Grafis Perbandingan Harga Sport 150, Suzuki Memang "Kurang Ajar!"

Artikel Suzuki lagi, GSX-R150 lagi, ya mau gimana lagi bro, lagi happening nih Suzuki. Sekalian bantu biar Suzuki makin pede untuk “perang” dengan saudara Jepunnya. Semua sudah tahu kalau Suzuki membanderol duo GSX nya dengan harga miring (artikel), jauh di bawah produk sekelas dari pabrikan sebelah. Nah, fanspage Laskar Suzuki di facebook memposting perbandingan harga duo GSX dengan kompetitor, bagaimana gambaran umumnya? cek yuk...

Memang sih, Laskar Suzuki comot gambar dari zonamotor (keren juga nih grafis yang dibuat oleh zonamotor (thanx u admin ide gambarnya). Dengan melihat gambar, bisa kita ketahui dimana posisi GSX-R150 dibanding R15 maupun CBR150R atau posisi GSX-S150 dibanding New Vixion dan CB150R dari sisi harga.

Terkadang harga memang bukan menjadi faktor utama pertimbangan konsumen meminang si kuda besi. Namun, orang-orang yang di posisi ini tidak mewakili mayoritas konsumen di negeri ini, ada tapi gak banyak. Nah, yang paling banyak adalah yang ingin motor keren, performa gahar, tongkrongan gak malu-maluin namun harga bersahabat dengan dompet. Di sinilah Suzuki hadir dengan duo GSX-nya. Ketika kompetitor berlomba-lomba menaikkan harga sport 150cc hingga di atas 30 juta atau naked bike di atas 25 juta, Suzuki menghajarnya dengan banderol miring, namun gak murahan. Desain oke, performa terbaik (di atas kertas), kualitas material tebal dan harga termurah. Siapa yang gak ngiler tuh…

Simak perbandingan harga sport 150 cc di bawah ini:

Suzuki GSX-S150 Rp 23.900.000,-

Honda CB150R putih Rp 25.400.000,-
Honda CB150R hitam Rp 26.400.000,-
Yamaha New Vixion Rp 25.600.000,-


Suzuki GSX-R150 Rp 27.900.000,-

Honda CBR150R merah Rp 32.500.000,-
Honda CBR150R putih&hitam Rp 33.100.000,-
Honda CBR150R repsol Rp 33.300.000,-
Yamaha YZF-R15 Rp 31.300.000,-

Last, Suzuki memang telah memberikan harga yang masuk akal untuk duo GSX-nya, namun yang tidak kalah pentingnya adalah Suzuki harus bisa membuat konsumennya percaya diri dengan produk yang dimilikinya dengan cara salah satunya memperbanyak jaringan aftersales di daerah-daerah. PR besar masih menanti pabrikan berlogo S itu terkait banyaknya jaringan dealer dan bengkel resmi yang tutup. Usai euforia GSX series ini, Suzuki harus mulai alihkan fokus ke layanan purna jual atau kalau tidak, bukan tidak mungkin jika strategi harga justru menjadi bumerang. “Murah sih murah, mau diservis dimana coba”, jangan sampai begitu lho…
-RA-

Advertisements