Data Penjualan Ekspor Motor April 2017: Yamaha Mendominasi, TVS Kipas-Kipas Dollar

NMax 155 salah satu andalan Ekspor Yamaha Indonesia

Salah satu tujuan penjualan produk-produk roda dua tanah air adalah pasar ekspor. Dengan spesifikasi produk yang biasanya lebih ketat, para pabrikan Jepang yang memiliki basis produksi di Indonesia berusaha memenuhi permintaan pasar global. Yamaha masih memimpin pasar ekspor untuk 5 anggota AISI. Yamaha masih unggul nyaris dua kali lipat volume ekspor rival abadinya, Honda.

Di bulan April ini, angka ekspor roda dua mencapai 35.152 unit, meningkat dibanding bulan sebelumnya, Maret 2017 yang berada di angka 32.367 unit. Peningkatan volume ekspor motor memang semakin tinggi. Bahkan, dibanding periode yang sama di tahun lalu, ada peningkatan hampir 50% lebih tepatnya 49,4%. Di April 2016, volume ekspor motor adalah 23.528 unit.

Bisa dibaca bahwa produk-produk buatan pabrik di Indonesia mendapat respon yang positif dari pasar global.

Di sektor ekspor ini, semua anggota AISI ikut berkecimpung. Ada beberapa fakta yang cukup menarik seperti misalnya pabrikan sekelas Honda yang sangat mendominasi pasar domestik, justru punya pasar ekspor yang kecil. Atau TVS, pabrikan asal India yang punya pabrik di sini ternyata punya angka ekspor 20 kali lipat penjualan di Indonesia.

Yamaha menjadi pabrikan yang paling getol meraup pundi-pundi dollar. Produk-produk pabrikan garpu tala yang diekspor memiliki pangsa pasar berbeda-beda. Misalnya MX King ke Filipina, NMax 155 ke Eropa atau YZF-R25/R3 ke Jepang. Jumlah total ekspor Yamaha di bulan April 2017 ini adalah 21.068 unit. Angka ini menjadi yang tertinggi dibanding anggota AISI lainnya, misalnya Honda.

Pabrikan berlogo sayap tunggal itu mampu menjual produk-produknya ke luar negeri sebanyak 10.373 unit. Separuh dari volume ekspor Yamaha. Dibandingkan marketshare domestik yang mereka kuasai di bulan yang sama yakni 270 ribuan, angka 10 ribu unit ekspor tentu saja sangat kecil.

Neo XR 110 salah satu andalan TVS di pasas ekspor

Seperti yang disebut sebelumnya, pabrikan asal India, TVS, juga tidak kalah memanfaatkan pasar internasional untuk mempertebal kas keuangan perusahaan. TVS mampu mengekspor 2.251 unit motornya sepanjang April 2017. Angka ini tentu saja sangat bertolak belakang dengan saya serap nasional yang hanya 101 unit di bulan yang sama. Pantas, TVS anteng-anteng saja saat Data AISI domestik dirilis, walau terkecil diantara raksasa Jepang, mereka ternyata mengandalkan volume ekspor. Pencapaian TVS ini bahkan lebih tinggi dari Kawasaki atau Suzuki.

Suzuki mampu mengekspor produk-produknya di angka 1.250 unit sedangkan Kawasaki hanya 210 unit. Masuk akal juga kalau volume ekspor Kawasaki sangat rendah sebab Kawasaki Motor Indonesia justru lebih banyak melakukan impor produk-produk yang dijual di pasar domestik. Paling hanya Ninja 250FI yang diproduksi di sini dan ikut diekspor.

So, pasar motor domestik Indonesia memang cukup besar, terbesar ketiga di Asia setelah India dan China. Namun, pasar ekspor bukanlah pasar yang remeh. Walau angkanya tidak terlalu besar, namun kibasan dollar tentu saja terlalu naif untuk diabaikan. Sudah saatnya para anggota AISI mulai menggenjot pasar ekspor layaknya domestik. (ra)

Sumber: bisnis.com, warungasep.net

Advertisements