Demi Kemanusiaan, Motor Ini Dapat Akses Masuk Tol Manapun

Demi Kemanusiaan, Motor Ini Dapat Akses Masuk Tol Manapun. Ketika yang lain masih berjuang untuk mendapatkan pengakuan, motor ini justru sudah diperbolehkan untuk masuk tol, tentu saja dengan syarat dan ketentuan khusus. Tapi, bukan itu yang menjadi poin pembahasan kali ini melainkan kesiapan pemerintah menyambut arus mudik dan balik lebaran tahun ini. Salah satunya adalah dengan menyiapkan ambulans motor.

Ambulans motor (kemenkes)

Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia telah menyiapkan sejumlah unit ambulans sepeda motor untuk melayani pemudik. Hal itu merupakan implementasi hasil evaluasi arus mudik lebaran tahun lalu dimana terjadi kemacetan parah dan berujung kematian sejumlah pemudik di tol Brebes.
Diharapkan dengan sepeda motor, petugas bisa di lokasi dengan cepat sehingga pemudik yang butuh pertolongan pertama bisa segera ditangani.

Betul, ambulans sepeda motor ini memang disiapkan untuk penanganan pertama pada korban, entah kecelakaan (semoga tidak sampai terjadi) atau korban akibat macet parah seperti tahun lalu. Namun, karena ini sepeda motor dengan daya angkut terbatas, tentu saja ambulans motor ini tidak digunakan selayaknya ambulan roda empat mengangkut korban atau mengevakuasi, hanya untuk pertolongan pertama. Tapi, di lapangan sih situasi dan kondisi memang sering di luar rencana atau di luar dugaan, bisa saja untuk evakuasi sangat darurat bisa dilakukan.

Apalagi, ambulans motor ini mendapat keistimewaan untuk bisa masuk jalan tol dalam kondisi darurat.

“Ambulans motor memiliki ijin akses untuk semua jalan, termasuk jalan tol tentunya bila dalam keadaan darurat,” ucap Kakorlantas Polri, Royke Lumowa seperti dikutip dari otomania.com, Selasa (6/6/17).

Ambulans motor (kemenkes)

Ambulans motor yang disiapkan di jalur Pantura Brebes berjumlah 43 unit dari Kemenkes dan Puskesmas se-Brebes serta 11 unit dari sejumlah Rumah Sakit di sana. Dan, tidak hanya jalur Brebes, ambulans motor juga telah disiagakan hingga Sumatera dengan operasional dari masing-masing wilayah.

Sebuah langkah yang patut kita apresiasi. Jika melongok di sejumlah negara maju di Eropa atau Asia, kebutuhan akan tenaga paramedis untuk penganganan pertama pada kecelakaan di jalan raya mutlak sangat diperlukan. Tidak jarang nyawa bisa diselamatkan karena penanganan pertama yang cepat pada korban, pun sebaliknya. Sayang, di Indonesia yang memiliki kasus laka lantas tinggi tidak memiliki tenaga paramedis yang bisa disiagakan kapan saja. Tidak jarang pula masyarakat yang minim pengetahuan medis yang memberikan pertolongan pertama pada korban yang justru akan memperparah kondisi korban.

Semoga apa yang digagas Kemenkes RI dan Polri di atas bisa dilanjutkan hingga lebaran usai dan menjadi standar penanganan korban jalan raya nasional. Demi Kemanusiaan, Motor Ini Dapat Akses Masuk Tol Manapun

Advertisements