CRF250 Rally vs Versys X 250: Bagaikan Langit dan Bumi

Zona Data AISI Juli 2017 nih bro. Gak usah heran kalau isi artikelnya perbandingan penjualan, lebih tepatnya distribusi sih, beberapa merk motor nasional dan ekspor. Bulan ini menjadi puncak penjualan motor nasional sepanjang 2017 ini. Berbanding terbalik dengan bulan sebelumnya yang menjadi capaian terburuk penjualan motor tahun ini. Nah, kali ini kita intip yup pertarungan dua merk Honda dan Kawaaaki di segmen motor adventure. Dan hasilnya adalah…

Di segmen ini ada Kawasaki Versys-X 250 yang punya dua varian, standar dan turing serta dari Honda ada CRF250 Rally. Dua motor penjelajah bagi brosis yang suka ‘mengukur jalan’ dengan budget lebih besar dibanding bebek atau sport 150cc. Sebab kedua motor ini punya range harga 60-70 jutaan Rupiah.


Versys-X 250 dijual dengan dua harga. Untuk versi standar dijual Rp 61,9 juta, sedangkan tourer Rp 72,7 juta, sedangkan Honda menjual CRF250 Rally dengan banderol Rp 62,9 juta. Semua harga di atas adalah on the road Jakarta.

Oke skip-skip basa-basinya. Langsung saja kita lihat seperti apa penjualan keduanya di bulan Juli kemarin.

Ternyata, Honda CRF250 Rally unggul sangat telak dari Versys X 250. Jika CRF250 Rally bisa terjual hingga 210 unit, Kawasaki Versys X 250 hanya terjual 1 unit! Ya, Versys X 250 hanya terjual sebiji doang bro. Padahal di awal-awal peluncuran bisa menembus angka 400-an unit. Sedangkan CRF250 Rally memiliki stabilitas penjualan lebih baik di kisaran 200an unit per bulan.
Namun, secara total sejak Februari hingga Juli 2017 ini Versys X 250 masih unggul dari CRF250 Rally. Sepanjang 6 bulan pertama tahun ini, Kawasaki telah mendistribusikan motor adventurenya itu sebanyak 942 unit sedangkan Honda 620 unit. Jadi ada total 1.562 unit sepanjang 6 bulan atau 260 unit per bulan. Yup, marketshare motor adventure 250cc di tanah air adalah 200-300 unit per bulan.


Melihat tren penjualan dimana Versys terus menurun, CRF punya peluang besar untuk unggul di akhir tahun nanti. Tapi, Kawasaki kabarnya siap untuk melokalkan Versys X 250. Sehingga peluang untuk menekan harga jual lebih rendah lagi cukup besar. Selama ini Versys memang masih CBU dari Thailand.

Tapi nih ya, sebenarnya kalau menurut RA, ‘masalah’ utama Versys hingga ‘dilupakan’ konsumen bukan terletak diharga jualnya melainkan di desainnya yang bisa dibilang standar banget, biasa banget mengarah ke jelek. Sorry to say, selama ini produk-produk premium Kawasaki nyaris selalu punya taste, silahkan tengok Ninja 250, KLX series, Ninja moge dan moge nakednya. Sepintas aneh tapi unik dan berkelas. Lha, Versys ini yang pertama dilihat saja sudah bikin kerutan dahi sontak muncul. “Kawasaki koq gini?”

Advertisements