Babak Baru Kasus Kartel Honda-Yamaha, KPK Siap Terlibat…Nah Lho!!!

Brosis, kasus dugaan kartel antara Honda dan Yamaha untuk produk skutik 110-125 cc mulai memasuki babak baru. Jika sebelumnya hanya KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) yang terlibat, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menaruh perhatian. Wow… apakah KPK mulai mengendus bau-bau kerugian negara di kasus kartel Honda-Yamaha ini?

Majelis Komisi KPPU menyebutkan Honda-Yamaha sengaja membuat mahal harga skutik dari banderol sewajarnya. Kedua perusahaan motor itu terindikasi bersekongkol mengatur harga demi mendapatkan keuntungan besar. Demikian kesimpulan akhir KPPU yang akhirnya memvonis Honda dan Yamaha denda hingga puluhan miliar.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pihaknya siap terlibat dalam kasus kartel Honda-Yamaha ini jika ada indikasi tindak pidana korupsi. Ia tidak mau menduga-duga apakah ada pihak penyelenggara negara yang terlibat dalam kasus ini, namun jelas jika negara dirugikan atas kasus ini gegara tindakan korupsi maka KPK tidak segan ikut campur.

Baca Juga
[display-posts tag=”kartel” posts_per_page=”4″]

“KPK memang sudah beberapa kali bertemu dengan KPPU, kami sudah koordinasi beberapa kali,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Kamis, 2 Maret 2017. “Kita juga harus pastikan apakah di pelayanan publik itu ada kewenangan KPK, atau kalau ada gratifikasi. Tapi kami tak ingin berandai-andai,” seperti dikutip dari tempo.co.
Sementara itu, Honda dan Yamaha dikabarkan mengajukan banding atas putusan KPPU tersebut. Kuasa hukum Honda, Verry Iskandar, menyatakan kliennya akan mengajukan keberatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara atas putusan KPPU. Sementara Yamaha akan mengajukan sesuai dengan domisilinya.

Wah… kalau KPK sudah turun tangan alamat makin panjang nih kasus kartel. Semoga segera selesai masalah ini agar baik Honda maupun Yamaha bisa kembali fokus 100% memberikan yang terbaik bagi para konsumennya. Ke depan harapannya tentu saja tidak akan ada lagi kasus kartel seperti ini. Apapun alasannya, merugikan konsumen adalah tindakan bejat. Sudah lah kita mengeluarkan uang tidak sedikit, ditipu pula dengan harga di atas standar untuk produk standar.

RA

Advertisements