Sama-Sama Satu Silinder, Beda Nasib CBR250R Dan Ninja 250 RR Mono

image
Honda CBR250R Satu Silinder, gagal mengambil hati konsumen (asphaltandrubber)

RiderAlam.com – Sama-sama mengusung aliran satu silinder, namun perlakuan terhadap dua motor tersebut berbeda! Perlakuan disini maksudnya adalah penerimaan masyarakat terhadap kehadiran dua motor tersebut.

Oke, kita lihat dulu motor seperempat liter gacoan Honda, CBR250R. Awal kemunculan CBR250R di tahun 2011 (koreksi jika salah) sudah dipandang apatis oleh masyarakat. Penyebabnya hanya satu, satu silinder! Yu, kala itu di kelas 250cc sudah ada pemain pertama yaitu Kawasaki Ninja 250R, namun si geng ijo sudah bermodal 2 silinder dengan segala kelebihannya salah satunya suara mesin yang enak didengar, empuk dan bulat katanya.

Nah, ketika hadir CBR250R satu silinder, sudah pasti banyak yang mencibir. “Mau lawan dua silinder koq pakai satu silinder”, kira-kira begitu anggapan yang berkembang. Alhasil, ketika Honda sudah merilis CBR250R yang desainnya tidak memiliki aura CBR series, lebih ke CRF, respon masyarakat minim, ditambah harga yang dipatok Honda mepet dengan harga Ninja 250R dua silinder. Tambah muncul ungkapan panas, “harga segitu mah nambah dikit dah dapet dua silinder, mending beli Ninja”. Akhirnya sampai saat ini angka penjualan CBR250R selalu inferior dibanding seterunya itu.

image

Lalu, 3 tahun kemudian (2014) sejak kemunculan CBR250R satu silinder, Kawasaki malah melakukan hal serupa dengan langkah Honda kala itu. Ninja 250R dua silinder disunat menjadi hanya satu silinder. Bagaimana respon masyarakat? Masyarakat disini anggap saja diwakili blogger dan komentator. Si mono (Ninja 250 RR Mono) anehnya malah diterima dengan baik, setidaknya di dunia blogsphere. Ada yang bilang, “keren ya motor ini, lebih langsing dan sporty“. Dari seberang sana juga teriak “Kawasaki cerdas dengan memperpadat varian 250cc dengan membuat Ninja satu silinder“. Dan masih banyak komentar lain yang kurang lebih menganggap Ninja satu silinder adalah bagus. Nah, lho…..

Apakah masyarakat kita tidak adil memperlakukan dua motor sama dengan perlakuan berbeda? RA pikir sah-sah saja masyarakat menganggap begitu, toh pada akhirnya semua produk roda dua muaranya adalah konsumen, konsumen dalam hal ini ya masyarakat kita. Suka atau tidak dengan selera mereka harus disikapi secara cerdas oleh pabrikan.

Andaikan kala itu Honda membuat CBR250R dengan dua silinder, mungkin faktor desain saja yang akan menjadi pembeda dan penentu pilihan masyarakat. Mungkin, jika Kawasaki kala itu memulai kejayaan Ninja dengan satu silinder maka saat ini satu silinder bakal populer di kelas seperempat liter. Andai, masyarakat menganggap satu silinder tidaklah inferior dibanding dua silinder, mungkin saja kondisi di atas tidak akan terjadi. Andai…andai…andai… dan masih banyak andai andai lainnya untuk mencari pembenaran kasus di atas. Namun yang jelas, faktanya adalah dua silinder Kawasaki lebih diterima masyarakat dibanding satu silinder Honda. Lalu, apakah satu silinder Ninja akan sesukses dua silindernya? Lihat saja nanti! Nikmati saja persaingannya…..

Baca Juga:
[display-posts tag=kawasaki]
[display-posts tag=honda]

Silahkan dikoreksi dan didiskusikan, semoga bermanfaat!

email: karis.nsz@gmail.com
twitter: @karismapr
whatsapp: +6287712727000

Advertisements

4 Comments

  1. Model keren, body belakang mirip Ninja 250 2 cylinder, fairing depan single, setajam mata elang mirip Suzuki GSX family…
    Performa mesin Kawasaki nda usah di perdebatkan, pasti high performance seperti biasanya motor-motor Kawasaki.
    Tinggal lihat harganya saja berapa nanti… salam otomotif mas brouw.!!

Comments are closed.