Honda CRF150L Resmi Dirilis, Ini Fitur-Fitur Andalannya!

Honda CRF150L

Hari ini (9/11/2017) PT AHM akhirnya dengan resmi merilis motor bergenre trail CRF150L. Motor bergenre trail ini menjawab kebutuhan pecinta motor gasruk tanah yang fresh setelah selama ini didominasi KLX Series.

CRF150L menjadi motor trail road legal karena sudah ada label ‘L’ yang berarti Liscence! Dengan kondisi on the road, motor dengan mesin SOHC 150cc berpendingan udara ini dibanderol dengan harga 31,8 Juta Rupiah di seputaran Jakarta. Murah? Mahal? Relatif dari sisi mana brosis melihatnya.

Sebelum menilai motor dengan suspensi depan inverted fork alias upside down ini mahal atau murah, ada baiknya kita lihat dulu apa yang ditawarkan CRF150L ini.

Extreme Red pilihan satu-satunya

Pertama, Brosis harus siap-siap kecewa jika berharap CRF150L punya varian warna putih, hitam, biru atau bahkan hijau sebab AHM hanya menyediakan satu warna saja, Extreme Red! Ya, di awal peluncurannya ini hanya warna merah yang disediakan untuk CRF150L. Entah apa alasannya, nanti kita cari tahu ya sebab menarik ini karena biasanya untuk motor varian warnanya minimal ada dua.

Kedua, kita lihat panel speedometer. Wow… all digital panel. Tampilannya sederhana, kalau brosis pernah lihat speedometer Beat Street, berarti Anda sudah punya gambaran speedometer CRF150L seperti apa, sebab memang mirip.

Ketiga, headlamp berkarakter agresif. Memiliki garis meruncing sehingga terkesan petarung. Sayang, AHM belum menyertakan lampu jenis LED di CRF150L ini, masih bohlam.

Keempat, suspensi depan seperti disebut sudah inverted fork alias upside down dengan diameter tabung 37 mm, ini terbesar di kelasnya. Makin besar, makin jaminan kestabilan. Dan panjang stroke juga lumayan, 225 mm. Tambah mentereng dengan aplikasi warna gold anodize pada tabung.

Kelima, kombinasi wheel depan belakang memang trail banget, depan 21 inch belakang 18 inch. Tambah multiguna dengan ban dual purpose, off road oke, on road juga oke. Velg ringan berkat penggunaan bahan aluminium, sehingga lebih optimal buat akselerasi.

Keenam, sistem pengabutan sudah injeksi dengan teknologi andalan Honda, PGM-FI. Memang muncul kekuatiran, bagaimana nanti kalau CRF150L dipakai di pelosok desa, puncak perbukitan nun jauh dari keramaian ketika tiba-tiba mesin mengalami kerusakan akibat ganasnya medan, adakah bengkel yang bisa support mesin injeksi? Oke, kekuatiran itu cukup beralasan walau tidak usah berlebihan juga sih selama perawatan rutin dan detil.

Ketujuh, ini pilihan cerdik Honda. CRF150L dibekali piringan cakram yang bertipe wave alias bergelombang. Selain lebih kece dilihat, juga lebih optimal melepas panas. Depan berukuran 240 mm dan belakang 220 mm.

Ketujuh, kita intip kemampuan alias performa motor ini di atas kertas. Power maksimal 9,51 kw pada putaran mesin 8.000 rpm dan torsi 12,43 Nm pada putaran mesin 6.500 rpm. Cukuplah walau tidak istimewa.

Kedelapan, silahkan diisi sendiri dilanjut dengan yang lainnya. Untuk sementara ini dulu yang bisa dibagi. Berhubung motor jenis ini bukanlah kesukaan RA, jadi apapun yang ditawarkan tetap tidak akan membuat harus beli, apalagi celengan masih isi seperlimanya hahahaha…

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*