Perintah Tim Diabaikan, Lorenzo & Rossi Kena Batunya… Kayak Anak Kecil Yaaa…

Rideralam – Mau tahu akibat jika mengabaikan perintah dari tim? Brosis bisa ketahui jawabannya saat menyaksikan GP San Marino di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Minggu (13/9) atau beberapa jam yang lalu. “Pelakunya” adalah dua pembalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi. Apa akibatnya? Lorenzo ndlosor, Rossi gagal menang bahkan podiumpun jauh.

Kronologinya adalah ketika balapan tengah memasuki lap 8, beberapa pembalap mulai mengganti motornya dengan motor untuk dry race. Maklum, lintasan yang tadinya basah sudah mulai mengering. Namun, perintah IN alias masuk pit stop untuk mengganti motor yang dilakukan kru Movistar Yamaha untuk kedua pembalapnya tidak diindahkan sesegera mungkin.

Lorenzo baru melakukan perintah krunya sekitar 2 lap setelah membaca order di pitboard. Di sisi lain, Marc Marquez telah mengganti motornya 2 lap sebelumnya. Rossi? Masih belum mengindahkan. Alhasil, sesaat setelah Lorenzo keluar pit stop stu lap kemudian Ia harus mengalami crash hebat. Motornya limbung dan melempar Lorenzo ke udara dan segera terseret masuk gravel dengan keras. Nampaknya ban M1-nya belum cukup panas untuk mencengkram aspal.

Rossi pun demikian. Beruntung, Ia tidak sampai senasib dengan Lorenzo. Namun, akibat terlalu lama mengindahkan perintah timnya untuk masuk pit stop (sekitar 2-3 lap setelah perintah masuk) posisinya yang sebelumnya sudah memimpin race malah terlempar keluar 3 besar, tepatnya di posisi 5 dengan balapan menyisakan 5 lap. Sangat terlambat untuk mengejar pembalap di depannya yang telah menemukan ritmenya, khususnya Marquez yang sangat-sangat kencang pasca ganti motor. Bahkan, Rossi tidak mampu mendekati pembalap sekelas Loris Baz yang berada di depannya. Ironi, balapan di depan pendukungnya, kemenangan sudah di depan mata sirna akibat tidak mengindahkan perintah tim.

Bisa jadi, keputusan Rossi dan Lorenzo diambil karena saling menunggu rivalnya untuk masuk pit duluan. Bisa jadi pula Rossi dan Lorenzo tidak lagi menganggap pembalap lain sebagai ancaman bagi keduanya, namun justru rekan setimnya itu yang harus dibaca. “Biarin deh gw kalah dari yang lain, yang penting tidak dengan rekan gw satu itu” kira-kira gitu kali ya. Bisa bahaya nih kalau keduanya masih seperti anak kecil begini. Balapan musim ini masih 5 seri lagi, jarak dengan pembalap terdekat dari tim lain, Marc Marquez hanya 68 poin, sangat riskan untuk terus memaksakan egonya masing-masing.

Advertisements

Comments are closed.