Rental Motor Di Bali Tolak Penyewa Orang Lokal, Ini Alasannya!

Dunia maya memang sarana paling cepat dan berefek massive untuk mengabarkan sesuatu. Seperti yang lagi ramai kali ini di Bali. Kabar soal penolakan sebuah rental motor di tanah para dewa untuk menyewakan motornya ke penduduk lokal. Sontak, mengetahui kabar itu, para netizen mengeluarkan reaksinya.

Rental motor Ubud Scooter Rental (USR) tengah menjadi sorotan setelah menolak orang lokal untuk menyewa motor-motornya. Dari grafis yang diperoleh dari detikcom, sebuah screenshoot email yang dikirim oleh salah seorang bernama Wayan Jati Parsa yang mengatasnamakan USR menggambarkannya.

image

Dear Fajar Adiartha,
Terima kasih banyak untuk request nya. Mohon maaf kami tidak bisa menyewakan sepeda motor untuk orang lokal.

Best regards,
Wayan Jati Parsa

Entah apa alasan USR akhirnya membuat kebijakan seperti itu. Bisa jadi ada alasan tersembunyi yang mendasarinya. Jika kita lihat dari sisi penyewa, maka larangan atau tindakan diskriminatif di atas patut disesalkan terjadi. Negara Indonesia merupakan negara demokrasi, semua warga negara bebas mengeluarkan ekspresinya san berhak mendapatkan perlakuan yang sama. Tindakan diskriminatif di atas jelas tidak sesuai dengan semangat demokrasi.

Namun, jika dilihat dari sudut pandang si rental, boleh jadi kebijakan diambil atas dasar pertimbangan yang matang. Logikanya jika pihak USR hanya menerima penyewa bule dan menolak orang lokal, maka secara prinsip ekonomi hal itu akan mempersempit pasarnya sendiri. Wong berdagang butuh banyak pembeli, lha koq ini pilih-pilih, rugi dong. Jadi, pasti ada alasan yang lebih kuat mengapa mereka akhirnya memutuskan menolak orang lokal sebagai penyewanya. Trauma misalnya?

Dan ternyata memang benar bahwa sang pemilik rental merasa trauma kepada orang lokal sebab dua motor rentalnya dibawa kabur orang lokal sana. Satu di bawa kabur ke Jawa, satu lagi digadaikan di Bali sana. Oalaahh… pantes saja USR ambil sikap seperti itu.

“Mohon maaf kami sementara tak menyewakan ke warga lokal karena trauma motor kami dibawa kabur atau digadaikan oleh orang sini,” ujar Wayan Jati, pemilik Ubud Scooter Rental saat dihubungi GATRAnews, Rabu (23/9).

“Hanya dalam beberapa hari saja motor kami hilang. Yang pertama dibawa kabur ke Jawa, yang kedua digadaikan oleh orang Bali juga,” keluhnya.

Untuk itu, Wayan meminta maaf atas kejadian ini dan menolak disebut rasis karena hanya trauma. Bagaimana menurut brosis?

Advertisements

8 Comments

  1. Apapun alasannya tetap saja rasis itu.
    Untuk meminimalkan resiko seharusnya dia merekayasa persyaratannya, bukan hamtam kromo mengganggap semua orang lokal adalah maling.

Comments are closed.