Pertamina Bantah SPBU Kemayoran Lakukan Kecurangan, Ini Alasannya! 

Pertamina Bantah SPBU Kemayoran Lakukan Kecurangan, Ini Alasannya! Kemarin blog ini sempat mengangkat sebuah artikel tentang dugaan kecurangan yang dilakukan oleh sebuah SPBU di daerah Kemayoran, Jakarta hasil komplain seorang pembeli pertamax yang kemudian menceritakannya via facebook dengan akun Beldy Risyan Hukom. Nah, hari ini pihak Pertamina merespon keluhan Bro Beldy dan membantah bahwa SPBU tersebut melakukan kecurangan.

Kronologi keluhan Bro Beldy bisa brosis baca di artikel berikut: isi 4 liter hanya dapat 3 liter spbu ini lakukan kecurangan. Sudah bacanya? Ayo sekarang kita lihat apa bantahan Pertamina.

Seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (1/6/17) Pertamina melakukan pengecekan untuk menindaklanjuti keluhan bro Beldy pada Selasa (30/5/17). Hasilnya, Pertamina tidak melihat SPBU bernomor 34-10604 di Jalan Raya Bungur Besar Raya, No.103 RT11/RW1 Kemayoran, Jakarta Pusat. melakukan kecurangan.

Untuk membuktikan hal tersebut, Pertamina melakukan setidaknya 4 cross check yakni pengecekkan takaran seluruh volume nozzle, pengecekkan mesin dispenser, pemeriksaan CCTV SPBU saat terjadi kejadian dan Laporan Arus Minyak SPBU. 

Masih dari sumber yang sama, hasil pengecekkan takaran menunjukkan seluruh Nozzle di SPBU masih memenuhi standar toleransi Metrologi (0,5%) dan standar Pasti Pas (0,3%). Selain itu tidak ditemukan adanya tanda-tanda modifikasi pada mesin dispenser. Dispenser tersebut sebelumnya sudah di-Tera oleh Dinas Metrologi.

Ini adalah pembuktian paling sahih dan paling kuat untuk membuktikan lemahnya tuduhan kecurangan SPBU. Pengecekan dilakukan sesuai standar yang dimiliki Pertamina dan dilakukan secara umum di seluruh SPBU. Pengecekan harus dilakukan langsung saat bahan bakar dikeluarkan dari noozle dengan bantuan gelas ukur, bukan dengan metode dikuras manual dari tangki. Namun, memang selama ini berkembang di masyarakat bahwa petugas SPBU masih bisa melakukan kecurangan dengan memainkan tekanan noozle menggunakan tangan, tapi selama ini tuduhan tersebut memang belum bisa dibuktikan.

Kelemahan tuduhan kecurangan SPBU juga terjadi karena pengurasan tangki BBM Motor dilakukan hanya menggunakan selang dengan cara disedot secara manual, sehingga BBM yang dikeluarkan tidak seluruhnya, karena tersisa 1 Bar berdasarkan permintaan Sdr Beldy untuk disisakan seperti kondisi awal sebelum dilakukan pengisian BBM. Kondisi BBM 1 Bar ini tidak dapat dipastikan berapa liter BBM yang tersisa secara akurat.  Sebagai informasi, kapasitas tangki kendaraan tersebut adalah 6,6 Liter.

Alasan ini memang menjadikan tuduhan kecurangan sangat lemah. Sebab, selama ini memang tidak pernah ada informasi yang akurat tentang seberapa banyak bahan bakar yang tersisa merujuk pada jumlah informasi bar di MID motor.

Alasan berikutnya adalah yang melakukan komplain hanya bro Beldy, pelanggan yang lain tidak.

Sebenarnya alasan ini lemah, sebab bisa saja memang hanya bro Beldy yang aware atau ngeh dengan kondisi. Atau yang lain cuek dan tidak merasakan kecurangan. Tetap salut dengan bro Beldy atas keberaniannya walaupun akhirnya metode pembuktiannyalah yang menjadi celah gugurnya tuduhan itu. Lebih salut lagi dengan kesigapan pihak Pertamina melakukan investigasi setelah menerima laporan.

Kejadian di atas adalah sebuah pembelajaran bagus bagi kita sebagai konsumen bahan bakar SPBU dimanapun berada. Jika brosis memang merasa sebuah SPBU atau petugasnya melakukan kecurangan mengurangi takaran bahan bakar misalnya, pembuktian paling pas ya dengan membuktikan langsung dengan mengukur debit keluaran bahan bakar dari selang noozle menggunakan gelas ukur saat itu juga di SPBU yang bersangkutan. Bukan dengan memakai perasaan atau hanya melihat informasi bar di speedometer. Oke, case close ya… Pertamina Bantah SPBU Kemayoran Lakukan Kecurangan, Ini Alasannya!

Advertisements

1 Comment

  1. Ane tahu pernah isi 3 liter dpt 2 3/4 liter doang tuh corong dibuat main angin doang, Blacklist spbu eeh pernah ditangkep – buka lagi (dulu keciri2x angkot ngak ada yg mau ngisi) apa tindakan pertamina buat konsumen? Maaf cukup mending blacklist

Comments are closed.