Jelang F1 GP China 2017: Trek Lurus Sangat Panjang, McLaren-Honda Pesimis!

Seri kedua Formula One (F1) 2017 akan dihelat di Sirkuit Shanghai, China. Jika ada tim yang sadar diri akan mengalami kesulitan di sirkuit ini adalah McLaren-Honda. Lho, kenapa? Belum bertanding koq sudah “optimis” bakal kepayahan?

Musim ini, McLaren telah memutuskan bekerjasama dengan supplier mesin Honda. Kerjasama keduanya belum menghasilkan poin di seri perdana Australia. Fernando Alonso gagal finish, Stoffel Vandoorne finish ke-13. McLaren Honda terlihat kesulitan saat menghadapi trek lurus. Sebab, salah satu kelemahan mesin Honda musim ini adalah tenaga yang kurang sehingga keteteran di trek lurus. Belum lagi soal reliabilitas yang juga bermasalah.

Sedangkan, sirkuit Shanghai punya trek lurus luar biasa panjang sekitar 1,17 km. Trek sepanjang ini benar-benar akan mengekspose kelemahan tenaga mesin Honda. Hal itu sudah diakui oleh Direktur Balap McLaren Eric Boullier.

“Karakteristik Sirkuit Internasional Shanghai jauh berbeda dari Melbourne. Bagian lurusan panjang kemungkinan besar akan lebih mengekspos kelemahan paket mobil kami dibandingkan saat di Albert Park”.

Namun, McLaren tentu saja tidak akan menyerah begitu saja. Aspek performa memang masih menjadi titik lemah. Namun, mereka memilih untuk membenahi kelemahan satunya yakni soal reliabilitas mobil. Meski mesin masih bermasalah, McLaren tetap mengembangkan sasis mereka. Pekan ini, tim yang berbasis di Woking tersebut juga sudah siap untuk membawa upgrade terbaru.

Kelemahan Mesin Honda

Sempat naik ke posisi keenam di klasemen konstruktor musim lalu dibanding posisi sembilan tahun 2015, ternyata Honda justru lengah. Mereka meremehkan regulasi baru musim 2017 khususnya tentang teknologi yang bisa menambah tenaga mobil.

“Jujur saja, kami memang terlalu mengentengkan tantangan tahun ini. Untuk mencapai teknologi baru ternyata memang sangat sulit – itu kesalahan saya,” ucap bos Honda Formula 1, Yusuke Hasegawa dikutip dari motorsport.com.

Hasegawa mengaku sebenarnya mesin mereka baik-baik saja saat dilakukan test dyno. Saat dilakukan dynotest terhadap komponen silinder tunggal, kemajuan bisa dicapai. Namun, begitu mesin V6 komplit terpasang hasilnya justru mengecewakan.
“Padahal saat tes dyno kami tidak pernah mengalami masalah seserius itu. Ketika kami memiliki girboks, driveshaft, dan ban, baru masalah itu muncul. Bukan berarti saya menyalahkan sasis, tapi kita juga harus mengerti perbedaan situasi saat tes dyno,” tambah Hasegawa.

Tidak mau larut dalam kegagalan, Honda telah menyiapkan paket upgrade untuk mesin V6 mereka. Namun, tentu saja hasilnya tidak bisa secepat membalikkan telapak tangan. Honda mengaku baru siap dengan paket baru mesinnya di seri kelima atau keenam di bulan Mei nanti.

Waduh, sebelum itu terjadi berarti McLaren-Honda harus pintar-pintar men-set up sasis dan mesin agar setidaknya bisa finish terlebih dahulu. Baru, di seri keenam atau selanjutnya sudah bisa fokus mengejar performa.

Honda… Honda bisa-bisanya regulasi dientengkan…

RA

Credit: motorsport.com, formula1.com

Advertisements

2 Comments

  1. husss jangan kencang-kencang, nanti kalo kedenger bisa mewek trus minta regulasi di rubah..
    #ehhh..
    ngoahahahahaha

Comments are closed.