MotoGP 2017 Di Indonesia, Tidak Melulu Soal Sirkuit Saja, Lho…!

image

Rideralam – Euforia rencana Dorna menjadikan Indonesia sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan MotoGP tahun 2017 makin tinggi. Para stakeholder langsung fokus terhadap satu-satunya sirkuit yang dianggap paling layak di tanah air, Sentul International Circuit. Pembenahan sirkuit harus segera dilakukan. Akhirnya pemerintah melalui kementerian pariwisata langsung bertindak cepat dengan mengundang CEO Dorna untuk datang ke Indonesia.

Setelah itu, segera juga pihak Sentul mengundang 3 desainer sirkuit kelas dunia untuk memaparkan bagaimana merehabilitasi Sentul menjadi sirkuit layak gelar MotoGP. Sebut saja Jarno Zaffeli yang sukses merenovasi Misano dan Termas De Rio Hondo. Lalu, ada juga Dafydd Broom konsultan desain apex circuit design ltd. asal Inggris hingga nama Hermann Tilke, desainer kondang dengan karya-karya seperti Sepang, Sakhir hingga Marina Bay. Ketiga desainer sirkuit itu diadu programnya untuk menpermak Sentul.

Para pembalap nasionalpun langsung memberikan reaksi soal rencana MotoGP goes to Sentul 2017. M Fadli Imammuddin misalnya, pembalap andalan tim Astra Honda Racing Team ini mengaku sangat menantikan momen langka tersebut. Dirinya mengatakan, jika benar Sentul terealisasi menjadi penyelenggara MotoGP, prestasi pembalap Indonesia akan meningkat dengan sendirinya. Pendapat serupa juga disuarakan pembalap Yamaha Factory Racing Indonesia, Galang Hendra Pratama yang sangat mendukung gelaran MotoGP di Indonesia. Sebab dengan menggelar ajang sekelas MotoGP, maka otomatis jenjang karir pembalap lokal untuk go international semakin besar. Salah satunya karena tersedianya sirkuit standar internasional.

Dari masyarakat penikmat dan pecinta balap MotoGP, jelas momen 2017 akan sangat ditunggu. Kehadiran pembalap-pembalap dengan nama besar seperti Marquez, Lorenzo, Pedrosa hingga Rossi akan sangat ditunggu. Jika selama ini idola mereka hanya bisa disaksikan melalui layar kaca, kali ini bisa langsung dilihat di depan hidung eh mata. Siapa yang tidak senang melihat sang idola bertarung di hadapan mata.

Namun, gelaran even akbar sekelas MotoGP tidak melulu bicara soal sirkuit saja. Banyak aspek dan hal lain yang juga tidak boleh luput dari perhatian semua pihak. Bicara kru dari tim-tim peserta MotoGP maka tidak akan jauh-jauh dari angka 1000-1500 orang yang akan masuk ke Indonesia. Kesiapan infrastruktur seperti jalan raya juga harus diperhatikan. Akses jalan menuju sirkuit harus banyak dan lapang. Bisa ditempuh dengan kendaraan umum atau pribadi tanpa adanya gangguan seperti macet.

Selain itu, kesiapan seperti sarana tempat menginap atau hotel di sekitar Sirkuit Sentul juga harus memadai. Begitu juga dengan Rumah Sakit dan yang lainnya seperti Bea Cukai, Imigrasi, hingga tempat menukarkan uang.

“Kalau bicara sirkuit sangat mungkin, tapi perhatiannya juga harus kepada sarana dan insfrastuktur pendukung lainnya. Karena menggelar acara balapan sepeda motor tingkat dunia itu menyangkut banyak orang dan kita harus siap segala sesuatunya,” ungkap Anggono Iriawan Manajer Safety Riding and Motorsport PT AHM saat dihubungi KompasOtomotif, Senin (7/9).

“Lintas departemennya banyak, jadi bukan hanya sirkuit, tapi lebih kepada pendukung lainnya. Program ini kalau menurut saya harus kebijakan nasional, karena harus lintas departemen. Sebagai contoh, mengirimkan motor balap, bahan bakar dan alat-alat pendukung balapan, itu proses dan ketepatan waktunya harus dipertimbangkan,” beber Anggono.

Jadi, MotoGP di Sentul, Indonesia 2017 bukanlah hal yang mustahil jika semua pihak mau duduk bersama dan bekerja sama berkolaborasi mensukseskannya. Tidak hanya soal sirkuit yang menjadi concern, tapi juga sarana pendukung lainnya yang berkaitan baik langsung maupun tidak langsung dengan orang-orang yang bekerja di bidang ini. Jika Malaysia saja bisa, mengapa Indonesia tidak bisa?

Contact me on:

email – karis.nsz@gmail.com
twitter – @karismapr
facebook – karis mauyy
instagram – @karismapr
blog – rideralam.com || sportupdate5.com

Advertisements

2 Comments

Comments are closed.