Katanya Peduli Safety Riding, Peduli Keselamatan Berkendara Di Jalan Raya Tapi Koq Beritanya Adu Balap Motor Harian?! Tanya Kenapa?!

image

Rideralam.com – Sebenarnya sudah lama ingin bahas maraknya pemberitaan tentang adu kebut atau komparasi antara dua motor yang sekelas yang sedang jadi perbincangan banyak orang. Sebut saja misalnya adu kebut antara R15 vs CBR150R atau jauh sebelumnya lagi panas-panasnya NVL vs CB150R. Namun baru sekarang benar-benar ingin menulisnya sebab semakin ramai saja berita soal itu.

Pertanyaannya, buat apa komparasi seperti itu? Apa untungnya bagi kita sebagai konsumen? Apa dampak jeleknya dengan adu drag begitu? Banyak pertanyaan yang muncul di kepala yang intinya adalah bagaimana mungkin media-media begitu bernafsu membandingkan dua motor sekelas dengan adu kebut di jalanan ataupun di lintasan jika akhirnya dampaknya membuat banyak orang ingin melakukan hal yang sama dengan resiko sangat besar?!

Memang sudah takdirnya bahwa di dunia ini selalu ada persaingan. Dan untuk mengetahui siapa yang unggul tidak jarang dilakukan pembuktian head to head, jika di dunia motor adalah adu kebut. Media-media seolah-olah memfasilitasi kondisi itu dengan melakukan adu kebut tersebut. Bahkan, tidak jarang itu menjadi headline utama di pemberitaan dengan judul di tulis besar.

image
Adu balap di jalan umum, buat apa? (Nyomot gambar dari potretbikers.com)

Tapi, apakah mereka sadar jika pemberitaan semacam itu cenderung akan menciptakan sebuah permusuhan antara pemilik kedua motor yang mereka komparasikan tersebut. Ketika di pemberitaan motor A menang terhadap motor B, maka si pemilik motor B cenderung tidak akan terima. Sehingga untuk memfasilitasi “ketidakterimaannya” itu dia akan melakukan adu kebut serupa. Yang hampir bisa dipastikan akan dilakukan tidak di sirkuit melainkan di jalan raya. Jalan yang memang di desain bukan untuk balapan. Pun demikian sebaliknya. Ego masing-masing cenderung meningkat jika motor tunggangannya kalah dalam adu kebut.

Selain itu, dengan dimuat di halaman utama (majalah terkenal tentang motor misalnya) maka publik (abg dan alay) cenderung akan mengambil kesimpulan sendiri bahwa adu kebut boleh dilakukan di mana saja. Bayangkan, ketika sebuah majalah menampilkan komparasi adu kebut dua motor paling fenomenal di sebuah jembatan terkenal di Jawa Timur, apa akan salah jika anak-anak muda dengan pola pikir sempit dan emosi labil menganggap “ooohh… berarti balapan di jembatan itu boleh tho?” Bahaya bukan jika itu dianggap legal?

Menjadi sebuah kontradiktif di negeri ini ketika pemerintah dan orang-orang yang peduli keselamatan di jalan raya terus tanpa lelah mengkampanyekan pentingnya berkendara yang tertib demi keselamatan jiwa di jalan raya, namun di sisi lain media-media besar atau bahkan blog-blog otomotif ramai mengangkat topik komparasi adu kebut-kebutan dua atau lebih motor di jalan raya. Bahkan, menurut RA adu kebut motor produksi massal di sirkuitpun tidak begitu penting, pasalnya motor tersebut dibuat untuk transportasi memudahkan si pengguna berpindah dari satu tempat ke tempat lain, bukan untuk diajak balapan. Jika ada adu kebut RC213V dengan M1 dengan Desmosedici atau dengan GSX-RR, itu baru wajar karena memang diciptakan untuk beradu kencang, di lintasan bernama sirkuit.

image
Kalau adu balap ini sih wajar, memang motor balap

Mentang-mentang sudah berlabel motorsport maka sah-sah saja untuk adu kebut?! Ingat brosis, mau CBR150R atau R15 atau motorsport lain jika si produsen masih memikirkan target penjualan tiap bulan, maka hampir bisa dipastikan motor itu hanya untuk alat transportasi harian dan bukanlah motor untuk balapan.

Ayolah, jika memang kita masih mendukung safety riding dan sejenisnya, mohon dikurangi pemberitaan tentang adu kebut, adu balap motor harian, apalagi jika dilakukan di jalan umum. Masih banyak berita lain yang lebih bermanfaat dan mencerdaskan bangsa dibanding berita provokatif dan membangkitkan sebuah permusuhan.

Buat produsen, tidak usahlah lebay dengan klaim motornya paling kencang atau paling sport dibanding motor merk lain. Selama kalian masih peduli dengan angka-angka statistik penjualan tiap bulan, motor kalian hanyalah motor massal seperti biasa, bukan motor balap yang memang lebih pantas diajak balapan.

Konsumen harus mulai lebih dewasa menyikapi gimmick-gimmick marketing produsen dengan klaim-klaim yang sudah pasti mengunggulkan produknya dibanding produk lain. Pembacapun harus mulai kritis dengan berita-berita adu balap, yang lebih banyak mudharatnya dibanding manfaatnya.

Mohon kontrol dari pembaca atau pengunjung blog campur-campur ini jika ada artikel adu balap motor jalanan di blog ini silahkan jangan sungkan mengingatkan atau mengkritisi RA untuk tidak melakukannya. Jika memang sudah ada artikel tentang adu balap motor produksi massal di blog ini silahkan sertakan linknya, Insya Allah akan RA hapus jika memang tidak baik.

[display-posts tag=motorsport]
[display-posts tag=indonesia]

Contact Me On:
e-mail: karis.nsz@gmail.com
whatsapp: +62 877 1 2727 000
twitter: @karismapr
other blog: http://sportupdate5.com

Advertisements

24 Comments

  1. Di tabloid OtoPlus kemarin…
    1. Komparasi CBR150R & R15 bukan menjadi headline.
    2. Penempatan berita bukan di halaman utama atau separuh ke depan.
    Justru di separuh halaman tengah lebih kearah belakang
    3. Test drag/balap TIDAK dilakukan di jembatan Suramadu. Melainkan sudah
    lewat dari jematan Suramadu…ke arah Bangkalan-nya. Hanya rute tersebut
    memang disebut SURAMADU (dari Surabaya ke Madura).
    —–
    http://nyobamoto.com/2014/10/16/duel-new-honda-cbr150r-vs-yamaha-r15-versi-tabloid-otoplus/

  2. Reblogged this on yht2506 and commented:
    Makin meningkatnya jumlah motorsport di jalanan ternyata berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah kecelakaan roda dua, mungkin ini salah satu sebabnya.

Comments are closed.