Kekurangan Penjahat, Belanda Tutup Banyak Penjara!

Salah satu ruangan penjara di Belanda

Kekurangan Penjahat, Belanda Tutup Banyak Penjara! Sedikit OOT ya, kali ini bukan soal motor atau otomotif tapi tentang negara yang pernah menjajah kita, Belanda. Ternyata, di negeri kincir angin itu banyak penjara tutup karena kekurangan penjahat! Ya, Belanda telah menutup 5 penjara di sana menyusul perlakuan yang sama kepada 19 penjara tahun 2013 lalu.

Wow… ketika di negeri ini over capacity menjadi masalah jamak di lapas manapun, Belanda justru kekurangan penjahat. Mereka punya solusi bagaimana membuat penjahat di negerinya makin berkurang. Mungkin bisa kita terapkan di sini atau bisa juga tidak.

Beberapa faktor bisa dirunut sebagai penyebab minimnya angka kejahatan di Belanda.

Salah satunya adalah dengan meringankan hukuman terkait penggunaan narkoba. Pengguna narkoba tidak dipenjara namun direhabilitasi. Heemm… di Indonesia sepertinya ini sudah berjalan ya. Ya, walaupun mungkin tidak menyentuh seluruh pengguna narkoba, namun setidaknya arah itu sudah ada.

Salah keduanya adalah para penjahat di sana diberi gelang di pergelangan kaki. Gelang ini mungkin bekerja layaknya GPS yang bisa mengirimkan sinyal ke pusat kontrol untuk mengetahui posisi tahanan. Dengan gelang kaki ini pemerintah Belanda bisa memantau aktivitas mereka di masyarakat. Lho?

Ya, para tahanan di Belabda tidak ditahan di penjara melainkan diberi kesempatan untuk berkontribusi di masyarakat. Ya seperti hukuman sosial gitu deh. Nah, gelang kaki itulah media yang digunakan pemerintah setempat untuk memantau keberadaan para tahanan. Nah, menurut pemerintah Belanda kondisi itu membuat potensu seseorang menjadi residivis menjadi menurun setengahnya.

Langkah-langkah di atas ternyata mampu menurunkan jumlah narapidana di negeri itu. Pantas saja ya penjara pada tutup, penghuninya gak ada.

Padahal, jika melihat rasio tahanan dengan jumlah penduduk, Indonesia masih lebih baik dibanding Belanda. Dari 100.000 penduduk Belanda, 69 di antaranya adalah narapidana. Sedangkan di sini ada 67 narapidana dari 100.000 penduduk. Pertaannya mengapa Belanda sampai kekurangan penjahat?

Ya kan jumlah penduduk Belanda tidak sebanyak Indonesia. Memang benar, Belanda punya 17 juta jiwa warga sedangkan Indonesia telah lebih dari 250 juta jiwa. Jumlah tahanan di Belanda ‘hanya’ 11.600 orang, Indonesia mencapai 180.231 orang (Data tahun 2016). Tapi, kalau bicara rasio jumlah tahanan (Prison Populate Ratio) kedua negara 11-12 lah dan ini lebih adil untuk memperbandingkannya. Jadi, masalahnya dimana?

Jelas ada pada jumlah rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan, karena definisinya berbeda kita sebut saja Penjara biar sama. Ada sekitar 263 lembaga pemasyarakatan dan 218 rumah tahanan dengan berbagai kategori penjara berdasarkan kapasitasnya masing-masing. Ditengarai jumlah penjara yang ada sudah tidak mampu menampung penjahat dan berakibat sering terjadi kerusuhan di dalam penjara di Indonesia.

Tapi, dengan minimnya penjahat di penjara Belanda hingga menutup banyak penjara bukan berarti masalah selesai. Justru timbul masalah baru dengan ditutupnya penjara-penjara di sana yakni soal nasib pekerja penjara.

Penutupan 5 penjara di Belanda setidaknya membuat 2000 orang kehilangan pekerjaan mereka. September tahun lalu Belanda “mengimpor” 240 penjahat dari negara tetangga, Belgia untuk ditahan di penjara-penjara kosong mereka. Wah… wah… apakah Indonesia perlu bekerja sama untuk penempatan penjahat negeri ini ke Belanda sana? Hehehehe… Kekurangan Penjahat, Belanda Tutup Banyak Penjara!

Advertisements