Di Indonesia Itu, Motor Tidak Cukup Hanya Canggih Tapi Juga Harus Bisa Nenggak Bensin Jenis Apapun!

[Ilustrasi] Fleksibilitas Sebuah Motor Terhadap Bensin Jenis Apapun Diperlukan Di Indonesia

[Ilustrasi] Fleksibilitas Sebuah Motor Terhadap Bensin Jenis Apapun Diperlukan Di Indonesia

Produsen apapun, termasuk sepeda motor, pasti sebelum melepas produknya ke pasar sudah melewati masa Quality Controlled, sehingga bisa meminimalisir cacat produksi. Jika ditarik ke belakang, proses sebelumnya adalah sebuah riset dan penelitian ketika hendak memproduksi sebuah produk. Jadi, semua aspek dipertimbangkan, kualitas part, model dan desain, selera pasar, kondisi lingkungan tempat produk itu akan dijual hingga kondisi bahan bakar yang biasanya digunakan konsumen nantinya.

Misalkan kita ambil contoh kondisi ketersediaan bahan bakar minyak di Indonesia. Konsumsi bahan bakar subsidi alias bensin alias premiun alias bbm ron 88 masih sangat mendominasi. Apalagi jika melongok ke daerah-daerah yang jauh dari pusat kota, bisa dipastikan akan sangat sulit menemukan SPBU-SPBU yang menjual pertamax, dominan adalah premium. Jadi, produsen sepeda motor seharusnya sudah sadar dengan kondisi tersebut, sehingga ketika memproduksi motor yang diperuntukkan untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah, harusnya mendesain mesin motor yang bisa menenggak premium. Jangan dipaksakan membuat mesin dengan tingkat kompresi tinggi hanya untuk mengejar performa yang tinggi, tetapi pada kenyataannya nanti di lapangan, konsumen akan mengisinya dengan bahan bakar yang seharusnya untuk mesin kompresi rendah.

Motor Keren dan Canggih Jadi "ringkih" Gara-Gara Salah Minum, Kelalaian R&D?

Motor Keren dan Canggih Jadi “ringkih” Gara-Gara Salah Minum, Kelalaian R&D?

Alhasil, pasti akan banyak keluhan dari konsumen yang imbasnya produk tersebut akan dibilang jelek, akibat ketidakmengertian mereka tentang bahan bakar yang pas. Tahunya motor mereka diisi bensin, tidak peduli dengan kompresi-kompresian, lha wong adanya bensin koq, sekalinya pertamax ada harganya sangat mahal, jauh dari harga premium.

Nah, jika kondisi seperti di atas terjadi (dan sudah terjadi sebenarnya) maka konsumen tidak bisa disalahkan akibat mereka tidak mengisi bahan bakar sesuai spesifikasi dari pabrikan. Produsen seharusnya mengedukasi calon konsumennya tentang motor yang akan mereka beli itu. Selain itu, tim Research & Development (R&D) harusnya sudah memprediksi itu, bukannya salah satu jobdesk mereka adalah menggabungkan ilmu membuat mesin dengan kondisi real di lapangan. Ibarat kata, kalau menjual kulkas ya jangan di kutub.

Ngomong apa sih ini sebenarnya? hehehe….itu loh brosis tentang sebuah produk motor yang jadi bahan BC gara-gara cukup banyak masalah yang menimpanya, padahal nih motor keren dan canggih. Apa itu? hehehe…

Silahkan dikoreksi dan didiskusikan, semoga bermanfaat!

21 pemikiran pada “Di Indonesia Itu, Motor Tidak Cukup Hanya Canggih Tapi Juga Harus Bisa Nenggak Bensin Jenis Apapun!

  1. maaf ni y ? q td ngobrol ma tmen q
    q : aku
    t : tmen
    q : mtor bru bro ?
    t : oi bro
    q injeksi yak ??
    t : oi bro keren ??
    q : isi bbm apa bro ?
    t : premium bro ? canggih, bbm murah lg. hbtkn bro 125 skutik ane ?
    q : kok premium bro, g slh t ? tu miniml prtamax bro ??
    t : kta dealer n mkniknya gpp kok bro dh cnggih ?
    q : (heran) ktnya businya cpet mti tu bro ???
    t :g lh bro mtor baru. kren cnggih lg, masak businya gmpng mati ade2 j lo….
    q.. ow gtu y bro

    hayo ksmpulnnya apa ????

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s