Jangan Sesekali Upgrade Performa NMax Dengan Roller Mio M3, Kecuali….

Sedikit cerita pengalaman modif kecil-kecilan pada Genza. Ceritanya, lagi cek Genza ke BeRes untuk bunyi kasar di bagian belakang motor. CVT pun dibongkar untuk dibersihkan dan dikencengin baut-bautnya. Nah, saat itu kepikiran untuk tahu bagaimana rasanya kalau roller bawaan Genza diganti milik Mio M3 yang lebih ringan 1 gram. Dari baca-baca katanya tarikan bawah akan lebih enteng, top speed pun tidak terlalu dikobankan. Oke, mumpung CVT dibongkar, sekalian saja pasang roller Mio M3. Dan hasilnya diluar dugaan.

Oh iya, harga roller Mio M3 Rp 9.000,- per-biji. Jadi, berhubung roller Genza ada 6, keluarlah duit Rp 54.000,-. Warna rollernya hitam, beda dengan milik Genza yang rada silver. Bobot 1 roller Mio M3 12 gram (roller Genza 13 gram). Singkat cerita, roller barupun terpasang. Genza siap dibawa pulang. Sebelumnya, sang mekanik usai mencoba Genza pasca masuk bengkel dengan meyakinkan mengatakan “enak mas tarikannya enteng”. Wow… Beneran nih kata artikel itu. Tak sabar rasanya mencoba.

Setelah membayar biaya servis, segera RA tunggangi jok empuk Genza. Perlahan berjalan, gas dipluntir sedikit demi sedikit. Ada yang aneh yang dirasakan, “koq tarikan bawahnya berat banget?”. Kemudian otak segera menghalaunya dengan mengatakan “ah, paling karena part baru jadi masih belum moncer, berat deh”. Oke, mungkin dengan semakin lama dipakai akan mulai menunjukkan kelebihannya, tarikan enteng.

Sehari… Dua hari… Tiga hari… Ternyata nihil. Genza tetap berat tarikan bawahnya. Alhasil, konsumsi bbm pun jadi lebih boros. Biasanya saat masih kondisi roller ori Genza yang dipakai average bbm di kisaran 37-39 km/l. Mentok-mentok kalau gaspol diangka 35 km/l. Ternyata setelah menggunakan roller Mio M3 hasilnya maksimal di 35 km/l! Bahkan pernah tembus 32 km/l, sebuah angka yang tidak pernah tersentuh saat kondisi Genza original. Akhirnya dengan yakin diputuskan roller Mio M3 tidak cocok dengan Genza…

Eits, jangan protes dulu. Memang benar roller Mio M3 tidak cocok dengan Genza alias NMax, namun dengan kondisi HANYA roller saja yang diganti tanpa mengganti part lain yakni per CVT, ring pulley dan per kampas ganda!

Jadi, kalau brosis mau main-main dengan roller NMax jangan lupakan juga untuk mengganti per CVT dengan milik Vario 125 atau PCX sekalian, juga Ring Pulley yang sebenarnya NMax tidak memakainya dan per kampas ganda dengan milik Mio J. Kalau itu sudah dilakukan, bolehlah berharap NMax brosis enteng tarikan bawah, ngacir di top speed. Oh iya, satu lagi jangan lupa untuk membubut rumah roller NMax ya agar derajat sudut rumah roller ikut berganti. Ini tujuannya untuk menjaga top speed.

Byuh… Pelajaran yang bisa dipetik dari cerita RA di atas adalah kalau mau memodifikasi jeroan motor (dalam hal ini CVT NMax) jangan nanggung atau hasilnya bakal sangat mengecewakan hohohoho… Nasib dana tifiiss… :mrgreen:

Contact me on:
Whatsapp +628 77 1 2727 000
Email karis.nsz@gmail.com
Instagram @karismapr
Twitter @karismapr

Advertisements

18 Comments

  1. Nmax saya (ilsa), ganti roller xeon 3 pcs, roller mio m3 3 pcs, sama per cvt xeon.itu aja, bawahnya jadi lebih enteng, top speed malah nambah 2kpj

  2. Matic kelas 125 cc blue core rata rata part cvt nya sama dgn nmax,ambil contoh kampas ganda mio m3/z & nmax no part nya sama dgn xeon yg membedakan kode jenis motornya,klw mio 2 PH,nmax 2 DP,coba perhatikan! Harga kampas ganda mio3 dan nmax bisa lbh mahal 100 rb dibanding xeon,padahal part nya sama,kok bisa!!!…hayooo jadilah konsumen yg teliti dan pintar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*