Kisah Seorang Guru Biologi Yang Menginspirasi Dalam Film Here Comes The Boom!

image

Rideralam.comHere Comes The Boom. Sebenarnya sebuah film dengan cerita standar layaknya film lain yang menghadirkan sang pemeran utama sebagai pahlawan dalam lingkungannya di akhir cerita. Lalu apa istimewanya?

Cerita berawal dari seorang guru Biologi di sebuah sekolah menengah di Amerika yang bukanlah guru yang baik. Telat datang ke sekolah, ketika ngajar malah hanya duduk baca koran di kelas sambil memberi tugas ke siswanya bahkan berusaha menghindar dari pertanyaan-pertanyaan muridnya yang kritis. Intinya Scott Voss (si guru Biologi) adalah contoh buruk seorang guru.

Di sisi lain, kondisi sekolah tempat Scott mengajar sedang dilanda krisis keuangan yang mengharuskan sang kepala sekolah mengurangi banyak kegiatan sekolah termasuk ekstrakurikuler musik. Yang artinya sang guru musik harus berhenti ngajar alias dipecat. Atau, semua akan kembali normal jika sekolah bisa menyediakan dana US$48.000 agar tidak ada pemecatan.

Scot yang tidak suka dengan kebijakan sang kepala sekolah akhirnya menantang bahwa dirinya akan mengumpulkan uang sebanyak itu demi menyelamatkan sang guru musik yang istrinya sedang hamil. Di sinilah petualangan dimulai. Scott memilih mengikuti lomba tarung bebas dari kelas bawah hingga akhirnya bisa masuk ke UFC (Ultimate Fighting Championship), sebuah ajang tarung bebas level tertinggi di Amerika.

Tentu saja, perjalanan menuju ke UFC sangat tidak mulus, standar film-film Hollywood, pahlawan sengsara duluan, termasuk saat pertarungan pertama Scott yang dengan penuh gaya masuk ring octagon diiringi musik Boom-nya POD sambil jingkrak-jingkrak. Pokoknya keren abis deh…. gayanya. Saat ronde pertama dimulai, masih dengan gaya selangit jingkrak-jingkrak, Scott langsung berlari mau menghajar lawan dan…. dezzziigg… Scott kalah KO. Tendangan lawan tepat mengenai wajah Scot yang dengan pedenya lari dan maju menyerang si lawan hahahaha….

Singkat cerita, saat hendak melakoni debut UFC-nya, Scott mendapat kabar jika bendahara keuangan sekolahnya telah ditangkap Polisi gara-gara membawa kabur uang sekolah, termasuk hasil pertarungan Scot selama ini yang telah mencapai US$40.000 (kebanyakan dari hasil kalah). Stress dong, padahal dengan ikut UFC, kalahpun akan dibayar US$10.000. Jumlah yang seharusnya cukup untuk mencapai US$48.000, namun apa lacur tidak ada yang tersisa dari US$40.000 tabungan hasil tarung sebelumnya.

Akhirnya, dengan tekad yang kuat dan semangat yang diberikan murid-muridnya yang hadir langsung di arena, Scott dengan susah payah justru berhasil mengalahkan petarung yang dikenal paling ganas di UFC padahal targetnya adalah kalah dan dapat US$10.000. Hadiah yang didapat adalah US$50.000.

Endingnya, sekolah akhirnya mampu membayar utang-utangnya dan tidak ada ekskul atau guru yang diberhentikan. Lalu, apa pesan moralnya?

Bagi RA yang juga sebagai (insya Allah) guru bisa mengambil hikmah dari cerita film di atas bahwa:
1. Di sebuah lingkungan pekerjaan, untuk cerita di atas sebuah sekolah, dedikasi memajukan sekolah atau tempat kerja adalah segalanya.
2. Setia kawan yang ditunjukkan Scot, yang rela babak belur demi memperjuangkan sang guru musik agar tetap bekerja sangat sangat patut ditiru.
3. Perjuangan tanpa lelah, tidak pernah putus asa untuk meraih sesuatu mutlak diperlukan. Skill, bakat dan kepandaian akan sia-sia jika kita mudah putus asa.
4. Seorang guru harus bisa menjadi inspirasi bagi murid-muridnya. Bukan lewat kalimat-kalimat nasehat yang basa-basi namun lebih ke perbuatan, tingkah laku dan sikap guru sehari-hari. Guru, digugu dan ditiru.
5. Semua orang bisa berubah dari buruk menjadi baik, tergantung kemauan, tujuan, tekad dan lingkungan sekitar.

Setidaknya buat RA!

Baca Juga:
[display-posts tag=pendidikan]

Silahkan dikoreksi dan didiskusikan, semoga bermanfaat!

Contact me on:
e-mail: karis.nsz@gmail.com
twitter: @karismapr
whatsapp: +628 77 1 2727 000

Advertisements

7 Comments

  1. gw baru nonton nih film di thun 2015. film keren dg alur cerita yang standar. namun value yang ada dalam film inin menurut gw layak untuk dijadikan tontonan yang edukatif

Comments are closed.