Ketika Jualan Suzuki dan Kawasaki Melorot, Bahkan Dengan TVS Kalah!

Ketika market roda dua tanah air tengah bergairah di bulan Agustus 2017 ini, Suzuki dan Kawasaki justru tidak bisa merasakan nikmatnya kucuran Rupiah lebih banyak. Pasalnya, jualan mereka justru menurun, jangankan dengan Honda atau Yamaha, dengan TVS saja performa mereka kalah.

Bulan kemerdekaan menjadi raihan tertinggi distribusi para anggota Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) yang terdiri dari Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki dan TVS. Kolaborasi 4 brand Jepang plus 1 India itu mampu menghasilkan angka penjualan (wholesales) sebanyak 554.923 unit. Jumlah ini mengalami kenaikan 3,11% dibanding bulan sebelumnya yang berada di angka 538.176 unit.

Kenaikan penjualan Honda dan Yamaha mampu mengkerek penjualan Agustus secara nasional meningkat. Honda mampu menjual sebanyak 418.931 unit motornya di dalam negeri. Angka ini naik dibanding Juli lalu sekitar 403.487 unit.

Kenaikan juga dialami Yamaha. Pabrikan berlogo garpu tala itu pada Juli lalu telah menjual roda duanya sebesar 120.608 unit. Lalu pada Agustus, penjualannya naik mencapai 123.620 unit. Itu untuk pasar domestik saja.

Bahkan, TVS yang angka penjualannya terkadang di bawah 100 unit per bulannya juga meningkat dari 79 unit menjadi 84 unit. Garisnya berwarna hijau kalau di grafik.

Namun, Suzuki dan Kawasaki justru anti tesis. Market keduanya mengkeret. Pada bulan Juli, Suzuki mampu menjual sebanyak 7.312 unit. Pada Agustus, hanya menorehkan angka 6.279 unit. Begitu pula, Kawasaki yang menjual 6.690 unit pada Juli, namun anjlok pada Agustus sebesar 6.009 unit. Ada apa ini?

Jika sedikit diraba, penyebab untuk Suzuki adalah keterbatasan varian yang dijual. Praktis, sejak awal tahun ini walau mengalami peningkatan penjualan, namun Suzuki hanya bertumpu pada varian itu-itu saja. Kalau tidak Satria F150 alias FU ya GSX-S150 atau GSX-R150. Kalaupun ada di kelas matik yakni Address dan New Spin, pamornya kalah jauh dari matik-matik Honda dan Yamaha. Percuma juga diakui memiliki kuakitas built in jempolan kalau tidak laku juga. Konsumen disalahkan karena fanatik merk sebelah? Kenapa juga tidak meniru apa yang dilakukan sebelah.

Lalu, bagaimana dengan Kawasaki? Brand satu ini sih sudah kadung konsisten dengan jualan mogenya. Walau jumlahnya tidak sesignifikan penjualan BeAT misalnya, tapi mereka sudah punya pasar sendiri. Penurunan angka penjualan bagi Kawasaki adalah hal yang biasa. Fluktuasi seperti itu sudah sering mereka alami. Jualan Kawasaki tiap bulan ya di kisaran 6000-8000 unit saja. Jadi, kalau di Agustus ini jualannya hanya 6000an unit, masih dalam range wajar. Kalaupun mungkin mau dicari sebabnya lebih detil, mungkin (ini nungkin lho ya), bakal hadirnya trail 150cc Honda bisa dijadikan alasan. Mungkin konsumen menahan diri untuk membeli KLX150 demi kehadiran sang lawan. Sekali lagi mungkin lho ya…

Jadi, jika Suzuki dan Kawasaki turun angka penjualannya, mungkin lebih khawatir Suzuki dibanding geng ijo. Mungkin lho yaa heheehhee….

Advertisements