Tahun Kejayaan Tim Satelit MotoGP, Yamaha Tech 3 Paling Bersinar!

ktm indonesia
image
Podium Misano 2015 didominasi tim satelit

Yamaha, Honda dan Ducati adalah tiga tim pabrikan yang masing-masing memiliki tim satelit di ajang MotoGP. Movistar Yamaha punya Monster Tech3, Repsol Honda punya Marc VDS Racing dan LCR Honda serta Ducati dengan Pramac Racing-nya. Dan di tahun 2015 ini tim-tim satelit tersebut mencatatkan hasil yang luar biasa. Meraih podium di tengah dominasi tim pabrikan!

Keren bukan? Hingga seri ke-13 Misano kemarin, tercatat nama-nama Scott Redding, Bradley Smith dan Danilo Petrucci sukses membawa timnya ke podium. Bahkan, jika Cal Crutchlow mau dimasukkan juga, malah lebih dulu merasakan manisnya podium di paruh musim pertama lalu. Cal Cruthclow merupakan pembalap LCR Honda, tim satelit Honda, namun motor yang digunakan spesifikasi factory. Tapi, tetap saja sebagai tim satelit sih…

image
Pembalap satelit pertama yang podium musim 2015, Cal Crutchlow LCR Honda

Crutchlow merasakan podium di seri Argentina. Berkah dari jatuhnya Marquez yang tengah memperebutkan podium satu dengan Rossi. Alhasil, Cal yang saat itu di posisi keempat di belakang Andrea Dovizioso naik satu peringkat ke posisi tiga. Podium terakhir. Kondisi cuaca kala itu normal, tidak hujan.

Berbeda dengan Cal, tiga pembalap tim satelit lainnya justru mendapatkan hokinya ketika balapan crowded saat hujan menyerang. Kita lihat bagaimana piawainya seorang Danilo Petrucci dari Pramac Racing Ducati saat GP Silverstone. Ketika pembalap top seperti Marquez ndlosor atau Lorenzo keder dengan lintasan yang basah, Petrucci dengan lihainya meliuk-liuk bersama GP 14 melahap lap-demi lap, bahkan sampai mendekati Rossi. Alhasil, podium kedua sukses digenggamnya, capaian tertinggi sepanjang karirnya di kelas premier.

image
Danilo Petrucci bawa tim satelit Ducati kembali podium setelah 2008

Cerita manis Petrucci di Silverstone dinapak tilas di Misano, dua pekan kemudian. Bahkan ada dua pembalap yang merasakan nikmatnya podium. Bradley Smith (Monster Yamaha Tech3) dan Scott Redding (Marc VDS Racing) mendapat kesempatan berikutnya naik podium. Semua berawal dari balapan yang membingungkan. Kering kemudian basah dan akhirnya kering lagi. Smith sedikit mengambil resiko untuk terus menggunakan motor kering dan akhirnya bisa finish kedua di belakang sang juara, Marc Marquez. Scott Redding justru lebih hoki lagi. Berawal dari jatuh, ganti motor lebih dini dibanding pembalap lain, malah mampu menyodok ke posisi ketiga di saat pembalap lain bingung dengan pemilihan motor. Akhirnya, podium Misano 2015 didominasi pembalap tim satelit.

image
Toni Elias pembalap tim satelit tersukses

Ngomong-ngomong prestasi tim satelit, sebenarnya bukan musim ini saja tim kedua dari pabrikan itu mencatat hasil luar biasa. Dengan spek di bawah motor-motor pabrikan, para pembalap tim satelit mengandalkan semangat, skill dan keberuntungan mendapatkan posisi podium. Prestasi paling fenomenal tentu saja dimiliki seorang Toni Elias. Kala itu tahun 2006, Elias yang membela tim Fortuna Yamaha berhasil mempecundangi juara dunia Valentino Rossi di GP Portugal. Elias menyentuh garis finish hanya 0,002 detik di depan Rossi. Kemenangan pertama dan satu-satunya dari seorang Elias di kelas premier. Sekaligus kemenangan satu-satunya tim satelit hingga kini. Elias meraih podium kembali di musim 2008 saat membela Alice Team Ducati, kedua di Brno dan ketiga di Misano.

