Sssttt… Rideralam Ikutan ke Bimtek Adiwiyata 2017, Jangan Dibaca Ya!

Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Situbondo pada hari Rabu (18/10/2017) kemarin menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Adiwiyata 2017 di Lantai II Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Situbondo. MAN 2 Situbondo sebagai sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur mendapat kesempatan untuk mengikuti acara tersebut hingga usai. Cihuuy… RA ikutan, menyelinap ah hehehehe…

Ki-ka: Kepala MAN 2 Situbondo, Kepala DLH, Kepala Diknas, Narasumber Aulia Wijiasti, Kepala SMPN 1 Situbondo, Kepala Kantor Kemenag, Narasumber Hery Kusnadi, Kepala SMPN 2 Asembagus, Tim Penilai Adiwiyata Situbondo

Bimtek kali ini dihadiri oleh sejumlah petinggi kabupaten ini, seperti Sekretaris Daerah Kab. Situbondo, Drs. H. Syaifullah, MM yang kali ini mewakili Bupati Dadang Wigiarto yang berhalangan hadir karena ada kepentingan ke Jakarta. Juga ada sejumlah kepala dinas, seperti Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Situbondo, Dr. Fathor Rakhman, M.Pd, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kholil, SP, MM serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Situbondo, Drs. H. Atok Illah, M.Pd. Duh, RA seneng banget Kepala Kemenag bisa hadir, semoga ini petanda Kemenag akan semakin concern mendukung program sekolah Adiwiyata.

Peserta Bimtek kali ini berjumlah sekitar 100 orang yang merupakan sejumlah undangan seperti dari Kepala UPTD Pendidikan, Koordinator Pengawas SMA/SMK/MA, Tim Penilai Adiwiyata Kab. Situbondo (RA masuk di sini nih bro, gak penting banget ya hahahah…), sejumlah Kepala Sekolah dari SD hingga SMA/SMK/MA yang telah meraih titel sekolah Adiwiyata mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi, Nasional hingga Mandiri. Tidak lupa juga hadir sejumlah Kepala Sekolah dari sekolah calon adiwiyata kabupaten Situbondo tahun 2017 ini yang penilaiannya sedang berjalan.

Bapak Hery Kusnadi komitmennya untuk adiwiyata luar biasa. Salam hormat pak!

Sedangkan narasumber adalah Hery Kusnadi dari PT. YTL Java Power Probolinggo yang merupakan mitra sekolah-sekolah adiwiyata di Kab. Situbondo serta Aulia Wijiasih,Tim Teknis Adiwiyata Pusat Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Satgas PMP Dikdasmen Dirjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Acara dibuka dengan pembacaan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Situbondo, sayang mars adiwiyata tidak ikut ditampilkan, entah lupa atau bagaimana. Kemudian pembacaan sholawat nariyah sebanyak 3 kali dan kemudian sambutan dari Sekda Kab. Situbondo dan pemaparan tujuan umum Bimtek oleh Aulia Wijiasih.

Pengukuhan Forum Adiwiyata Kabupaten Situbondo oleh Sekda Kab. Situbondo. Semangat ya pak!

Usai seremoni pembukaan, dilanjutkan dengan Pengukuhan Forum Adiwiyata Kab. Situbondo oleh Sekda Kab. Situbondo kemudian panandatanganan piagam pengukuhan oleh Ketua Forum Sekolah Adiwiyata Kab. Situbondo dalam hal ini diwakilkan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Asembagus, Drs. Winarto, M.Pd, Kepala Diknas, Kepala Kemenag dan Kepala DLH. Semoga dengan pengukuhan ini, sekolah adiwiyata dari kab. Situbondo semakin bertambah jumlahnya.

Acara selanjutnya adalah acara inti Bimbingan Teknis dengan dibuka oleh pemaparan Kepala DLH. Dalam pemaparannya, Kholil, SP, MP menyebutkan bahwa sebenarnya semua orang memiliki keinginan untuk menjaga dan melestarikan lingkungannya. Hanya tinggal bagaimana memancing keinginan itu bisa keluar. Program adiwiyata menjadi salah satu caranya. Pria yang baru menjabat kepala DLH selama 12 bulan itu juga ingin seluruh sekolah di kab. Situbondo ber-adiwiyata, tidak hanya sekolah tertentu saja.

