Jelang Hadapi Timor Leste, Lawan Punya Pemain dari Tim La Liga Spanyol

Laga ketiga Timnas Indonesia U-22 dalam babak penyisihan grup B sepakbola SEA Games 2017 Malaysia akan menghadapi Timor Leste, Minggu (20/8/2017). Banyak yang memprediksi garuda muda akan menang mudah dari negara yang pernah menjadi bagian dari NKRI itu. Masuk akal, sebab hingga laga kedua Timor Leste masih belum meraup satu poinpun, alias selalu kalah. Selain itu, sejarah sepakbola Timor Leste memang belum banyak berbicara di kancah internasional. Namun, jika melihat semua itu lantas Timor Leste disepelekan oleh garuda muda jelas adalah salah.

Timor Leste memiliki sejumlah pemain muda yang siap menggebrak, salah satunya adalah pemain yang dikontrak tim La Liga Spanyol, Malaga CF. Anak muda ini bernama Kornelis Nahak Portela. Ya, Timor punya talenta yang sudah mampu menembus ketatnya La Liga Spanyol.

Pemuda ini baru berusia 16 tahun dan pernah diincar oleh Barcelona dan Atletico Madrid. Melihat tim-tim yang berminat pada Kornelis ini sepertinya memang ada yang spesial dari anak muda ini.
Kornelis menjadi satu dari tiga anak muda Timor Leste yang diberi kepercayaan memperkuat tim dengan usia jauh di atasnya. Pelatih Timor Leste asal Korea Selatan, Shin-hwan juga membawa Gumario Silva Moreira, Danilson Araujo.

Empat tahun lalu atau saat Kornelis berusia 12 tahun, Ia dikontrak oleh Malaga FC dengan bayaran €48.000 atau setara Rp 800 juta. Dikutip dari malagacf.com, Selasa (14/5/2013) Kornelis sukses membawa Malaga CF runner up kompetisi nasional level junior. Di kompetisi tersebut Kornelis mencetak 1 gol.

Musim lalu, masih dari sumber yang sama, disebutkan Kornelis mampu mencetak 8 gol dari 16 kali tampil di tim muda Malaga. Prestasi itulah yang kabarnya membuat Kornelis diminati Barcelona dan Atletico Madrid.

Wow… jika ada anak muda Timor Leste sudah bisa menembus tim La Liga walaupun itu tim mudanya, tentu saja kemampuannya spesial. Tidak mungkin kualitas apa adanya mampu menarik minat pemandu bakat tim-tim sekelas La Liga.

Luis Milla harus mempertimbangkan kemampuan Kornelis ini jika bermaksud melakukan rotasi dalam skuadnya. Pemain seperti Hansamu Yama, Evan Dimas dan M. Hargianto memang riskan jika diturunkan karena berpotensi mendapat kartu kuning lagi sehingga harus absen di pertandingan berikutnya melawan Vietnam, negara kuat selain Thailand di gurp B ini. Tapi, tidak menurunkan mereka sejak awal sangat beresiko. Kekalahan 0-3 atas Malaysia dalam laga kualifikasi Piala Asia U-23 lalu bisa menjadi pelajaran betapa vitalnya peran Evan Dimas dan Hansamu Yama.

Kalau boleh saran nih, turunkan saja mereka sejak awal, lalu ketika timnas unggul secara permainan dan gol bolehlah mereka diganti. Hanya saran sih… tentu saja Luis Milla lebih paham. Bukan apa-apa, jika menganggap Timor Leste mudah dikalahkan lalu pemain lapis dua yang diturunkan demi menyimpan kekuatan saat ‘bigmatch’ melawan Vietnam di laga berikutnya, dan ternyata seri atau malah kalah, akan makin menambah berat langkah timnas ke depannya. Bukan tidak mungkin, saat melawan Vietnam mental sudah kadung turun.

Advertisements