Cash Haram, Kredit Dipuja… Oknum Sales Begini Bisa Jadi Karena Pabrikan Lemah

Cash Haram, Kredit Dipuja… Oknum Sales Begini Bisa Jadi Karena Pabrikan Lemah 

Salah satu masalah klasik penjualan motor di tanah air adalah ulah oknum sales nakal. Ulah oknum sales nakal ini akan menyebabkan calon konsumen males bertransaksi bahkan akan berpaling ke produk lain dari rival sebagai ‘balasan’ akibat dikerjain si oknum sales. Salah satu ulah sales nakal adalah dengan mempersulit pembelian produk secara cash namun lebih mendahulukan pembelian secara kredit. Contohnya seperti pada gambar di atas.

“Untuk Yamaha xmax.a sok yg minat
Tapi blum bisa cash ya harus kredit”

Kalimat di atas diposting oleh salah satu akun (nama disamarkan agar tidak merugikan ybs). Asumsinya, akun tersebut adalah seorang sales atau minimal yang berhubungan dengan penjualan motor Yamaha.

Entah apa yang ada di pikiran si akun dengan memposting sebuah hal yang saat ini tengah menjadi viral di media sosial bahkan di dunia nyata. Ketika publik menyorot perihal kesulitan calon konsumen membeli produk motor secara cash namun dipermudah saat kredit, ini malah memposting hal yang tabu itu. Alhasil, bullying menjadi-jadi dari netizen lainnya. Ya, Indonesia banget lah…

Dari postingan di atas, terlihat ada setidaknya tiga foto dengan jejeran sebuah skutik baru Yamaha, XMax dan All New R15 di belakangnya. Asumsinya, kedua produk tersebut sudah ready stock dan siap dipinang konsumen. Tapi, si oknum sales itu justru melarang calon pembelinya untuk bayar cash. Harus kredit dengan Down Payment (DP) minimal 5 juta. Ini sih sudah terang-terangan si oknum sales melakukan praktek nakal.

Pabrikan harus bertindak, jangan diam berpangku tangan lagi atau hanya mengeluarkan statement normatif tanpa bertindak. Bukti sudah ada, nomor kontak si oknum sales juga sudah terpampang jelas, tinggal kemauan pabrikan untuk menindaknya. Itupun jika pabrikan berani atau bisa bertindak. Lho, memang tidak bisa?

Ini yang terkadang menjadi dilema bagi pabrikan. Beberapa waktu yang lalu sempat berbincang dengan petinggi sebuah pabrikan roda dua. Ketika disinggung soal oknum sales nakal seperti kasus di atas, mereka selaku pabrikan tidak bisa berbuat banyak. Sebab, pihak dealer tempat si oknum bekerja membeli motor dari pabrikan itu dengan sistem beli putus. Dealer membeli motor dari pabrikan dengan bayar langsung, bukan sebagai reseller. Ya, mirip kalau brosis jualan jilbab, jilbabnya kulakan dari toko resmi merk jilbab itu dengan bayar tunai. Nah, jilbab brosis mau jual cash kek, utangan kek, si toko resmi itu gak bisa berbuat apa-apa. Lha wong sudah dibayar tunai.

Jika kasusnya seperti apa yang disampaikan salah seorang petinggi pabrikan di atas dan benar adanya, pabrikan dalam kondisi lemah jika seperti itu. Berarti ada yang perlu dibenahi dari manajemen pabrikan itu, misalnya soal kontrak kerjasama pembelian antara kedua belah pihak yang harus ditinjau ulang. Buat agar pabrikan masih punya kekuatan untuk memberi sanksi kepada dealer dan oknum sales di dealer tersebut. Agar efek jera bisa muncul dan tidak terulang terus dan terus.

Satu-satunya alasan sales nakal lebih memprioritaskan pembelian kredit adalah soal bonus. Misalnya dengan pembelian cash dia mendapat bonus 200 ribu, dengan kredit Ia akan memperoleh sedikitnya 1 juta dari pihak dealernya dan leasing. Sistem begini yang membuat kejadian seperti ini berulang lagi dan lagi. Normal lah, ada 1 juta ngapain juga ambil yang 200 ribu.

Apakah kejadian di atas hanya monopoli Yamaha? Tidak lah, Honda juga ada yang begitu, mungkin jumlahnya saja yang berbeda. Jumlah oknum sales nakalnya. Suzuki dan Kawasaki? Bisa jadi juga tidak menutup kemungkinan terjadi seperti di atas, cuma memang karena jumlah mereka tidak sebesar Yamaha dan Honda eksposenya tidak se-masive dua pabrikan itu.

Lalu, kalau ada atau bertemu oknum yang begitu bagaimana dong bro? Gampang, walau semua bergantung kondisi di lapangan. Tinggalkan saja dealer yang begitu, pindah ke dealer lain. Kalau hanya didealer itu saja unit motor yang dimau tersedia, laporkan ke contact center pabrikan bersangkutan.

Customer Service Yamaha Indonesia
Call Center 021 – 2457 5555; 021 – 461 8000
Email: contact_center@yamaha-motor.co.id

Layanan contact center Honda 24 jam
Call Cente 021-500989
SMS 0811-9-500989
email customercare@astra-honda.com
website www.astra-honda.com

Halo Suzuki 24 jam
Call Center 08001100800

Kawasaki Contact Centre
Call Center 021-452 3322
Fax : 021-452 3566

Nah, semoga membantu ya agar tidak terkena ulah oknum sales yang makin nakal ini.

Cash Haram, Kredit Dipuja… Oknum Sales Begini Bisa Jadi Karena Pabrikan Lemah. (ra)

Advertisements