BBM Subsidi Bakal Naik 3.000 Rupiah/Liter November 2014 Nanti? Ah… Kenapa Tidak Sistem Kredit Saja?!

image

Rideralam.com – Brosis, di negara kita tercinta Indonesia ini masalah bahan bakar minyak memang tidak akan pernah usai dibahas. Apalagi bbm bersubsidi, bikin gregetan. Sejak lama pemerintah dilema dengan pos satu ini. Subsidi bbm yang sejatinya diarahkan untuk kalangan tidak mampu malah kaum menengah ke atas yang dominan menyedotnya. Namun, ketika subsidi dicabut, jelas yang menderita adalah orang-orang yang seharusnya menjadi sasaran subsidi tersebut.

Alhasil, subsidi bbm menjadi sebuah komoditi politik yang laris untuk dijadikan tunggangan kepentingan. Pemimpin mana yang tidak akan populer di mata sebagian rakyatnya jika memutuskan menurunkan harga bbm padahal di sisi lain beban negara membayar subsidi semakin besar. Belum lagi permainan mafia migas yang mengeruk keuntungan dari impor bbm subsidi. Pemerintah menjadi berada di dua sisi, menyenangkan rakyat tapi hutang bertambah atau mengurangi beban negara tapi rakyat kecil “dikorbankan” sementara?

Kabar terbaru dari dinamika politik dan pemerintahan di negara ini mengatakan bahwa presiden terpilih Jokowi akan mengambil langkah tidak populer yakni dengan menaikkan harga bbm subsidi sebesar 3.000 Rupiah/liter atau dengan kata lain pemerintah akan bisa menghemat anggaran sebesar 150 Triliun Rupiah. Apakah langkah ini sudah tepat?

Dalam ruang lingkup patriotisme, langkah menghemat keuangan negara dengan mengurangi subsidi adalah yang terbaik. Bahkan seharusnya bukan lagi mengurangi namun dicabut saja sekalian. Lho, jika dicabut artinya harga bbm subsidi akan tinggi, rakyat kecil pasti akan teriak karena harga-harga barang akan melonjak tajam. Daya beli mereka belum mampu mengimbanginya dalam waktu sedrastis itu. Kemiskinan menjadi sebuah keniscayaan.

Setujukah brosis jika bbm subsidi naik 3.000 Rupiah/liter menjadi 9.500 Rupiah/liter? RA sih setuju-setuju saja, lha wong tujuannya menyelamatkan keuangan negara. Terlepas dari ulah koruptor yang bikin keuangan negara bocor sana-sini (masalah klasik bangsa ini), kita memang harus menerima kenyataan bahwa subsidi bbm suatu saat pasti akan dikurangi.

Namun, alangkah lebih baik jika kenaikan harga bbm itu tidak langsung sedrastis itu. Oke, jika angka 3.000 Rupiah itu sudah keharusan, maka bagaimana seandainya dicicil setiap bulan. Kayak kredit gitu… tiap bulan naikkan saja harga bbm subsidi 500 Rupiah/liter misalnya. Terus lakukan itu tiap bulan hingga mencapai 3.000 Rupiah. Dalam waktu setengah tahun angka itu akan tercapai dan dalam waktu setengah tahun juga rakyat akan menyiapkan diri menghadapi kenaikan harga bahan pokok plus adaptasi mengahadapi kehidupan yang lebih sulit.

Bahkan dengan skema kredit tersebut pemerintah bisa meneruskannya hingga subsidi benar-benar 0 Rupiah. Saat dimana rakyat sudah sangat siap dengan “luka” bertubi-tubi sebelumnya sehingga menjadi lebih kebal dan resisten. Imho

*Tidak ada maksud apa-apa dengan tulis di atas, hanya sekedar memberikan sumbangsih tidak penting dari orang yang tidak begitu penting hehehe… diskusi yuk

Contact Me On:
e-mail: karis.nsz@gmail.com
whatsapp: +62 877 1 2727 000
twitter: @karismapr
other blog: http://sportupdate5.com

Advertisements

9 Comments

  1. Disaat anggaran negara terbatas, hutang jg msh ada, pendapatan dr pajak blm spenuhnya maksimal dan drpd menambah hutang baru tp masalah ini itu sdh sedemikian mendesak dan tertinggal dr negara2 tetangga sekalipun maka sdh seharusnya pemerintah berani ambil prioritas yg lbh penting, alihkan saja subsidinya jd yg lbh produktif

    Lagian memangnya ada org miskin yg mampu beli motor 🙂 nda ada kan, harga2 naik pasti tp mending naiknya sekaligus llu stabil ketimbang rollercoster ky harga saham, dan utk yg miskin bisa dpt bantuan sembako langsung dr pmrintah

    Jd mending cabut aja

  2. Setuju dicabut atau dinaikkan tapi SPBU pertamina jangan diskriminasi lagi sama R2, kalau ada 4 pump di 1 SPBU ya mbok buka 2 buat R4 dan 2 lagi buat R2 jangan 3 buat R4 tapi cuma 1 yg buat R2…..

  3. klo mau naik ya sekaligus..dicicil juga sama aja harga laen naiknya cicilan dan lebih gak jelas dan lebih gede dari kenaikan bbmnya sendiri..klo aekligus gede kan langsung gak berasa yg mau naikin harga juga bakal kena patokan pemerintah…klo dulu isu naik bbm harga dah naik, pas bbm naik hargavlaen laen naik lagi…mending premium dinaikin 9500 tp ron 90, atau premium gak ada tp pertamax subsidi jadi 10,,,,gimana

  4. Disinyalir bakalan dibully tuh yg naikin bbm, alamat ditinggalin rakyat yg mendukung dan menjadikan dia pemimpin tuh nanti, Dia sendiri yg bilang koalisi kerempeng biar ga banyak keluarin anggaran dan bikin program pro rakyat …. Tpi mana…? Partai pengusungnya aja satu persatu diciduk KPK. Belum juga dilantik udah mau macem2 ama kebijakan naikin bbm. Kita tau imbas dari bbm naik itu memicu kenaikan harga bahan pokok maupun non pokok… Pengen tak tabok cocot jongos yg dulu koar2 program pro rakyat..!!!!

Comments are closed.