Pilih NMax 155 Atau Aerox 155? Baca Komparasi Berikut Yuk…

Punya badan ukuran di atas rata-rata itu sedikit menyiksa terhadap pilihan motor tunggangan. Sebenarnya dibilang susah gak juga sih, moge bisa jadi pilihan utama. Tapi, itu dia masalahnya sudahlah badan gede, kemampuan finansial kecil, akhirnya moge menjauh, motor entry level tetap jadi pilihan utama. Tahu sendiri, motor-motor entry level ukurannya imut-imut. Tapi, di antara motor-motor imut itu masih ada yang sedikit cocok dengan postur tubuh jumbo begini. Apa saja? Yuk kita simak…

Sebelumnya, sebagai informasi ke-big size-an di sini adalah TB 190cm BB 100+kg. Tidak usah kaget lho ya, apalagi senyum-senyum gak enak dilihat gitu. Jitak nih hahahaha… lalu, entry level di sini maksudnya motor dengan range harga 15-35 juta. Lebih spesifik lagi jenis matik. Sport di artikel lain saja, kapan-kapan.

Di range harga itu ada dua matik ukuran besar yang bisa dijadikan alternatif pilihan. Kebetulan keduanya dari Yamaha. Yang satu NMax 155 dan satunya Aerox 155. Keduanya sudah sama-sama mengusung teknologi VVA atau variable valve actuation, teknologi yang membuat mesin motor makin bertenaga di putaran menengah ke atas tapi tetap irit bahan bakar. Kebetulan lagi keduanya sudah pernah RA jajal. Sebenarnya ada satu lagi yakni Honda PCX, namun harganya yang mencapai 40 juta sangat menyebalkan untuk dimiliki. Brugmann 200 abaikan saja. No offense lho…

Oke, hayuk kita bandingkan dua maxi scooter Yamaha ini, NMax vs Aerox. Perbandingan kita persempit untuk ergonomi, handling, akselerasi, dan fitur.

Ergonomi
Yamaha menciptakan NMax 155 dan Aerox 155 untuk segmentasi yang berbeda. NMax untuk konsumen yang mature, sedangkan Aerox untuk yang berjiwa muda. Dari segmentasi itu saja sudah bisa kita lihat perbedaan secara ergonomi. NMax lebih santai, tangan masih ada sisa untuk sedikit menekuk kalau Aerox tangan lurus menjulur dan dengan riding style agresif khas layaknya matik sport. Untuk kaki, NMax menawarkan tiga pilihan posisi kaki yakni standar dengan meluruskan kaki ke bawah, agresif dengan sedikit memundurkan kaki ke belakang dan santai dengan meluruskan kaki ke depan. Lurus di sini untuk big size like me tidak benar-benar lurus sih, masih menekuk sedikit hehehe

Untuk sektor ergonomi, NMax 9; Aerox 7

Baca Juga
[display-posts tag=”aerox-155″ posts_per_page=”4″]

Handling
Poin kedua adalah soal handling. Yamaha terkenal dengan motor-motornya yang punya handling mantabs. Apakah ciri itu juga ada di maxi skutiknya? Ergonomi NMax membuat rider dalam posisi santai. Posisi stang lebih tinggi dari badan. Kelebihannya badan tidak lekas cape saat riding namun mengurangi kegesitan saat selap-selip di jalanan yang macet. Yang punya NMax silahkan coba putar 360° NMax-nya alias balik kanan atau kiri, dijamin akan kesulitan melakukannya. Siku akan mengenai badan saat stang diputar maksimal. Menyulitkan saat belok. Sedangkan Aerox punya ergonomi yang mirip matik Yamaha pada umumnya. Posisi stang lebih rendah dari tubuh. Kekurangannya tangan akan lebih cepat cape terutama bagian telapak yang menekan handle lebih keras. Badan juga lebih cepat cape dibanding NMax. Namun, kekurangan itu terbalaskan sempurna dengan handling yang enak. Motor lebih mudah menuruti keinginan. Kata blogger papan atas, mudah ditekuk-tekuk. So, buat selap-selip di jalanan macet bukanlah sebuah kesulitan. Tanjakan plus tikungan tajam khas jalanan Tretes mudah ditaklukkan.

Untuk sektor handling NMax 7; Aerox 8

Akselerasi
Nah, salah satu kelemahan motor matik adalah akselerasi yang cenderung nge-lag alias ngeden alias ada jeda sebelum benar-benar melaju. Namun, hal itu sedikit bisa dikurangi pada NMax. Nah, Aerox lebih enteng lagi. Bayangkan saja dengan bobot nyaris 2 kuintal, Aerox masih sangat njengat untuk sekedar berakselerasi keluar dari kemacetan, selap-selip diantara motor dan mobil yang berjejer. Hanya dengan sedikit tarik handle gas, Aerox langsung ngacir. Tarikan bawah Aerox enteng bener. Tapi di tarikan atas ngejar top speed dengan posisi sama-sama boncengan bobot identik, entah koq terasa nafas NMax lebih panjang ya. Aerox yang ringan berbanding NMax yang stabil. Aerox yang gesit berbanding NMax yang anteng.

Untuk akselerasi NMax 8; Aerox 8

Baca Juga
[display-posts tag=”genza” posts_per_page=”4″]

Fitur
Jika VVA dianggap fitur, baik NMax maupun Aerox jelas seimbang. Secara umum NMax kalah fitur dari Aerox, tidak heran sebab Aerox motor yang hadir belakangan yang biasanya memang menyempurnakan yang sudah ada. Kelebihan NMax adalah sektor pengereman sudah double disc depan-belakang. Sehingga untuk menghentikan akselerasi si kuda besi, harus diakui NMax lebih superior dibanding Aerox yang hanya single disc di depan. Namun, sejelek-jeleknya rem Aerox tapi tetap masih membawa ciri khas rem Yamaha, pakem. Jika kita bandingkan fitur Aerox versi standar dengan NMax non ABS, Aerox masih lebih baik. Lampu LED (Nmax masih bulb), layar MID 5,8″ (NMax minimalis), Tachometer (NMax gak ada), dan sebagainya Aerox memang lebih superior. Apalagi jika yang dibandingkan versi tertingginya, S Version vs NMax ABS, NMax kalah telak kecuali di sisi rem cakram. Andaikan Yamaha mau mengeluarkan satu lagi varian spesial misalnya dimana memiliki semua fitur versi S plus tambahan rem cakram belakang, NMax makin terlihat inferior di hadapan Aerox. Sayang, itu belum terjadi setidaknya hingga saat ini padahal jika Aerox diposisikan sebagai sport matic, fitur keselamatan haruslah terlengkap.

Untuk fitur NMax 7; Aerox 9

Jadi, siapa yang unggul antara NMax 155 vs Aerox 155 versi rideralam.com?

RA

Advertisements

2 Comments

  1. klo buat di jkrta yg lbh bnyak stop n go jg tikungan plus mesti selap selip udh pasti AEROX pilihan utama, tp buat yg perjalanan jauh atau hobi turing silahkan pilih NMAX, itu aja sih. trims.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*