Mana Harga Dirimu…? Lha, Harga Dirimu Mana?

Hanya bercerita soal anak manusia yang begitu takut jagoannya kalah, parno. Mencoba bercerita tentang andalan yang selama ini dielu-elukan mulai terancam tak lagi dilirik manusia lainnya. Tidak salah juga kalau bercerita tentang manusia yang secara finansial tidak kekurangan, tapi masih baper majikannya akan kalah oleh tetangga. Hello… situ bawahan ya?

Entah bagaimana mengikuti pola pikirnya. Mainannya barang mahal, hanya 1-2 orang yang bisa menyamainya, tapi berpikirnya masih seperti anak-anak yang hanya punya mainan 10ribuan dapat 3, situ sehat?

Bagaimana mungkin, di suatu masa mengatakan “di dunia ini menyerupai apapun sebelumnya adalah hal yang lumrah”, tapi ketika mulai terdesak justru memvonis si ono niru si ini, si ini niru si ono. Hello… amnesia om/mbak/pak/lek/mbok/mbah?

Di suatu masa menyebut si itu fanatik dengan sesembahannya, lha koq sekarang serasa de javu ya melihat dirimu. Menanyakan harga diri manusia lain, situ kemana harga dirinya sampai menjadi sepatu bagi majikanmu?

Ayolah, kalau memang suka atau demen dengan si itu, gak usahlah pake menjelekkan si atu, ironis. Makin berumur koq makin tidak masuk akal pola pikirmu. Atau gara-gara tidak diundang mantenan ya?

RA

Advertisements

18 Comments

  1. Menurut pengamatan dan analisa ngawur saya bro rideralam, setidaknya sudah ada dua anak manusia yg berhubungan dengan hal tersebut diatas, namun keduanya memiliki gaya yg berbeda dalam penyampaiannya, yaitu :

    1). Yang pertama adalah yg berhubungan dg isi tulisan diatas, penyampaianya lebih secara terang-terangan dengan bahasa penulisan yang berbau sarkastik, sehingga bagi orang2 tertentu akan tau maksud yg dituju.
    2). Yang kedua adalah dia yang identik dengan salah satu hewan primata, dari bahasa penulisannya memang tidak ditemui penulisan bahasa yg berbau sarkastik, namun jika kita jeli mencermati gambar yg di upload maka disitulah kita akan menemukan hal yang janggal dimana gambar tersebut tidak sesuai dengan isi dari tulisannya, dengan kata lain menyampaikan suatu sindiran melalui sebuah gambar, atau gambar yang mengandung unsur sarkastik. Ini lebih cerdas daripada cara penyampaian yg pertama tadi namun sama saja ujung2nya juga niatannya menyindir 🙂

  2. ngoahahahaahhahaa….
    gratisan kali..
    pokoknya kalo si ini niru itu gak boleh, gak kreatif, gak punya ide.
    tapi kalau si ono yg niru, ooo itu penyempurnaan, strategi desain, amati tiru modifikasi.
    bla…bla…bla….

    😆

  3. memang isi tulisan dari si anu itu bisa bikin panas dingin orang yang baca, namun setelah ane amati secara ngawur akhirnya bisa disimpulkan bahwa si anu bisa saja bertujuan supaya hitz naik dg menggunakan tulisan yg kontra atau memakai jalan yang sulit, mengingat YBS kan tidak diundang tidak ketemu MVK25. membuat tulisan supaya terjadi “kobongan”, yg mungkin berpotensi menimbulkan fitnah diantara para pembacanya, seharusnya hal semacam ini bisa dihindari. Dan betul sesuai judul, harga diri si anu tersebut memang sepertinya sudah pudar. Tapi yaahh… tentunya kita tidak perlu dan tidak bisa menyalahkan, namanya orang nyari duit nyari rupiah ya segala daya upaya dikerahkan demi dapur tetap ngebul walaupun hal yg dilakukan itu nantinya akan berdampak negatif ya masa bodoh.

  4. saya punya motor beat, mio, supra dan smash.. situ tidak sehat ? tapi mainan saya mobil ferrari dan 3 biji lamborghini.. bus ada 120 biji. mobil harian kaya fortunner, sama innova atau camry ada puluhan , dipakai sama staff operasional. situ flu.. harga dirimu berapa ? kamu tinggal pilih

Comments are closed.