Jorge Lorenzo Akui Bikin Dua Kesalahan Di San Marino, Kesalahan Yang Harus Dibayar Mahal… Nol Point!

Lorenzo Crash Misano 2015

Rideralam – Duo Movistar Yamaha menorehkan hasil mengecewakan pada balapan ke-13 di Sirkuit Misano, Italia. Sempat mendominasi saat wet race, namun akhirnya Rossi harus puas tidak lagi podium setelah selalu meraihnya di 12 seri pertama musim ini. Rossi hanya finish ke-5 di home race-nya. Hasil lebih parah diraih rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Lorenzo bahkan harus kehilangan angka krusial dalam pengejaran titel juara dunia setelah mengalami kecelakaan hebat satu lap setelah mengganti motornya. Mengapa Lorenzo bisa sampai jatuh?

Kepada crash.net Lorenzo mengungkapkan alasan sehingga dirinya harus merasakan kerasnya aspal baru Misano. Alasan pertama adalah Ia memang mengabaikan perintah krunya untuk segera masuk pit stop untuk mengganti motor M1 setelan balap kering. Lorenzo beralasan dirinya mengabaikan perintah itu sebab menunggu apa yang akan dilakukan Rossi di depannya. Minimal, jika Ia dan Rossi masuk pit stop bersamaan, Ia merasa bisa lebih cepat dibanding rekan setimnya itu. Ia menyadari bahwa dengan lambat mengganti motor maka peluang untuk menang tipis, namun sasaran dirinya adalah Rossi. Tidak mengapa gagal juara yang penting bisa finish di depan Rossi. Sesuatu yang akhirnya harus dibayar mahal.

Lorenzo mengalami kecelakaan hebat satu lap setelah mengganti motor. Hal tersebut diakuinya sebagai kesalahan keduanya di race itu.

“Kesalahan kedua adalah setelah pit stop kedua. Sangat sulit membuat ban cepat hangat dan menyesuaikan kembali feeling pemakaian ban slick. Ketika Redding menyalipku dengan cepat, aku kehilangan kesabaran. Aku merasa terlalu lamban dan segera memacu motor dengan tergesa-gesa atau mereka akan mengalahkanku. Akhirnya aku membayar semua kesalahanku di tikungan ke-15. Tikungan yang bahkan di kondisi keringpun kita harus berhati-hati. Namun, Aku mengabaikan itu sehingga kondisi ban yang belum panas membuat aku jatuh. Padahal jika aku mau lebih sabar, posisi kedua atau ketiga masih bisa aku raih”, ungkap Lorenzo.

Ya sudah, nasi sudah menjadi bubur saatnya menyiapkan daging ayam, kecap dan krupuk masih ada 5 seri tersisa untuk kembali memperbaiki kesalahan dan kembali fokus mengejar target utama, gelar juara dunia ketiga. Next race adalah seri Aragon, Spanyol. Balapan kandang, saatnya menjadikan Aragon kembali sebagai Lorenzo’s Land! Bisa?

Advertisements

Comments are closed.