Jagoan Moto2 Ini Ingin Ikuti Jejak Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo

ktm indonesia

image

Rideralam – Juara GP Silverstone 2015 kelas Moto2 sekaligus pimpinan klasemen Johann Zarco sepertinya benar-benar ingin menata karirnya dengan benar dan perlahan. Tidak mau terburu-buru naik ke kelas MotoGP, padahal tawaran sudah ada. Sebuah keputusan yang bagus jika melihat fakta bahwa ada pembalap yang memutuskan naik kelas namun hasilnya malah kurang baik. Lalu, apa alasan Zarco menunda naik kelas hingga 2017 nanti?

Sang manajer, Laurent Fellon, mengatakan bahwa pihaknya memutuskan untuk bertahan semusim lagi di Moto2. Fellon kemudian memberikan contoh dua pembalap yang melakukan hal yang sama yakni Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo. Dan Fellon yakin hal itu akan membuat Zarco lebih kuat.

“Kami memutuskan bertahan semusim lagi (di Moto2), seperti yang pernah dilakukan Pedrosa dan Lorenzo. Dan saya pikir hal itu akan membuat dia (Zarco) lebih kuat”, ulas Fellon

“Tujuan kami adalah menjuarai kejuaraan dan mempertahankannya semusim lagi. Sambil melihat kemungkinan di 2017 untuk mendapatkan motor yang bagus (pabrikan)”, tambah Fellon.

Yup, sebagai informasi Johann Zarco sudah didekati dua tim MotoGP, Pramac (Ducati) dan Aspar (Honda). Namun, kelas keduanya masih sebatas tim satelit artinya motor yang digunakan masih di bawah spek pabrikan. Sedangkan di tahun 2017 nanti MotoGP akan ketambahan tim pabrikan baru asal Austria, KTM. Dan, kemungkinan tim inilah yang menjadi incaran Johann Zarco dan timnya.

Sah-sah saja strategi yang dilakukan oleh Zarco. Kita bisa lihat beberapa pembalap yang “memaksakan” naik kelas ke MotoGP hasilnya malah karirnya meredup. Kebintangan di kelas sebelumnya seolah tak berbekas. Bisa ambil satu nama Jack Miller. Pembalap Australia ini malah lebih ekstrim, dari Moto3 langsung ke MotoGP. Dari runner up Moto3, sekarang dengan motor spek open class malah terperosok di papan bawah. Lho, Marc Marquez berhasil koq. Waduuh… pembalap model Marquez ini bisa jadi baru ada satu setelah 50 tahun. Artinya, kemampuannya memang spesial, tidak seperti pembalap kebanyakan. Singkatnya, Marquez memang diciptakan sebagai bintang, dimanapun karirnya berada.

Tapi, Zarco juga bisa melihat Esteve Rabat. Rabat, juara Moto2 musim lalu juga memutuskan tidakakan naik kelas dulu dan ingin mempertahankan gelarnya di musim ini. Hasilnya? Di klasemen hingga lewat paruh musim posisinya masih di posisi 3 selisih 88 poin dari Zarco di puncak. Artinya, pamor pembalap terancam turun jika ketika tengah populer tidak segera mengambil kesempatan naik kelas. Nah lho… trus bagaimana? Ya sudah, ngapain dipikir, biarin saja timnya yang memikirkan itu hehehee….

Contact me on:

email – karis.nsz@gmail.com
twitter – @karismapr
facebook – karis mauyy
instagram – @karismapr
blog – rideralam.com || sportupdate5.com

Advertisements

3 Comments

  1. jangan niru JL sama DP, yang satu King of Complain, yang satu mandul jurdun.. bagusan niru VR sama MM, jurdun yang jago sandiwara.

Comments are closed.