Yamaha NMax Dengan VVA? Opo Kui… Ora Urusan!!!

ktm indonesia

image
Yamaha NMax, bodi dan harganya yang bikin punya urusan (pic. cicakkreatip)

Rideralam – Saat menulis data aisi Januari 2015, masuklah sebuah komentar dari blogger charming (ngakunya sih begitu) berinisial K dengan huruf tengah B dan akhiran Y. Intinya adalah sindiran soal kealpaan RA untuk blogwalking, tapi tentu saja dengan kalimat smart yang tidak menuduh. Dan jujur, RA memang belum sempat untuk blogwalking dalam sepekan terakhir. Bukan tidak mau tapi pekerjaan di kantor lagi rush banget, mau ada penilaian sekolah adiwiyata jadi pada sibuk. Biasanya jam 2 sudah di rumah, ini jam 6 baru nyampe.

Nah, boro-boro blogwalking, nulis artikel saja seperti orang susah buang air besar, uangel eraam katanya orang jawa. Ya wis, numpung hari ini kerjaan sudah kelar (setidaknya kerjaan awal) akhirnya RA sempatkan blogwalking. Ternyata lagi ramai bahas VVA nya NMax. Ada yang nulis VVA NMax seperti mimpi, ada yang membantah dengan memberikan data berupa gambar secara gamblang dan sebagainya. Asli, mumet bacanya. Apalagi ditambah lemparan elpiji 100 kg dari para komentator, makin pusiiing.

image
Memahami gambar beginian? Lagi males...

Lalu apa pendapat RA soal VVA NMax? Hadeuuhh… jujur nih ya, urusan teknis mesin begitu mana mudeng. Lha wong ganti oli saja ke bengkel, apalagi memahami cam rendah cam tinggi, lift valve, VVA DOHC atau VVA SOHC, modiaarrr…. sebenarnya bisa sih memahami, tinggal ditekuni. Masalahnya saat ini lagi males begitu.

Kalau RA sih naksir NMax bukan karena hanya karena ada VVA nya. Tapi karena beberapa hal seperti bodinya yang bongsor sebongsor RA (walaupun ini masih debatable soalnya belum pernah liat langsung) juga yang paling penting harganya yang terjangkau. Andaikanpun tanpa VVA, NMax masih tetap ditaksir sebab mau tidak mau patokan skutik bongsor ya PCX, sedangkan PCX tidak pakai VVA segala namun harga sudah semahal itu (untuk ukuran RA). Intinya, mau debat soal VVA seganas apapun NMax masih menjadi skutik prioritas untuk dimiliki.

Apakah RA fanatik merk? Hadeuuhh… walaupun RA mungkin blogger paling bego urusan teknis mesin, tapi masih terlalu pintar koq untuk dikatakan fanatik terhadap merk tertentu. Andaikan NMax itu Honda atau Suzuki sekalipun tetap tak taksir. Kalau NMax punya Bajaj? Dipertimbangkan…

Itulah sedikit curhat RA malam ini, monggo setuju atau tidak itu pilihan brosis hehehehe….

[display-posts tag=rideralam]

Contact Me On:
e-mail: karis.nsz@gmail.com
twitter: @karismapr
blog: http://rideralam.com || http://sportupdate5.com

Advertisements

25 Comments

  1. hm vva ki kayak pitek om 😀 … yang valvenya diatur ecu tiap rpm atau bukaan gas .. kayake lho . setau ane bilang nya vva = vtec …. tapi ane milih system vtec nya vfr yang mahal itu lho keren … rpm bawah 2 valve walaupun DOHC tapi pas rpm tinggi baru buka 4 jadinya tuh suaranya ekstrem berubah ..

  2. kalo ane malah ga peduli sama VVA atau bodynya, udah tutup mata sama 2 hal itu… yang penting buat ane itu ABSnya, udah pernah jatuh gara2 ban ngelock… pengen motor yang lebih safety

  3. yamaha nmax ,bodi gede ,ban gede ,ABS ,VVA ,4VALVE harga 27 juta ? ko murah bnget ya ? motor sport 150cc jga blom abs, pertanyaannya apa yg dkorbankan ? kualitas bodi kah ? atau kualitas mesin ? byangin aja fitur seabrek gtu hrganya murah, psti ad yg dkrbnkan smw klbihan psti ada kekurangan dan ada sisi gelap juga ada sisi terang

Comments are closed.