Curhatan ‘Anak Racing’ Ini Bikin ‘Trenyuh’, Pengen Maju Kayak Negara Lain Katanya

Jalan-jalan di beranda media sosial, eh nemu postingan begini. Sebuah curhatan akun yang ngakunya sebagai ‘anak racing’. Si akun yang sengaja RA tutupi identitasnya itu nampaknya kesal dengan korps baju coklat alias polisi. Lucu juga bacanya, antara kasihan dengan gemes pengen ngejitak deh.

Coba deh baca screenshoot di bawah ini…

Gimana bro? Ada komentar?
Yang bikin kasihan adalah mereka ngakunya anak racing, tapi balapannya di jalan raya. Racingnya dimana? Sudah gitu, mereka menyebut modif pakai uang sendiri, kenapa yang lain protes. Ini juga pemikiran ajaib yang muncul dari generasi egois.

Setahu RA, anak racing itu adalah sekumpulan abg dengan motor yang dimodif serba minim, apa-apa dibuka; spion, ban standar, cover oli, dll hingga motor jadi cungkring. Belum lagi si anak racingnya yang jelas tanpa helm, suka balap liar di jalan raya dan sejenisnya.

Pakai ban cacing, katanya tidak akan mengganggu yang lain… hello? Seriusan nih? Baguslah kalau pas celaka hanya melibatkan dirinya sendiri, tapi ini jalan raya yang semua orang pakai, bagaimana bisa kesana mikirnya ya?

Mereka tidak suka polisi, katanya polisi selalu menangkap mereka. Lah, polisi gak bakalan deh iseng nangkepin pemotor kalau motornya komplit dan pakai helm serta tidak ugal-ugalan di jalan. Kalian? C’moonn… Jangan hancurkan hobi kami dengan penilangan katanya. Asli suek tenan iki…

Yang bikin ‘bangga’ mereka ingin maju seperti negara lain. Ini cita-cita mulia bro, harus kita dukung. Negara maju di bidang pemotoran mudah saja, tengoklah para pembalap MotoGP, Italia? Spanyol? Inggris? Mereka balapan pakai ban cacing? Hahahaha…

Sebenarnya, yang paling mengkhawatitkan dari curhatan di atas bukan soal kelakuan mereka di atas motornya, melainkan pola pikir mereka. Koq bisa-bisanya mereka menganggap anak racing itu seperti yang dipikirannya saat ini. Kalau mereka mau berpikir sedikit lebih terbuka, racing itu balap, balapan motor paling dimimpikan semua pembalap adalah MotoGP. Dan tayangan MotoGP masih gratis sejauh ini, apa tidak bisa melihat bagaimana kondisi motor dan pembalap di MotoGP. Adakah yang pakai ban cacing? Adakah yang tidak pakai helm? Tapi, itupun kalau mereka mau berpikir.

Inilah generasi somplak negeri ini. Buah dari kurang pedulinya orang tua terhadap tumbuh kembang si buah hati, bisa juga karena rasa sayang yang salah arah, ditambah pendidikan di sekolah yang hingga kini belum juga memasukkan unsur keselamatan berlalu lintas dalam kurikulumnya. Semua kesalahan itu menjadi satu dan bermuara menghasilkan generasi-generasi ‘anak racing’ ini.

Advertisements