Penjualan R25 Disebut Menukik, Bagaimana Dengan Ninja 250 dan CBR250RR?

Membaca sebuah artikel persaingan motor sport 250 dimana disebutkan bahwa Ninja 250 dan CBR bersaing ketat, R25 menukik tajam. RA pikir memang benar tentang persaingan ketat Ninja dan CBR, tapi ketika menyebutkan R25 menukik tajam, ada sesuatu yang menarik nih. Benarkah penjualan R25 menukik? Apakah Ninja 250 dan CBR250RR tidak pernah menukik penjualannya?

Poin pertama tentang persaingan ketat Ninja 250 dan CBR250RR. Sepanjang Januari hingga Agustus atau 8 bulan penjualan (wholesales) di tahun 2017 ini Ninja 250 dan CBR250RR memang silih berganti memimpin penjualan. Tercatat Ninja 250 dan CBR250RR memimpin masing-masing 4 bulan penjualan. Ninja di bulan Februari, Maret, Juli dan Agustus sedangkan CBR250RR di bulan Januari, April, Mei dan Juni.

Perbandingan penjualan Ninja 250 dan CBR250RR Periode Januari-Agustus 2017

Secara total penjualan keduanya berselisih tipis dengan 6.211 unit berbanding 5.957 unit untuk keunggulan Ninja. Itu semua benar, masalahnya jika dilihat dari konteks fluktuasi penjualan, siapa yang menukik tajam penjualannya?

Data penjualan Yamaha R25 Periode Januari-Agustus 2017

Rekor tertinggi penjualan R25 adalah 278 unit di bulan Januari sedangkan yang terendah 24 unit di bulan April. Ada penurunan sekitar 91%. Menukik? Kita lihat dulu data Ninja 250 dan CBR250RR pada periode yang sama di atas.

Panjualan tertinggi dari Ninja 250 adalah 1.727 unit di bulan Februari, sedangkan terendah di bulan April dimana hanya terjual 200 unit. Ada penurunan sekitar 88%.

Untuk CBR250RR, penjualan tertinggi d bulan Januari dengan 1.408 unit, terendah Agustus 106 unit. Ada penurunan sekitar 92%.

Grafik perbandingan penjualan motorsport 250cc sepanjang Januari-Agustus 2017

Jadi, jelas sebenarnya ketiga motorsport 250cc itu sama-sama pernah menukik tajam, namun CBR250RR menukiknya paling tajam. Itu secara persentase lho ya, tapi jika secara kuantitas unit maka Ninja pernah menurun hingga 1500an unit, CBR250RR pernah 1300an unit dan R25 pernah 250an unit. Coba perhatikan grafik di atas, apa yang bisa kita lihat?

Namun, terlepas dari semua itu yang perlu menjadi perhatian mereka sebagai produsen adalah bagaimana menyikapi marketshare sport dua silinder ini yang makin mendekati akhir tahun makin menurun. Jangan-jangan di tahun 2018 nanti pangsa pasarnya akan di bawah 500 unit/bulan. Apa solusinya?

Advertisements

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*