Ekspektasi Tinggi Boleh, Tapi Berlebihan Jangan. Tetap Gunakan Akal Sehat Dan Logika!

image

RiderAlam.com – Tidak sedikit contoh yang menggambarkan judul artikel ini. Dalam dunia otomotif roda dua, berkembang pesatnya blog-blog otomotif roda dua membuat arus informasi begitu deras dan cepat. Saat ini diinformasikan, beberapa saat kemudian sudah menjadi “santapan” awak-awak news online dan blogger. Termasuk informasi harga sebuah produk baru yang masih belum rilis resmi si produsen yang bersangkutan.

Misalnya, ada penampakan alias spyshoot sebuah motor baru. Lama-kelamaan tidak hanya spyshoot motornya yang bermunculan semakin banyak, namun bisikan harga (bisikan gak pasti) juga mulai menyerang secara massive. Alhasil, masyarakatpun mulai menaruh harapan terhadap motor tersebut. Wah… motornya keren, harganya murah ya…. kurang lebih begitu respon masyarakat terutama dunia blogger dan komentator. Akhirnya, di mindset mereka motor ini harganya akan terjangkau dan tidak akan melebih batas atas sebuah nilai jualnya kelak.

Tiba-tiba, giliran si produsen melaunching motor itu, jebreettt…. harga yang dirilis malah jauh dari gambaran selama ini. Akhirnya, para calon konsumen yang telah menunggu motor tersebut, dan telah membentuk mindset sendiri tentang harga murahnya, menjadi kecewa dan pada teriak operpret operpret operpret motormu #oplosanModeOn. Booming harapan akan motor keren nan murah menguap, si motorpun menjadi sepi pembeli.

Jadi, bagaimana kita sebagai calon konsumen menyikapi beredarnya isu-isu harga sebuah motor baru yang belum rilis resmi si produsen? Ya, berpikirlah secara logis bahwa motor keren dan bagus biasanya tidak akan murah. Jika ini yang dibentuk di mindset, kemungkinan ketika ada motor baru dirilis dengan harga tinggi secara pikiran kita sudah siap. Selain itu, buatlah range harga sendiri tentang motor baru itu. Oke, anggap saja isu harga murah yang beredar jadikan sebagai batas termurah kemungkinan motor itu dihargai, kita buat sendiri batas atas alias harga termahalnya berdasarkan pola kebiasaan si produsen membanderol produknya selama ini. Jadi, nanti gak bakalan dibuat bengong dengan harga resminya.

Bagi produsen, mbok ya kalau mau ngeluarin motor jangan terlalu lama jeda waktu antara isu pertama tentang produk tersebut dilempar ke masyarakat dengan waktu rilisnya. RA rasa 6 bulan sudah cukup, lebih dari itu masyarakat tidak lagi penasaran melainkan sudah putus asa. Mengenai isu harga yang beredar di luaran, jika memang terlalu jauh melenceng dari harga sebenarnya kelak, gak ada salahnya melakukan counter information. Banyak blog yang bisa dijadikan media suara mereka, kirim saja email ke blogger tersebut dan ngaku saja sebagai orang dalam pabrik dan dapat bocoran info dari manajemen kalau harga jual tuh motor bakal di kisaran tertentu misalnya. Dengan begitu, si blogger pasti bakal menulis di blognya gambaran harga baru untuk membuat mindset baru di kalangan calon konsumen.

Ngomong apa sih…

Baca Juga:
[display-posts tag=umum]

Silahkan dikoreksi dan didiskusikan, semoga bermanfaat!

Twitter: @karismapr
e-mail: karis.nsz@gmail.com

Advertisements

Comments are closed.