Di tahun 2008 pula terakhir kali tim satelit Yamaha, Honda dan Ducati merasakan podium. Selain Elias bersama Alice Ducati, Colin Edwards juga merasakan dua podium di musim itu. Colin yang membela Yamaha Tech 3 merasakan dua klai podium ketiga. Sedangkan Andrea Dovizioso yang kala itu membela JiR Team Scot MotoGP Honda juga merasakan podium ketiga di Sepang.

Sejak tahun 2011 setidaknya selalu ada salah satu dari tim satelit Yamaha dan Honda yang naik podium. Sedangkan satelit Ducati terakhir naik podium 2008 sebelum akhirnya Danilo Petrucci mengakhiri penantian itu di tahun 2015. Tahun 2015 ini pertama kalinya sejak 2008 tim satelit Yamaha, Honda dan Ducati sama-sama merasakan podium. Kompakan ya…

image
Duet tim satelit tersukses, Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow dari Yamaha Tech 3

Namun, tahun paling sukses bagi tim satelit adalah 2012. Pelakunya duo Yamaha Tech 3, Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow. Kedua pembalap tersebut bergantian sukses naik podium hingga 8 kali sepanjang musim. Yamaha Tech 3 memang tengah menunjukkan performa luar biasa di musim itu. Performa kedua pembalapnya juga sangat menakutkan untuk level tim satelit. Dream team Tech 3 yang belum bisa disamakan oleh duo Tech 3 setelahnya, bahkan oleh duet Smith dan Pol saat ini.

Silaturrahim Via:
E-mail – karis.nsz@gmail.com (prefer)
Facebook – Karis Mauyy
Twitter – @karismapr

Advertisements

5 Comments

    • nastro azurro honda itu bukan tim satelit bro, itu tim pabrikan honda yang dibentuk special untuk rossi karena tim repsol honda penuh. Motor NSR500 yang dipakai rossi pun, itu bekas motornya mick doohan pembalap repsol honda yang juga juara dunia gp 500 lima kali. Bahkan mekanik doohan jeremy burges lah yang menjadi mekanik rossi. Doohan juga ikut memoles gaya balap rossi. Lagipula, jaman gp 500 belum mengenal istilah tim satelit, semua tim memakai spekasi motor prototype yang sama walau beda tim. Baru pada era motogp, ada istilah tim satelite yang dibentuk oleh tim pabrikan untuk membantu pengembangan motor. Bisa juara dunia di era gp500 cc berarti dia memang pembalap hebat, karena setiap motor punya kemampuan yang sama. Kalo di era motogp, juara dunianya sudah pasti dari tim utama, karena mustahil pembalap satelit bisa meraih podium pertama, kecuali podium dua dan tiga. Hanya toni ellias sepanjang sejarah motogp yang pernah juara seri, itupun cuma sekali dan kebetulan. Sulit tim satelite bisa juara seri atau mimpi jadi juara dunia, karena perbedaan tenaga motor tim utama dan satelite. Ditambah lagi wawasannya sebelum ente komen bro..biar nggak diketawain orang

      • Saya malah ketawa liat komentat panjang nan sok tau ini, Elias satu-satunya pembalap satelit yang bisa menang di MotoGP? Silahkan tonton semua tayangan ulang motoGP dari 2002-2006 bro. Ditambah lagi wawasannya sebelum ente soktau bro.. biar nggak diketawain orang.

  1. hahaha..iye bener kurang pengetahuan nih yg komen panjang. Sete gibernau, Marco melandri jg sering menang ei era motogp (4tak). mgkin ente bilang Elias mksdnya yg “terakhir” kali jdi pemenang di atas motor tim satelit bukan “satu satunya”.

Comments are closed.