Formula 1 Masih Ada Peminat, Turki Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah 2018 Susul Prancis & Jerman 

Ajang balap mobil Formula 1 (F1) ternyata masih diminati. Turki menjadi negara teranyar yang menyatakan minat masuk dalam kalender F1 mulai musim 2018. Turki menyusul Prancis dan Jerman yang rencananya juga akan kembali meramaikan balap jey darat itu.

Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan telah menerima CEO F1 Chase Carey di Istana Kepresidenan Turki di Ankara pada hari Selasa (11/4).

Pertemuan tersebut membahas kemungkinan Turki masuk kalender F1 musim kompetisi 2018. Erdogan berharap bisa membawa balapan Grand Prix ke sirkuit Intercity Istanbul Park pada tahun 2018. Turki sebenarnya bukan pemain baru di F1. Tahun 2011 lalu adalah tahun terakhir negeri yang memiliki wilayah separuh Asia separuh Eropa itu menyelenggarakan F1. Kala itu pembalap Sebastian Vettel yang masih membela Red Bull Racing menjadi pemenangnya.

Sebelumnya, Prancis juga telah memastikan comeback ke F1. Sirkuit Paul Ricard akan menjadi tempat bertarungnya mobil-mobil jet darat mulai musim 2018 nanti. Sirkuit Paul Ricard pertama kali menyelenggarakan balapan F1 tahun 1990. Tahun 2008 mereka mengakhiri kerjasama. Setelah 10 tahun kemudian mereka memutuskan akan bergabung kembali.
Selain Prancis, Jerman juga dikabarkan akan kembali menghelat F1 pasca absen sejak 2011. Sirkuit Hockenheim dan Nurburgring menjadi sirkuit yang akan dipilih nanti.

Balap F1 makin tahun makin ditinggal penonton. Dominasi pabrikan tertentu plus adrenalin tontonan yang makin berkurang akibat penerapan mesin-mesin “tidak berisik” menjadi sekian dari banyak alasan yang membuat penonton makin enggan ke sirkuit. Gara-gara hal inilah Malaysia telah resmi menarik diri mulai musim 2018 nanti. Singapura juga mulai ancang-ancang untuk mempertimbangkan mundur. Juga Inggris yang belum juga memastikan apakah akan memperpanjang kerjasama setelah kontraknya berakhir tahun 2019 nanti.

Indonesia? Harusnya peluang nih buat menjadi tuan rumah. Mumpung lagi sepi peminat dan trennya lagi turun. Tapi, kalau sirkuit belum juga dibangun, akses transportasi tidak juga memadai, mental rakyat dan pejabatnya masih korup, bisa apa coba?

-RA-

Credit: motorsport.com, viva.co.id

Advertisements