Impian Indonesia Jadi Tuan Rumah MotoGP 2018 Pupus Sudah, 2019 Mungkin?

Mimpi Indonesia untuk menjadi tuan rumah MotoGP tahun 2018 pupus sudah. Dorna telah memilih negara lain untuk menjadi tuan rumah ke-19 MotoGP 2018. Negara itu adalah Thailand.

Thailand telah sepakat dengan Dorna Sports S.L. untuk menjadi tuan rumah MotoGP 2018 dalam kontrak berdurasi 2 tahun plus opsi perpanjangan setahun.

Sirkuit yang akan menjadi tuan rumah adalah Sirkuit Chang di wilayah Buriram. Sirkuit Chang sendiri sudah resmi dibuka tahun 2014. Setahun kemudian sudah menyelenggarakan ajang balap World Superbike (WSBK) hingga tahun 2016 kemarin.

Sebenarnya Sirkuit Chang sudah siap dimasukkan di kalender MotoGP tahun ini, namun sponsor masalah dengan Singha membuat Dorna membatalkan Sirkuit Chang. Dengan kontrak itu maka Thailand akan masuk dalam kalender MotoGP 2018.

Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana dengan jadwal seri Asia jika Thailand resmi masuk? MotoGP ketika memasuki seri Asia antara Motegi (Jepang), Philip Island (Australia), Sepang (Malaysia) selalu dilaksanakan berurutan tanpa jeda tiap pekan. Jika Thailand masuk, akankah menjadi 4 minggu beruntun?

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Ini yang berat. Penyebabnya pesaing-pesaing Indonesia sudah banyak yang antri masuk entry list. Jika Thailand sudah pasti jadi tuan rumah 2018 dan 2019 (kemungkinan 2020 juga) maka peluang Indonesia cukup berat.

Penyebabnya dari internal maupun eksternal. Dari dalam, Indonesia memang berambisi menjadi tuan rumah MotoGP, namun hingga saat ini belum ada satu sirkuitpun yang sudah siap digunakan. Baru sebatas AKAN membuat. Sedangkan para pesaing sudah punya wujud fisik sirkuitnya. Ibarat kata, ketika sajian mereka tinggal santap, yang kita masih bahan mentahan.

Faktor dari luar makin memperberat peluang kita. Sudah disebutkan di atas jika sirkuit-sirkuit di Finlandia dan Kazakhstan sebagai pesaing Indonesia sudah berdiri, tinggal pakai, sedangkan di kita baru plan plan dan planing. Selain itu, CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, pernah menegaskan bahwa kalender MotoGP tidak akan terdiri dari 20 seri – itu berarti Finlandia dan Kazakhstan dapat masuk dalam kalender, dengan salah seri pada musim ini keluar dari jadwal. Pun Indonesia masuk antrian paling belakang.

Jika mau mencontoh Thailand, setidaknya butuh 3 tahun untuk trial & error sebelum akhirnya bisa jadi tuan rumah MotoGP. Trial & error 3 tahun menyelenggarakan WSBK, ibaratnya di ospek dulu 3 tahun sebelum diterima.

Namun, kita tidak boleh terlalu pesimis, pesimis dikit bolehlah, sebab Carmelo Ezpelatta sudah memberikan jaminan kepada Indonesia untuk jadi tuan rumah saat gubernur Sumsel Alex Nurdin bertemu dengannya di Sepang tahun lalu. Yang penting langkah pertama yang harus segera diselesaikan adalah bangun sirkuitnya, bangun sarana pendukungnya baru tunjukkan bahwa kita siap dengan fasilitas tidak hanya koar-koar doang.

Setelah itu, bolehlah kita berharap masuk daftar kalender MotoGP walaupun entah tahun berapa.

RA

Credit: id.motorsport.com

Advertisements

Comments are closed.