesia nantinya. Pengelola Sentul International Circuit, Tinton Suprapto telah membeberkan bahwa Sentul nantinya akan berkarakter seperti Monaco dimana penonton bisa menyaksikan dari kamar hotelnya. Sebab, di sekitar sirkuit akan dibangun hotel dan area komersil lainnya. Sebuah masterplan yang menarik dari sisi konsep penyelenggaraan. Namun, tidak kalah penting juga Indonesia harus membuat perencanaan mengenai akses menuju dan keluar Sentul. Macet adalah PR besarnya.

Kedua, Keputusan Presiden. MotoGP adalah sebuah event balap yang berbeda dengan event lainnya. Dorna mensyaratkan pemerintah harus terlibat dalam penyelenggaraan tuan rumah MotoGP. Nah, salah satu bukti keterlibatan pemerintah adalah dengan adanya Keputusan Presiden (Keppres). Keppres ini akan menjadi payung hukum penyelenggaraan MotoGP sekaligus bukti sahih keterlibatan pemerintah. Keppres juga menjadi jaminan Indonesia akan keseriusan menyelenggarakan MotoGP.

Ketiga, Penandatanganan Kontrak dengan pihak Dorna Sports. Ini dia syarat yang menjadi target utama Indonesia jika ingin benar-benar menjadi tuan rumah MotoGP. Dengan penandatanganan kontrak maka ada kepastian hitam di atas putih tentang status Indonesia. Namun, untuk mencapai tahap ini maka dua syarat pertama harus dipenuhi dulu, masterplan dan keppres. Setelah kontrak ditandatangani, kabarnya Indonesia dijatah 3 tahun untuk tahap awal, maka Indonesia telah sejajar dengan negara-negara penyelenggara MotoGP lainnya seperti Malaysia, Australia atau Jepang. Rakyat Indonesia menunggu tahapan ini segera terwujud.

Nah, bolehlah kita sekarang berandai-andai. Entah di Sentul ataupun dimana saja tidak masalah selama masih di Indonesia, andaikan MotoGP benar-benar mampir ke Indonesia tentu saja akan banyak keuntungan yang bisa di dapat oleh bangsa ini. Paling utama jelas nama Indonesia akan semakin dikenal di kancah otomotif dunia. Tidak lagi disindir dengan ungkapan “pembalap gak punya, tuan rumah juga bukan, tapi komentatornya paling ganas”, setidaknya bisa sedikit “sombong” dengan menjadi tuan rumah. Tinggal mencari bibit pembalap yang akan berlaga di Moto3 atau Moto2 atau bahkan MotoGP.

Jadi, Masih Ada 3 Tahap Yang Harus Dilalui Sebelum MotoGP Indonesia Benar-Benar Hadir.

Advertisements

Comments are closed.