Hanya Gara-Gara Uang 110 Miliar Rupiah, Penyelenggaraan MotoGP 2017 Di Indonesia Terancam Batal!

image
Rencana Lay Out Sirkuit Sentul setelah renovasi

Rideralam – Keinginan Indonesia untuk menggelar ajang balap prestisius MotoGP nampaknya masih belum terlalu mulus. Hambatan terkini yang bisa membatalkan keinginan tersebut adalah soal dana jaminan penyelenggaraan MotoGP yang nilainya menurut Menpora Imam Nahrawi terlalu besar bagi Indonesia.

Menurut Menpora Imam Nahrawi, Indonesia butuh uang sekitar 7 juta euro sebagai dana jaminan menjadi tuan rumah MotoGP. Jika dirupiahkan, jumlahnya lebih dari Rp 110 miliar, dan ini terlalu besar atau berat bagi Pemerintah RI seperti dikutip dari dapurpacu. Hal itu terungkap setelah ada pertemuan antara pihak Sentul yang diwakili Tinton Suprapto dan Irawan Sucahyono Circuit Advisor Sentul.

Sebenarnya jika melihat dari besarnya alokasi anggaran untuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di APBN 2015, dana sebesar 110 miliar Rupiah tadi sangat kecil. Apalagi jika pemerintah memang punya keinginan besar untuk membawa kembali MotoGP ke tanah air, rasa-rasanya dana 1 Triliunpun masih sangat kecil jika dilihat dampak positif setelahnya. Sebagai informasi, Pagu Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan TA 2015 Kementerian Pemuda dan Olahraga RI sebesar Rp 3.034.113.276.000. Apalah arti 110 miliar dibanding 3000 Triliun lebih.

Dan, uang jaminan penyelenggaraan MotoGP bagi siapapun yang berniat menjadi tuan rumah adalah hal yang wajar diminta oleh Dorna selaku operator balapan. Dan Indonesia juga akan mendapatkan perlakuan yang sama untuk itu. Sebenarnya jika memang uang segitu dianggap terlalu besar, pihak swasta rasanya akan sanggup memenuhinya. Masa AHM dan YIMM gak punya uang sebesar itu. Namun masalahnya adalah Dorna menginginkan penyelenggara MotoGP ini adalah pemerintah, mereka tidak mau swasta yang melakukannya.

Sebenarnya ini adalah kesempatan emas bagi Indonesia untuk membawa MotoGP kembali ke sini layaknya tahun 1997 lalu. Kalau boleh dibilang, Indonesia ini dianakemaskan lho oleh Dorna. Di luar sana cukup banyak negara-negara lain yang antri mau jadi tuan rumah MotoGP dengan segala fasilitasnya yang sebenarnya lebih lengkap. Sebut saja Thailand dengan sirkuit Chang Buriramnya. Namun, melihat pasar roda dua yang sangat besar di Indonesia serta antusiasme warganya terhadap tontonan MotoGP, Dorna lebih menunggu Indonesia untuk siap tahun 2017. Sangat disayangkan jika kesempatan emas ini buyar “hanya” gara-gara uang sebesar 110 miliar Rupiah.

Kronologi MotoGP Goes To Indonesia
Awalnya, pihak Dorna memberi kesempatan kepada Indonesia untuk menggelar ajang MotoGP. Namun, jika Indonesia tidak mau maka Dorna akan mengalihkan ke negara lain. Nah, kesempatan emas ini langsung diiyakan oleh pemerintah yang dalam hal ini diwakili pihak kementerian Pariwisata melalui menterinya Arief Yahya. Sebab, Menpar merasa MotoGP akan membawa dampak promosi wisat Indonesia sangat besar. Pihak Kemenparpun mengundang Carmelo Ezpelata ke Indonesia Mei lalu guna pembicaraan awal.

Namun, dalam perkembangannya kewenangan ini akhirnya dialihkan ke pihak Kemenpora, sebab MotoGP adalah masuk bagian olahraga yang menjadi domain Kemenpora. Seharusnya berdasarkan kesepakatan awal, MoU antara Dorna dan Pemerintah Indonesia akan ditandatangani 3 bulan setelah pertemuan pertama yang dilangsungkan Mei 2015. Artinya Agustus 2015 lalu seharusnya sudah tanda tangan MoU. Namun, pengalihan kewenangan ini menyebabkan hal itu mundur. Kabar terkini, Ezpelata akan ke Indonesia 21 Oktober 2015 nanti untuk penandatanganan MoU yang sempat tertunda tersebut. Semoga saja benar.

Kita tunggu saja seperti apa perkembangannya terakhir. Kabarnya Kemenpora tengah melobi pihak Dorna Sports untuk mendapatkan diskon uang jaminan hingga 60% dari yang disyaratkan. Hadeuh… ayolah patungan koin yuk buat pemerintah…

Contact me on:

email – karis.nsz@gmail.com
twitter – @karismapr
facebook – karis mauyy
instagram – @karismapr
blog – rideralam.com || sportupdate5.com

Advertisements

8 Comments

  1. Sebagai informasi, Pagu Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan TA 2015 Kementerian Pemuda dan Olahraga RI sebesarRp 3.034.113.276.000. Apalah arti 110 miliar dibanding 3000 Triliun lebih.

    nolnya duabelas bukannya 3 triliyun ya?
    semoga….

Comments are closed.