[Addict] Nikmatnya Minum Kopi Adalah Ketika Mengetahui Cara Terbaik Menikmatinya

Secangkir Kopi, Seribu Aturan, Sejuta Nikmat

Minuman ini sedang naik daun, warnanya hitam kecoklatan, rasanya kata sebagian besar orang pahit dan biasanya merupakan pasangan serasi dengan rokok (serasi dari konghong :(). Kopi namanya. Saya termasuk penggemar kopi, terutama kopi hitam (istilah yang sering digunakan untuk kopi murni). Sejak awal menyukai kopi, masih SD gara-gara alm. mbah yang sering membiarkan kopinya di atas meja :D, memang sudah menyukai kopi hitam, karena yang tersedia cuma itu.

Kebiasaan ngopi terbawa hingga kuliah, dimana dunia hisap-menghisap alias merokok mulai serius “ditekuni”. Memang, perpaduan hangat dan manisnya kopi mampu meredam efek panas di mulut (bibir) dari asap rokok. Jadi paham kenapa kalau sudah pakai ngopi, merokoknya jadi menggila. Padahal itu juga adalah pasangan sempurna untuk mati lebih cepat mati lho :D. Sampai akhir-akhir ini yang saya tahu, kopi itu ya harus pakai gula, kalau tidak hasilnya akan pahit. Ternyata eh ternyata….para ahli kopi (ini yang beneran ahli) mengatakan kalau pada dasarnya kopi itu tidak pahit. Ada rasa manis tercampur di dalam kopi (selain aroma dan rasa lain yang khas dari masing-masing daerah). Perlakuan awallah yang membuat rasa pahit itu menjadi muncul dan dominan.

Manual Roasting. Mbah siapa nih? 😀

Masa roasting (penyangraian) kopi yang menentukan nasib biji kopi ke depannya. Jika selama ini melihat mbah putri saya menyangrai kopi berjam-jam sampai si biji kopi hitam legam, ternyata itulah penyebab munculnya rasa pahit kopi. Menyangrai sampai gosong hitam bisa jadi adalah kebiasaan sebagian besar orang-orang Indonesia, makanya jangan heran kalau stigma yang muncul adalah kopi itu pahit. Menurut teman saya yang telah lama berkecimpung di dunia per-kopian, bro Ewok Hermawan, menyangrai kopi yang bagus adalah selama 20 menit. Di kurun waktu itu, “keajaiban rasa” dari biji kopi akan keluar optimal. Lebih dari itu akan gosong (pahit) kurang dari itu aroma kopi belum keluar. Rasa (body dan keasaman) serta aroma yang muncul sesuai dengan karakter biji kopi tersebut. Mengenai karakter ini silahkan baca di sini. Alhasil, doi bilang “minum kopi itu tidak usah gula bro, kopinya sendiri sudah manis dan juga menyehatkan”. Kalimat yang baru separuhnya saya setuju, “menyehatkan” tapi untuk mengakui bahwa kopi non gula itu manis, so far saya belum menemukannya (memang akhirnya tidak sepahit kopi sangraian mbah saya, tapi tetap ada sensasi pahit yang dominan, akhirnya pakai gula deh walau sedikit).

Ada satu lagi ilmu yang saya dapatkan semenjak berniat untuk sedikit “menseriusi” cara minum kopi yang “benar”, yaitu meminum kopi tanpa ampas. Cara ini yang akhirnya semakin membuat saya menyukai kopi. Kopi tanpa ampas biasanya hanya diperoleh dari kopi-kopi moka kemasan instan, untuk kopi tubruk mana ada yang non ampas. Sampai suatu ketika saya ditawari untuk mencoba ngopi dengan menggunakan alat seduh dan kertas saring. alat seduhnya mirip corong yang biasa digunakan memasukkan minyak ke dalam jirigen, sedangkan kertas saringnya mirip sekali dengan kertas saring di laboratorium IPA cuma beda bentuk saja, yang ini berbentuk segitiga mengikuti bentuk alat seduhnya.

Alat seduh + Kertas saring

So, dengan menempatkan alat seduh yang telah diberi kertas saring di atas gelas, bubuk kopi pun tinggal diletakkan di atas kertas saring. Kemudian air panas disiramkan ke bubuk kopi tersebut. sehingga yang jatuh ke gelas adalah air kopi yang tanpa ampas. Oh iya, ada formula khusus dalam meracik kopi, yaitu 10 gram bubuk kopi untuk 150 ml air. Jika mau yang lebih kental, tinggal airnya saja yang dikurangi, kalau mau lebih soft tinggal airnya yang ditambah, artinya bubuk kopi tidak di utak-atik, tetap 10 gram. Ini sudah saya coba, dan hasilnya memang pas.

Terakhir, ini ilmu yang juga baru saya ketahui. Air panas yang digunakan untuk menyeduh kopi ternyata ada patokan suhunya. Jadi, tidak asal mendidih langsung dituang. Suhu paling bagus yang disarankan adalah 90-96 C, atau kalau kita tidak punya termometer, bisa dengan mendiamkan sekitar 1-2 menit air yang sudah mendidih untuk kemudian dituang. Hemm…ternyata meminum kopi itu banyak sekali “aturannya” tidak sedikit “rule-nya” dan sangat menarik “hukum-hukum” yang berlaku di dalamnya. Tidak kalah mnggiurkan juga berbagai macam alat untuk mendukung aktivitas minum kopi, mulai dari yang seharga puluhan ribu hingga puluhan juta. Memang kalau sepintas diperhatikan, meminum kopi koq ribet amat yak, tapi itulah seninya masbro, sangat menarik untuk mengetahuinya. Dan saya sedang melakukan itu, what  about you?

Nanti kalau dapat ilmu baru tentang minum kopi, akan saya share lagi masbroSo, menikmati kopi dengan segala “keribetannya” akan menghasilkan kenikmatan tersendiri. Please, try this at home! 😀

Advertisements

23 Komentar

  1. Kalo kata orang bilang : “Sehari tanpa secangkir kopi itu seperti sesuatu tanpa sesuatu”. Alhamdulillah, saya masih bisa sangat menikmati kopi tanpa merokok 🙂

Komentar ditutup.