Kelemahan Ini Membuat Vinales Kesulitan Bersaing Dengan Marquez dan Dovi!


Performa Maverick Vinales musim ini semakin menurun. Gagah di awal musim, mlempem memasuki pertengahan musim dan belum juga kembali ganas memasuki paruh musim kedua. Alhasil, walau sudah mengoleksi 3 kemenangan, peringkat pembalap Movistar Yamaha itu hanya ada di posisi 3 tertinggal cukup jauh dari Marc Marquez dan Andrea Dovizioso.

Salah satu alasan menurunnya performa Vinales adalah kelemahannya ketika menghadapi balapan basah alias saat hujan. Musim ini ketika trek menjadi basah atau tricky bisa dipastikan Vinales akan sangat kesulitan bahkan untuk sekedar podium. Seperti yang dialaminya di Misano, seri ke-13 kemarin. Sempat meraih pole position saat kualifikasi dimana trek memang kering, namun akhirnya Vinales gagal juara dan juga gagal naik podium setelah hanya finish posisi keempat di belakang Marquez sang juara, Petrucci runner up dan Dovizioso posisi tiga.

Kelemahan Vinales saat melahap trek basah memang dibenarkan oleh sang pelatih, Wilco Zeelenberg. Wilco menyebut Vinales merupakan pembalap yang begitu agresif dengan penggunaan rem sehingga kebiasaan itu akan sangat merugikannya saat melahap trek basah.

“Jika Anda tahu gayanya, dia tidak terlalu mulus. Dia cukup agresif menginjak rem. Dia perlu melakukan balapan lebih banyak di bawah hujan. Menurutku bahwa ia telah melakukannya,” kata Wilco Zeelenberg seperti dikutip dari bolasport.com, Rabu (20/9/2017).


Namun, Wilco menyebut bahwa Vinales hanya butuh jam terbang lebih banyak saja di trek basah. Pengalaman banyak bertarung di trek basah akan membuatnya semakin paham dan kuat. Wilco kemudian menyebut seorang Dani Pedrosa yang juga sempat kesulitan bertarung di trek basah di musim 2006-2007. Namun, setahun kemudian begitu nyaman memimpin GP Jerman ketika kondisi trek tengah basah.

‘Arena belajar’ untuk menambah pengalaman di trek basah bisa segera hadir akhir pekan ini di Aragon, Spanyol. Prediksi cuaca memang akan cerah di Minggu (24/9/2017) namun menurut situs accuweather.com, Rabu (20/9/2017) Aragon akan sedikit hujan di hari Jumat (22/9/2017) dengan badai petir. Sedangkan di hari Sabtu akan cerah.

Jadi, jika Vinales punya target meraih gelar juara dunia, maka kelemahannya ini harus segera dieliminir sebab akan menjadi handicap yang sangat besar. Apalagi ketika memasuki seri-seri akhir di Asia seperti Sepang dan Motegi yang memasuki musim hujan, jika tidak segera diatas bersiaplah gigit jari menyaksikan pembalap lain yang merengkuh trofi.

Mumpung masih ada 5 seri tersisa termasuk Aragon, Vinales harus segera berbenah. Sang rival utama, Marquez, punya segalanya untuk kembali mengamankan titel juara dunia keempat kalinya musim ini. Sementara itu, Dovizioso tengah menikmati ‘bulan madu’ dengan Desmosedici GP17 yang musim ini sangat superior. Di lain pihak, Yamaha M1 justru tengah kendor memasuki akhir musim yang krusial begini.

Sebagai informasi, Vinales memenangkan 3 seri dimana 2 diantaranya di raih di 2 seri pembuka, sisanya di seri kelima Le Mans. Praktis sejak seri keenam Mugello hingga ke-13 Misano kemarin Vinales tidak bisa juara lagi. Prestasi terbaiknya runner up di Mugello dan Silverstone dengan total 3 podium dan 4 kali finish di luar top 3 dan sekali gagal finish di Assen. Sebaliknya, di periode yang sama sejak Mugello hingga Misano, Marquez meraih 3 kemenangan dengan total 6 podium, sekali posisi 6 dan sekali gagal finish di Silverstone. Sedangkan Dovi meraih 4 kemenangan dengan total 5 podium dan 3 kali di luar top 3 namun tidak pernah gagal finish dan selalu raih poin.


Bagaimana bro, masih yakin Vinales bisa bertarung hingga akhir musim memperebutkan titel?

Advertisements