Inovasi Tiada Henti: VVA dan Nearsquare!

Inovasi Yamaha untuk tetap eksis dengan mesin SOHC patut diacungi jempol. Ketika publik terus mendesak agar sport Yamaha di kelas 150 cc segera diubah ke mesin ala balap DOHC, Yamaha bergeming dan keukeuh dengan SHOC-nya. Cibiran langsung menghunjam. Maklum, selama ini mesin SOHC memang dikondisikan inferior dari DOHC khususnya di dunia balap. Tapi, Yamaha cuek dan justru terus melakukan inovasi. Dan hasilnya seperti saat ini, mesin SOHC makin mendekati performa DOHC dengan sedikit ‘kosmetik’ bernama VVA.

Variable Valve Actuation (VVA) ibarat doping yang membuat performa mesin SOHC meningkat secara instant. Salah satu kelemahan mesin SOHC adalah tenag putaran atas yang loyo dan nafas pendek. Dengan VVA, kasarnya kelemahan itu diminimalisir. Tenaga dari bawah sampai atas merata dan nafas lebih panjang. Dengan performa mendekati mesin DOHC, SOHC + VVA justru makin value dengan beberapa kelebihan mesin khas SOHC yang tidak dimiliki DOHC.

Sebut saja konsumsi bahan bakar yang lebih irit dan biaya perawatan yang lebih murah. Sebenarnya, inovasi SOHC + VVA ini mirip dengan yang dilakukan Honda, juga di kelas 150 cc yakni DOHC Nearsquare. Cuma bedanya, Honda tidak memberikan atau menambahkan sesuatu yang baru di mesin DOHC-nya hanya melakukan ubahan settingan diameter dan langkah. Jika selama ini mesin DOHC identik dengan performa putaran atas yang maknyus namun tarikan bawah letoy, Honda coba menggabungkannya dengan kelebihan SOHC yang punya tarikan bawah nampol.

Walaupun sebenarnya jika dilihat dari sisi teknis apa yang dilakukan Yamaha dan Honda tidak semudah penjabaran di atas, namun setidaknya prinsipnya seperti itu. Kita selaku konsumen harus mengapresiasi apa yang telah dilakukan mereka. Kita tahu, apa yang mereka berikan ‘hanyalah’ untuk merayu ‘kita’ agar memilih apa yang mereka tawarkan. Namun, sebenarnya kondisi seperti ini yang bagus bagi konsumen. Inovasi terus dilakukan pabrikan, konsumen makin mendapatkan produk-produk terbaik. Lalu, apakah pabrikan yang tidak meniru langkah Yamaha atau Honda seperti di atas tidak berinovasi?

Tidak juga, justru langkah Suzuki dengan keukeuh menghadirkan produk-produk motor bermesin DOHC Overbore makin memperkaya pilihan bagi konsumen. Yang ingin motor DOHC tapi irit, ada Honda. Yang ingin motor SOHC tapi tarikan atas nampol, Yamaha sudah menyediakan. Yang ingin punya karakter balap murni, Suzuki adalah pilihan lainnya. Berwarna bukan?

Tidak usah saling klaim ‘punya gw yang terbaik’ atau ‘yang gw paling kenceng’ apalagi ‘motor gw nih paling irit’ selama pakainya masih di jalan raya, jalan umum, jalan milik bersama, semuanya 11-12 lah. Kecuali brosis mau mengeksplorenya di sirkuit, dan memang seharusnya di sana, ya hasilnya akan bergantung ke banyak faktor, salah satunya skill rider. (ra)

Advertisements