Tahun 2016, Insentif Tilang Polantas Akan Naik 100%, Berdoa Yuk…

Insentif Tilang Akan Naik 100%

Brosis, siapa sih yang tidak kenal tilang? Rasa-rasanya biker manapun tahu atau bahkan sudah pernah kena tilang walaupun hanya sekali. Terkadang di beberapa daerah operasi lalu lintas sangat sering dilakukan, baik secara resmi (dengan surat tugas) atau ulah oknum polisi untuk mendapatkan “sedekah” jalan. Dan tahu tidak, jika setiap surat tilang yang dikeluarkan petugas kepolisian, mereka mendapat jatah 10 ribu Rupiah?

Inilah yang disebut insentif tilang bagi polisi lalu lintas (Polantas). Terbayang dong misalnya dalam sebulan seorang polantas bisa menilang hingga 100 pengendara, sejuta Rupiah dong ceperannya. Masuk akal juga jika akhirnya masyarakat pengguna jalan raya berpikir bahwa Polantas akan makin banyak duitnya jika makin sering menilang. Imbasnya adalah akhirnya mereka cenderung akan mencari-cari kesalahan pengguna kendaraan. Sesuatu yang jamak dilakukan oleh banyak dari mereka yang kemudian disebut oknum.

Itu jika 10 ribu Rupiah, bagaimana jika insentifnya dinaikkan 100% alias dua kali lipat menjadi 20 ribu Rupiah? Kira-kira para oknum itu akan mengurangi aksi penilangan atau justru makin menggila?

“Tahun depan akan dinaikan jadi Rp 20 ribu per lembar untuk insentif tilang ini. Jadi tidak ada alasan anggota melakukan pungli dengan mencari-cari kesalahan pengendara,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Risyapudin Nursin kepada detikcom, Jumat (25/9). Betul, mulai 2016 insentif tilang bagi Polantas akan naik 100% menjadi 20 ribu Rupiah per-lembar surat tilang yang dikeluarkan.

Boleh jadi ini akan menjadi kabar buruk bagi pengguna jalan raya. Namun, sebaliknya akan menjadi kabar bagus bagi para Polantas. Benarkah akan seperti yang diharapkan Pak Nursin?

Andaikan Polantas itu adalah seorang manusia yang bermartabat dan menjunjung tinggi nilai kejujuran, bisa dipastikan harapan Pak Dirlantas Polda tersebut di atas akan dengan mudah terwujud. Namun, masalahnya selama ini kalaupun ada, polisi jujur dan berintegritas hanyalah segelintir “oknum” di tengah dominasi polisi “normal”. Bukankah satu orang normal akan dibilang gila, jika berkumpul di dalam 1000 orang gila!?

Apa yang bisa kita lakukan dengan kebijakan di atas dan efek yang bisa terjadi pasca berlakunya keputusan tersebut? Tidak ada, selain melengkapi surat-surat kendaraan kita, patuhi peraturan lalu lintas, perbanyak membaca undang-undang lalu lintas dan siapkan kamera. Jika semua sudah lengkap, semua sudah benar namun mereka masih saja mencari-cari kesalahan kita, rekam dan publish di media sosial atau yusup, buat oknum itu terkenal hehehe… oh iya satu lagi, jangan lupa berdoa yuk agar semakin banyak polantas-polantas jujur di jalan raya.

Advertisements

10 Comments

  1. Apa boleh seorang polisi minta uang sama masyarakat….karena sebagain masyarakat awam bnyak yg gak ngerti peraturan rambu2…kalau bisa buat sosialisa …..jlas kan bagai mana bersepeda motar yang tertip

Comments are closed.