Blogger Kondang Ini Curhat Data Artikelnya Dicuri!

Bukan blog ini yang kondang lho ya… hanya numpang promo

Curhatan baper RA tentang semangat menulis yang merosot sudah publish, tolongan jangan dibaca, bikin malu. Tapi, di luar sana ada juga curhatan seorang blogger yang merasa usahanya menghadirkan sebuah data tidak diapresiasi rekan-rekan blogger lain. Budaya menghargai sumber berita primer memang masih minim, mungkin termasuk RA sendiri.

Curhatan tentang minimnya penghargaan atau apresiasi dari rekan seprofesi (anggap saja blogger itu profesi ya, sudah menghasilkan rupiah koq) seperti menyebut sumber data di tulisannya memang terasa miris. Tambah miris ketika sebenarnya blogger ini sejauh pengamatan RA tidak pernah baper soal dunia tulis menulis ini. Bahkan, ketika beberapa kali tulisannya dijadikan referensi blog-blog lain, mau disebut sumbernya atau tidak, beliau sepertinya woles saja. Baru kali ini (tolong dikoreksi) beliau mencurahkan kepedihannya (semoga gak lebay kata yang RA pilih ini) secara terbuka di media sosial. Heemm… berarti memang sudah parah. Pencurian data!

Dan, ketika membaca alasannya hingga jadi baper, ternyata apa yang dialami beliau ini sudah kali ketiga dalam tiga bulan terakhir. Jika sedikit ditelusuri, memang benar beliau ini adalah yang pertama mengulas atau mengangkat data AISI penjualan motorsport 250cc, mulai dari bulan Agustus 2017 lalu. Termasuk data bulan Oktober ini dimana Ninja 250 masih terlalu tangguh bagi CBR250RR maupun R25.

Permintaan beliau simpel sebenarnya, tolong ditulis sumber data penjualan motorsport 250cc itu atas nama dirinya. Beliau tidak mengharuskan aktif backlink karena tidak mengejar hits, cukup ditulis 7leopold7 saja sudah oke. Sebab, jika ini tidak dilakukan maka berikut-berikutnya sumber primer ini tidak akan terekspose lagi. Justru bisa menimbulkan salah penyebutan asal sumber.

Contohnya begini, ketika ada sebuah sumber data primer dari BLOG A yang dipublish ke publik, kemudian ada BLOG B yang mengutip data itu tanpa menyebut sumber primernya, dan parahnya lagi BLOG B ini selalu page one di search engine X, maka ketika ada blog lain, sebut saja BLOG C, BLOG D, BLOG E dan seterusnya, menemukan data itu dari search engine X (karena status page one-nya itu) dan kebetulan BLOG C, BLOG D dan BLOG E adalah blogger tahu tatakrama penulisan, maka tiga blog itu dan kemungkinan blog-blog lainnya akan menuliskan sumber datanya adalah dari BLOG B, bukan BLOG A yang sebenarnya lebih berhak. Andaikan BLOG B tadi menyebut sumber datanya dari BLOG A, maka BLOG C, BLOG D dan BLOG E akan menuliskan sumber datanya juga dari BLOG A dan seharusnya inilah yang terjadi.

Merangkai kata demi kata, memasukkan data dan gambar, memang mudah bagi yang sudah punya passion menulis. Tapi, alangkah baiknya jika passion menulis itu diikuti passion menyebutkan sumber data primernya. Jadi, agar literasinya nyambung dan benar! Semoga RA bisa konsisten menuliskan sumber data atau sumber tulisan. Thanx to ucweb… lho!? IYKWIM!

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*