Update Regulasi MotoGP 2017: Kru Pitlane Wajib Pakai Helm, Penalti Poin Dihapus!

MotoGP 2017 sudah dimulai. Qatar menjadi destinasi pertama sirkus motor-motor prototype tercanggih di kolong jagad dengan Maverick Vinales menjadi juaranya. Sepanjang seri Qatar ada pemandangan menarik di pit seluruh tim yakni adanya kru yang pakai helm. Dan jumlahnya hanya 4 orang. Peraturan barukah?

Penggunaan Helm Oleh Kru Pitlane

Memang benar, MotoGP 2017 ini punya sejumlah regulasi baru yang telah dijalankan sepanjang Seri Qatar. Paling mencolok adalah penggunaan helm oleh kru pitlane saat pembalap melakukan simulasi flag to flag alias saat pembalap mengganti motor.

Dan memang benar sesuai dengan press release dari FIM Grand Prix World Championship soal Sporting Regulation disebutkan bahwa hanya ada 4 kru tim di pitlane yang bertugas saat flag to flag saat race atau Q1 dan Q2 dan diwajibkan memakai helm. Namun, setelah dilakukan pertemuan dengan tim-tim, dicapai kesepakatan bahwa di sesi Q1 dan Q2 diperbolehkan ada 6 kru tim yang bekerja dan semuanya harus pakai helm.

Wah mirip dengan kru pitlane di balapan Formula One (F1) ya… kalau di F1 pakaian kru pitlane nya komplit mirip pakaian balap pembalapnya, di MotoGP lucu. Hanya celana pendek, kaos tim dan helm heheheh… seperti yang tampak pada gambar di bawah.

Penalti Poin Dihapus

Regulasi baru lainnya adalah tentang penalti poin. Ada perubahan drastis di aturan hukuman untuk pembalap ini. Yaitu, sejak musim ini aturan penalti poin untuk pembalap DIHAPUS atau dengan kata lain tidak ada lagi hukuman penalti poin mulai musim ini.

Alasannya karena komisi disiplin dan FIM MotoGP Steward telah memiliki banyak opsi untuk penalti poin. Ke depan FIM MotoGP Steward punya hak diskresi untuk membuat atau memutuskan hukuman tertentu bagi pembalap tanpa bisa dibanding.

Widihhh… bagaimana ya perasaan Valentino Rossi dengan penghapusan penalti poin ini. Maklum, sejak penalti poin diberlakukan, Rossi menjadi pembalap paling dirugikan. Telah mengantongi 1 penalti poin di Misano 2015, akhirnya Rossi harus start dari posisi buncit di seri terakhir Valencia 2015 setelah mendapat tambahan 3 poin usai Sepang Clash 2015. Akibatnya, Rossi yang sudah unggul 4 poin sebelum race Valencia menjadi gagal merebut gelar juara akibat start terlalu jauh di belakang kompetitor utamanya, Jorge Lorenzo saat itu.

Semoga dengan aturan baru ini membuat MotoGP 2017 dan tahun-tahun ke depan menjadi makin seru, makin asyik dinikmati dan tentu saja makin aman bagi pembalap.

RA

Advertisements