Sedangkan, Hery Kusnadi yang mendapat waktu bicara kedua memberikan ‘bocoran’ soal waktu pelaksanaan Adiwiyata Provinsi yang pengumpulan dokumennya sekitar bulan Februari 2018. Pria ramah dan murah senyum ini berharap apa yang diperoleh oleh peserta Bimtek kali ini mau menularkannya kepada rekan-rekannya di sekolah masing-masing.

Sedangkan Aulia Wijiasih yang mendapat giliran terakhir membeberkan dasar pelaksanaan program sekolah adiwiyata yang tak lain adalah aplikasi dari delapan standar nasional pendidikan. Wanita yang baru saja berulang tahun 16 Oktober lalu itu menyebut, berbagai program dari pemerintah untuk sekolah-sekolah seperti Pendidikan Adiwiyata, Pendidikan Kebencanaan, Pendidikan Anti Korupsi punya dasar hukum yang sama yakni UU N0. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.

Aulia menyebutkan bahwa kurikulum pendidikan nasional tahun 2013 harus disesuaikan dengan potensi lokal daerah, kearifan lokal yang dimiliki daerah tempat sekolah itu berada. Sehingga dengan begitu, para peserta didik bisa paham dan mengerti tentang kekayaan alam wilayahnya.

Ada satu kalimat yang menurut RA menarik dari pernyataan wanita berpenampilan sederhana itu yakni

“Setiap Siswa yang tidak naik kelas atau bahkan tidak lulus sekolahpun masih bisa menjadi manusia yang bermanfaat dan berkualitas jika dia paham dan mengerti kekayaan alam di sekitarnya”.

“Jadi, kurikulum pendidikan di Indonesia itu full lingkungan yang disesuai dengan potensi daerahnya masing-masing. Harapannya ada sinkronisasi yang berkelanjutan tentang pendidikan lingkungan yang bermuara pada sekolah Adiwiyata,” paparnya seperti dikutip dari situbondotimes.com (18/10/2017).

Kepala MAN 2 Situbondo ikut berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui program adiwiyata. Ayo ke nasional, pak! Hehehehe…

Usai pemaparan seluruh narasumber, sebagai wujud dukungan dan partisipasi seluruh peserta bimtek, dilakukan penandatanganan komitmen peningkatan mutu pendidikan melalui program adiwiyata oleh perwakilan peserta bimtek, termasuk oleh Kepala MAN 2 Situbondo, Drs. H. Puji Pinarto, M.Pd.I.

Kesempatan langka bisa face to face ngobrol dengan narasumber sekelas Aulia Wijiasih. Semoga sehat selalu, bu!

Usai acara, RA dan sejumlah rekan dari Tim Penilai Adiwiyata Kab. Situbondo mendapat kesempatan berbincang-bincang santai dengan Aulia Wijiasih. Kesempatan emas tersebut langsung RA manfaatkan untuk bertanya soal format penilaian yang ada selama ini. Ternyata, beliau menganggap apa yang kami peroleh selama ini perlu diluruskan terkait teknis pengisian folder-folder di 4 komponen penilaian adiwiyata, salah satunya adalah folder 1 yang berisikan visi, misi dan tujuan sekolah.

Selama ini berkembang dan selalu menjadi acuan kami bahwa di folder 1 hanya berisikan dokumen KTSP di bagian visi, misi dan tujuan saja, padahal yang diharapkan tim penilai pusat adalah KTSP Dokumen 1 utuh dengan memberikan highlight di bagian visi, misi dan tujuan. Joss… jadi, selama ini yang RA dan seluruh rekan adiwiyata di kabupaten Situbondo pahami kurang benar dong. Ya iyalah hahahaha… duh beruntung banget RA bisa langsung bertemu dan menanyakan langsung apa sih keinginan beliau tentang adiwiyata. Beliau ini adalah salah satu penggagas program sekolah adiwiyata lho… hebat bukan?

Akhirnya, di akhir pertemuan sebelum RA dan rekan-rekan pamit undur diri, beliau menitipkan pesan kepada kami semua untuk membantu mensukseskan program adiwiyata di kabupaten Situbondo. Siap, bu!

Salam Bumi! Pasti Lestari!
Adiwiyata… Bisa bisa bisa!

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*