Panitia IRS 2017 Seri Kedua Tidak Profesional?

Panitia IRS 2017 Seri Kedua Tidak Profesional?

Gelaran IRS 2017 Seri kedua memperlihatkan tidak profesionalnya panitia penyelenggara ajang balap motor bergengsi di tanah air itu. Khususnya di kelas 250cc. Ada dua indikator ketidakprofesionalan panitia IRS 2017 yang nampak. Apa saja?

Di kelas 250cc, race pertama yang sedianya dilangsungkan hari Sabtu ditunda ke hari Minggu. Hal ini disebabkan karena hujan. Begitu yang mengemuka di permukaan. Tapi, benarkah semudah itu? Dari laman wartamotor.com disebutkan ada kegalauan seorang Galang Hendra yang tercepat di kualifikasi. Penyebabnya adalah karena panitia tidak konsisten dengan keputusan sebelumnya.

Jadi, usai kualifikasi panitia memutuskan bahwa jika saat race Sabtu hujan dan tidak bisa dilakukan start sesuai regulasi 2×15 menit, maka hasil race akan disamakan dengan hasil kualifikasi. Sebab dengan tidak dijalankannya race pada sore itu, berdasarkan ‘perjanjian’ saat briefing technical meeting, hasil lomba race pertama diambil dari hasil sesi kualifikasi. Dengan hasil kualifikasi, berarti Galang Hendra yang menang. Tapi, nyatanya panitia justru tidak melaksanakan keputusannya sendiri. Race 1 Sabtu justru ditunda dan dilaksanakan Minggu, sekalian dengan Race 2. Alasannya, banyak peserta yang menginginkan itu.

Helloo… kalau memang sudah ada keputusan sejak awal, kenapa malah mendengarkan opini lain. Harusnya konsisten. Kalau alasannya karena mayoritas pembalap menginginkan race 1 tetap digelar walau diganti harinya, kenapa juga panitia di awal memutuskan hasil kualifikasi menjadi hasil race 1 jikalau race 1 batal dilaksanakan karena hujan. Bagaimana mungkin keputusan yang sudah dibuat justru tidak diaplikasikan. Kalah suara dengan para pembalap? Jadi, kalau misal race sudah dilaksanakan trus si A menang, kemudian sebagian besar pembalap tidak terima lalu menekan panitia untuk membatalkan hasil race juga akan dilakukan? Kesepakatan sebelumnya kemana?

Ya, walaupun menang dengan tanpa bertanding itu terasa kurang sedap, tai rule is rule, peraturan adalah peraturan, apalagi sudah kesepakatan bersama. Kenapa juga tidak terima? Mental… mental…

“Aneh…, panitia memutuskan tetap menjalankan lomba besoknya. Padahal, saat briefing kemarin, pimpinan lomba bilang, kalau hujan, maka hasil lomba diambil dari hasil qtt. Panitia tidak konsisten dengan omongannya sendiri,” protes Galang, seperti disampaikan sang ayah, Hestu Prahendra.

Indikator kedua, panitia tidak menyediakan ban basah dari Dunlop. What? Ngandelin pawang hujan gitu maksud lo? Ayolah, ini Sentul bro. Wilayah yang memang memiliki curah hujan cukup tinggi. Lagipula, agak susah dinalar ya panitia penyelenggara balap tidak menyediakan seluruh tipe ban, apalagi ban basah… apalagi ini di Sentul. Kalau di NTT yang masuk daerah kering mungkin masih masuk akal walau tetap tidak profesional namanya.

Parahnya, gara-gara panitia tidak menyediakan ban basah, race 1 jadi tertunda bahkan dibatalkan. Situ sehat bro?

Melihat hal-hal seperti di atas, jadi bersyukur andaikan MotoGP Indonesia tidak 100% diserahkan ke panitia lokal, ya walaupun membandingkan dua hal bak langit dan lembah ini tidak bisa juga sebab MotoGP sudah ada standardisasinya. Tapi, ini IRS yang skalanya nasional, mosok menyiapkan balapan secara profesional saja tidak bisa?

IRS saja begini amburadul, tidak heran juga kalau balapan-balapan di daerah juga miris melihatnya. Ini balapan bro, adu kencang, nyawa taruhannya. Kalau tidak disiapkan dengan benar, terjadi insiden yang amit-amit sampai menewaskan pembalap misalnya, kesalahan mutlak di panitia lho. Duh dek…

Panitia IRS 2017 Seri Kedua Tidak Profesional?

Sumber: wartamotor.com

Advertisements

2 Comments

Comments are closed.