Razia Strobo dan Sirine Sia-Sia kalau…

Kepolisian Republik Indonesia akhir-akhir ini giat melakukan penindakan atas pengguna jalan raya yang memakai lampu tambahan berupa strobo, rotator atau sirine. Tidak hanya pemotor, pengendara mobil juga tidak luput dari razia. Namun, banyak yang berpendapat razia tidak akan menghilangkan modifikasi strobo atau rotator di kalangan biker dan pemilik mobil, alasannya adalah part-part itu masih dijual bebas!

Ya, bukan rahasia lagi jika banyak toko aksesoris motor dan mobil yang menjual strobo, rotator atau sirine karena pasarnya memang ada. Pemakai strobo dan sejenisnya biasanya biker yang suka melakukan perjalanan jarak jauh atau turing, walau tidak semua, juga pemobil yang sok-sok an meniru gaya mobil polisi dengan lampu rotator.

Padahal, di UU No 22 Tahun 2009 tentang memang tegas dilarang tentang pemakaian stobo dan konco-konconya. Hanya sayang, di UU tersebut tidak diatur sanksi atau larangan bagi siapapun yang menjual aksesoris tersebut. Jadi, bisa ditebak, toko-toko aksesoris aman dari razia kepolisian. Ini sama dengan ramai-ramai melarang rokok tapi pabrik rokoknya tidak ditutup.

Sehingga pihak kepolisian ibarat macan ompong ketika harus berhadapan dengan kondisi tersebut. Mereka garang di jalanan saat melakukan penindakan kepada pemotor dan pemobil dengan aksesoris tambahan itu, namun menjadi tidak bisa berbuat apa-apa ketika ada saran agar strobo dan sejensinya dilarang dijual bebas.

“Karena belum ada undang-undangnya yang bisa menyerahkan dia (penjual). Kami sudah sampaikan yang begini (strobo, rotator, atau sirine) jangan dibuat,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra di Jakarta dikutip dari kompas.com, (20/10/2017).

Jadi, jika memang polisi dan pihak terkait memang serius ingin memberantas pemakaian strobo dan sirine untuk pengguna umum, maka harus dimulai dengan melakukan revisi UU No 22 Tahun 2009 terlebih dahulu, baru penindakan di lapangan bisa mencakup seluruh pihak. Ya biker, ya driver, ya produsen, ya penjual… semuanya! Berani?

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*