FBH vs FBY. Who is The Winner?

ktm indonesia

Persaingan antara Honda dan Yamaha semakin sengit dan panas. Honda dengan sumberdayanya yang lebih superior dibanding Yamaha dapat mengejawantahkan kesuperioran tersebut ke lapangan. Selama hampir mid semester di tahun 2011 ini, jumlah penjualan Honda secara umum mampu di atas Yamaha. Honda dengan 25 varian roda duanya seolah-olah mengepung Yamaha yang “hanya” menggelontorkan 16 produk.

Persaingan di level pabrikan seakan-akan menular ke para pemakainya. Di sinilah fenomena Fans Boy (FB) dua pabrikan terbesar tersebut (di Indonesia) mulai muncul. Kemunculan Fans Boy Honda (FBH) dan Fans Boy Yamaha (FBY) bermula dari saling adu argumen dan adu komentar mengenai keunggulan tunggangan mereka masing-masing di dunia maya. Dunia blog merupakan arena “peperangan” mereka.

FBH dengan bangganya mengatakan bahwa tunggangan mereka lebih irit, teknologi lebih canggih, bisa ngasapin motor FBY di jalanan, de el el. Tentunya FBY tidak mau kalah. Mereka bilang motor yang mereka tunggangi sporty abiess, model gaul dan macho, tidak bisa dikalahkan motor FBH di jalanan, de el el. Dari saking serunya “peperangan” ini sampai-sampai faktor utama dalam pemilihan kendaraan bermotor roda dua, yaitu kualitas, konsumsi BBM, kemampuan keuangan untuk beli hingga value tuh motor sehari-hari menjadi faktor sampingan. Faktor utamanya adalah yang penting merk Honda (buat FBH nih) dan merk Yamaha (ini tentunya FBY).

Fenomena fans boy-fans boy ini biasanya banyak menjangkiti generasi sekolahan alias anak-anak SMP dan SMA (kalau ini datanya saya tidak punya cuma berdasarkan pengamatan sendiri). Bisa dimaklumi karena anak-anak seusia mereka mempunyai pola pikir yang masih dalam bingkai mencari jati diri. Yang penting dimata mereka unggul dibanding yang lain. Intinya gw harus di atas lo, gw harus lebih hebat dari, gw harus di depan lo…..

Buat pabrikan, fenomena fans boy ini sangat menguntungkan (ini menurut saya lho…). Yang paling kentara adalah mereka mendapatkan promosi gratis. Ya iyalah, semakin seru “perang” antar fans boy, sudah pasti akan semakin sering pula merk kedua pabrikan ini disebut, so berapa coba harus bayar iklan di TV atau Koran atau Internet jika harus menyebutkan merk mereka, berkali-kali pula hehehe…

Keuntungan yang lain adalah pabrikan memiliki konsumen setia yang tidak akan gampang berpaling ke pabrikan lain, walaupun mungkin nantinya produk yang mereka keluarkan tidak sebagus produk pabrikan lawannya. So, kelanjutan masa depan produk terjamin toh hehehe…(lagi-lagi ┬áini cuma analisa saya, awam koq…)

Apakah ada keuntungan lain? ntar deh saya liat lagi, sementara ini saja dulu hehehe…

Apakah ada FBS? ah sejauh ini market Suzuki masih kalah jauh dengan Honda dan Yamaha. Suzuki sedang menikmati masa hibernasinya hehehe…ups!

Advertisements

4 Comments

  1. Fanboy yang paling kuat itu Suzuki Shogun, Yamaha RX-King & Kawasaki Ninja, fanatisme mereka sudah terpupuk dari generasi pertama soalnya

    Kalau fanboy berdasarkan brand itu masih rancu

  2. kalau produk segmented emang pas dan enak dilihat, misal kelas ninja all cc, tiger, kymco, vespa, harley, megelli, dst. kalau mereka bikin klub ya wajar dan enak dilihatnya karena produk segmented dan tidak banyak yang punya.

    tapi kalau udah banyak dan mass produk, atau sejuta umat, macam mio, scoopy, vario, dst, mau dibikn klub atau Fanatisme berlebih,,, jadi biasa aja, lha wong banyak di jalan. dan murah pula…

    setuju dengan pedal2themetal, memang menginduk kepada produk/type, bukan merek

Comments are closed.