Honda Mau Lokalkan PCX Untuk Hadapi NMax, Lho Bukannya NMax itu Banci?!

Tidak lama lagi Honda akan segera meluncurkan PCX Lokal dengan harapan bisa menyaingi maxi skutik Yamaha, NMax yang hingga hampir 3 tahun peluncurannya itu masih saja belum bisa mengakomodir antusiasme konsumen. Konon kabarnya PCX lokal akan memiliki desain fresh tapi masih punya aura PCX current dan akan diposisikan sedikit lebih premium dari NMax.

Yang artinya janganlah berharap harga PCX Lokal akan setara atau di bawah NMax. Tapi, itu masih sebatas rumor yang bisa salah walau bisa juga benar. Namun, ketika melihat situasi saat ini dimana Honda (baca AHM) begitu ngebet ingin melokalkan PCX 150, tentu ini adalah tuntutan pasar yang menginginkan variasi produk dengan berbagai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Intinya, PCX dilokalkan untuk melawan NMax.
Market yang dinamis menuntut pabrikan untuk tidak boleh menutup pintu peluang sekecil apapun untuk mengeluarkan produk baru walaupun itu membutuhkan kerja keras baru. Masih teringat di pertengahan tahun 2015 silam ketika NMAx baru keluar sekitar 2-3 bulan, salah seorang kepala marketing sebuah dealer utama Honda di wilayah Tangerang-Jakarta yang menyebutkan bahwa NMax itu banci!

  1. Kalau menurut saya Yamaha NMax itu banci, besar gak kecil gak. Kalau dibandingkan dengan Honda PCX jauh lah,”
  2. Yamaha NMAX memiliki beberapa kekurangan seperti produksi lokal, desain yang kalah keren dibanding PCX, dan punya teknologi juga yang masih kalah lengkap dari Honda PCX.
  3. “Secara tongkrongan saja jauh lah. Jadi Honda tidak pernah gentar dengan hadirnya NMax”
Si Banci nih 😀

Yup, setidaknya 3 poin itu yang menjadi atensi beliau kala itu. Sontak, beberapa media online hingga rekan-rekan blogger mengangkat pernyataan itu dalam tulisannya. Sempat viral sih… Senyum-senyum sendiri membaca kembali pernyataan itu saat ini jika dihubungkan dengan rumor PCX Lokal.
Sebenarnya, tidak hanya petinggi Honda saja yang melakukan ‘blunder’ pernyataan, Yamaha juga kerap melakukan hal serupa. Paling viral tentu saja kalimat “mau ngebut kemana?”, kenyataannya si garputala justru memproduksi motor dengan pendekatan speed, speed dan speed. Lucu bukan?

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*