The King of Winter Test 2017: Maverick Vinales

Vinales… Vinales… Vinales… Vinales. Empat kali lebaran eh empat kali tes empat kali pula tercepat. Itulah konklusi gambaran performa pembalap anyar Yamaha, Maverick Vinales, saat menghadapi MotoGP musim 2017. Tes pramusim disapu bersih sejak Valencia, Sepang, Philip Island hingga Losail, Qatar akhir pekan lalu. The King of Winter Test 2017. Inikah calon serius penantang juara bertahan Marc Marquez di MotoGP musim ini dan beberapa tahun ke depan?

Sedikit flashback ke akhir musim balap tahun lalu, tepatnya sehari setelah seri terakhir Valencia. Para pembalap yang telah sepakat dalam kontrak pindah ke tim langsung jajal motor tim barunya. Jorge Lorenzo jajal Desmosedici GP16, Andrea Iannone geber GSX-RR, pun termasuk Vinales yang langsung gaspol YZR-M1 edisi 2016. Hasilnya, dua hari tes mutlak menjadi milik Vinales. Ia tak terkejar oleh pembalap-pembalap lain, bahkan oleh pembalap yang tidak pindah sekalipun. Kebetulan atau yang lain belum maksimal? Bisa jadi…

Tes pramusim kedua dilangsungkan di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Tes kali ini pembalap-pembalap anyar sudah resmi bergabung dengan tim barunya. Kontrak mereka dengan tim lawas sudah berakhir sejak 1 Januari. Tes dilakukan pada 30 Januari 2017. Hari pertama, Vinales hanya mampu finish ketiga. Hari kedua progress dengan finish kedua dan puncaknya di hari terakhir tes Vinales menutup dengan menjadi yang tercepat. Hasil kombinasi tiga hari tes mencatat laptime Vinales yang tercepat dibanding pembalap lainnya. Publik mulai melihat ini bukan hasil yang kebetulan. Vinales memang cepat dan mampu beradaptasi dengan cepat. Sebagai perbandingan, Jorge Lorenzo yang juga melakukan tes dengan Ducati hanya mampu tercepat ke-9!

Baca Juga
[display-posts tag=”motogp-2017″ posts_per_page=”4″]

Tes pramusim berikutnya dilangsungkan di Sirkuit Philip Island, Australia. Sirkuit di pinggir pantai ini menjadi saksi bisu berikutnya tentang betapa kencangnya seorang Maverick Vinales di atas Yamaha M1. Hari pertama tes yang dilangsungkan pada 15 Februari menjadi milik Marc Marquez. Vinales di posisi keempat. Hari kedua, Vinales mulai menunjukkan “amarahnya”. Langsung menjadi yang tercepat sekaligus menjadi satu-satunya pembalap dengan limit laptime tembus 1m 58s. Di hari terakhir laptimenya makin dipertajam sekaligus kembali menjadi pembalap tercepat secara keseluruhan. Vinales hanya mampu didekati oleh Marquez yang memang sejak kecil sudah menjadi rival di atas lintasan.

Akhir pekan lalu, tes pramusim terakhir untuk kelas MotoGP dilangsungkan di Sirkuit yang sekaligus sebagai sirkuit pembuka musim balap 2017, Sirkuit Internasional Losail, Qatar. Cerita mirip Philip Island terjadi. Hari pertama tes, Vinales belum menjadi yang tercepat. Ia berada di posisi kedua di belakang Andrea Dovizioso. Baru di hari kedua spaniard 22 tahun ini menunjukkan kelasnya kembali. Laptime tercepat diraihnya dan hanya bisa ditempel rekan sekaligus idolanya, Valentino Rossi. Dan puncaknya di hari ketiga, Vinales makin menjadi-jadi. Laptimenya makin tajam dan akhirnya secara keseluruhan Ia menjadi yang tercepat (lagi).
Mari kita lihat laptime Vinales dan pembalap terdekat di 4 kali tes pramusim MotoGP 2017 berikut:

Valencia 15-16 November 2016
Vinales: 1m 29,975s
Marquez: 1m 30,171s

Sepang 30 Januari – 1 Februari 2017
Vinales: 1m 59,368s
Iannone: 1m 59,452s

Philip Island 15-17 Februari 2017
Vinales: 1m 28,549s
Marquez: 1m 28,843s

Qatar 10-12 Maret 2017
Vinales: 1m 54,330s
Dovizioso: 1m 54,401s

See, ada tiga nama yang mampu mendekati Vinales. Marquez dua kali di Valencia dan Philip Island, Iannone dan Dovi masing-masing di Sepang dan Qatar. Tidak ada nama-nama tradisional seperti Rossi, Lorenzo atau Pedrosa. Rossi seperti yang sudah-sudah memang selalu tampil kurang mengkilap di pramusim. Lorenzo bisa dipastikan masih butuh adaptasi lebih di Ducati. Pedrosa sepertinya memang sudah siap lengser sebagai pembalap alien.

Luar biasanya penampilan Vinales sepanjang pramusim bisa jadi adalah sinyal MotoGP 2017 yang akan dimulai 2 pekan lagi di Qatar akan menjadi sebuah musim yang seru. Anak baru Yamaha ini telah menunjukkan bahwa Ia bisa sangat cepat beradaptasi di atas tunggangan baru, cepat melaju di lintasan, dan performanya semaikin hari semakin meningkat. Juara bertahan Marquez yang juga tengah beradaptasi dengan perubahan mesin screamer RV213V ke bigbang akan mendapat lawan sepadan lainnya selain Valentino Rossi. Bahkan, bukan tidak mungkin yang satu ini akan lebih berat sebab usia sama-sama masih muda, skill terus berkembang, pengalaman sudah cukup dan tentu saja ambisi menggelora untuk menjadi juara dunia sekaligus menaklukkan rival masa kecilnya akan membuat motivasinya berlipat ganda.

Baca Juga
[display-posts tag=”analisa” posts_per_page=”4″]

Namun, Vinales juga jangan puas terlebih dahulu. Ini hanyalah pramusim. Tidak ada poin yang diperebutkan. Vinales belum meraih apapun di pramusim ini selain “hanya” titel tak resmi sebagai pembalap tercepat pramusim. Panggung sebenarnya untuk mengeksploitasi kemampuan ada di kompetisi sebenarnya. 18 seri haru ditaklukkan dimulai dari Losail, Qatar 26 Maret dan ditutup di Valencia 12 November mendatang. Lawan tentu saja tidak akan tinggal diam. Seri demi seri berarti tingkat persaingan akan semakin meningkat, tensi rivalitas makin meninggi dan sikap mental yang benar akan menunjukkan siapa pemenang sebenarnya di akhir musim nanti. Vinales, Marquez, Rossi, Lorenzo, Dovizioso, Iannone atau bahkan Crutchlow yang akan menjadi pembalap paling lebar tersenyum nanti.
RA

Credit: motogp.com, crash.net

Advertisements