Tidak Hanya Brilian, Marquez Juga Beruntung Dalam Balapan Falg to Flag

MotoGP Ceko di Sirkuit Brno menjadi bukti kesekian dari keberuntungan seorang Marc Marquez saat menghadapi balapan flag to flag. Tentu saja tidak semuanya keberuntungan, perhitungan matang dan kenekatan juga menjadi satu bagian dari keberhasilan sang pembalap.

Hingga Brno kemarin, setidaknya sudah 5 kali Marquez berjaya dalam balapan yang boleh dibilang kacau itu. Kondisi flag to flag biasanya dimulai dengan sesi wet race kemudian menjadi dry race seperti yang di Brno tapi tidak menutup kemungkinan juga dari dry race menjadi wet race seperti di Misano musim 2015 silam. Atau karena faktor aspal yang sangat abrasif.
Mari kita lihat seperti apa performa Marquez dalam balapan flag to flag yang telah dimenanginya selama ini.

Assen 2014
Assen 2014 masuk kategori balapan kacau. Sepanjang akhir pekan Assen diguyur hujan. Tapi, saat race sempat kering dengan cepat tapi kemudian basah lagi. Marquez bersaing dengan Andrea Dovizioso di zona juara. Tapi, Marquez menunjukkan tajinya. Sebagai juara bertahan kala itu, Marquez memang tidak terkejar. Assen menjadi kemenangan ke-8 dari 10 juara beruntun dalam 10 seri awal musim itu. Di akhir musim, Marquez sukses mempertahankan mahkota MotoGP-nya.

Misano 2015
Valentino Rossi dijagokan dalam balapan kandang kali ini. Namun, kondisi cuaca yang berubah-ubah bahkan harus memaksa para pembalap mengganti motor hingga dua kali. Kering-basah-kering lagi. Saat kondisi kering, Lorenzo unggul namun ketika harus ganti motor wet race, Lorenzo langsung ditempel ketat Rossi dan Marquez.

Saat balapan menyisakan 10 lap, Marquez ambil keputusan balik ke motor kering lagi sebab lintasan memang mulai kering sedangkan Rossi dan Lorenzo masih motor basah. Alhasil, ketika balapan kembali dideclare kering dan Rossi serta Lorenzo mau tidak mau harus masuk pit lagi ganti motor, Marquez sudah tinggal ngacir saja dan menang! Kemenangan perdana Marquez di tanah Rossi. Rossi? Hanya finish kelima dan Lorenzo lebih parah, crash! Beruntung di akhir musim Lorenzo bisa menggenggam gelar juara dunia.

Argentina 2016
Keberutungan menggelayuti Marquez di Termas de Rio Hondo, Argentina musim 2016. Sempat dikhawatirkan akan diganggu hujan, balapan akhirnya diputuskan berlangsung kering meski sejumlah bagian lintasan masih terlihat basah. Ban hard dan medium pada akhirnya diperbolehkan dipakai. Namun Race Direction memotong balapan menjadi 20 putaran dari awalnya 25 lap. Selain itu, pembalap juga wajib mengganti motor di lap ke-9, 10, atau 11.

Masuk bersamaan saat ganti motor, Marquez justru makin ngacir sedangkan Rossi malah terpuruk. Padahal sebelum ganti motor, pace Rossi masih terlihat sedikit lebih unggul dari Marquez. Alhasil, Marquez melaju tak terbendung hingga finish, sedangkan Rossi beruntung. 3 pembalap di depannya alami crash, bahkan dua diantaranya (Iannone dan Dovi) crash di tikungan akhir jelang finish. Rossi yang awalnya di luar podium akhirnya finish kedua.

Sachsenring 2016
Musim 2016 ada dua kali balapan flag to flag, selain Argentina ada juga Sachsenring, Jerman. Ketika itu balapan dimulai dengan wet race. Marquez yang menjadi pole sitter tidak mampu tampil oke dan terus melorot hingga posisi 9. Namun, ketika lintasan mulai mengering, Marquez ambil keputusan ganti motor lebih dini dibanding Rossi dan Lorenzo. Inilah titik balik keberhasilan Marquez. Satu persatu pembalap di depannya disalip, Rossi dan Dovi yang belum juga ganti motor walaupun ada di depan jelas sudah terancam posisinya. Dan benar saja, ketika mereka berdua ganti motor di lap-lap akhir, Marquez langsung ambil alih pimpinan lomba dan tak terkejar hingga bendera finish dikibarkan. Keputusan brilian seorang Marquez membaca kondisi lintasan dengan ganti motor lebih dini menjadi kunci keberhasilan.

Brno 2017
Dan, baru saja akhir pekan lalu seorang Marquez kembali meneruskan kedigdayaannya dalam balapan flag to flag. Di Brno kali ini banyak yanh mengatakan Marquez brilian dengan mengganti motor sejak dini tepaynya lap kedua. Namun, ternyata apa yang dilakukan Marquez dan timnya adalah akibat terpaksa gara-gara salah pilih ban saat start.

Ketika mayoritas pembalap menggunakan ban hujan medium-medium depan belakang, Marquez justru memikih kombinasi medium-soft untuk depan belakang. Alhasil, selepas start Marquez langsung tercecer hingga di posisi 10 padahal Ia adalah pemegang pole. Akhirnya Marquez dan tim memutuskan masuk pit dan ganti motor dengan ban slick alias motor balapan kering. Keputusan yang sangat tepat. Marquez kemudian tampil mendominasi. Hingga finish, Marquez tak terkejar bahkan unggul hingga 12 detik dari posisi kedua yang dihuni Pedrosa.

Jadi, Marquez memang raja flag to flag. Marquez memang brilian tapi faktor keberuntungan tidaklah boleh dikesampingkan. Brno 2017 dan Argentina 2016 bisa membuktikan itu. Tapi apapun faktor penyebabnya, Marquez tetaplah raja flag to flag. Rajanya balapan kaca yang mengharuskan ganti motor.

Advertisements